Blog informasi seputar dunia pendidikan

Tampilkan postingan dengan label 2016. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2016. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Februari 2020

Simpatika Semester 2 2019-2020 Jadwal dan Jenis Layanan

Berikut ini adalah jadwal dan jenis layanan Simpatika yang akan segera dibuka.

1. Proses Operasional Simpatika

Setelah mengalami 'masa istirahat' dan persiapan selama satu bulan, maka terhitung pada tanggal 1 Februari 2020, proses operasional layanan Simpatika telah dibuka. Guru dan Kepala Madrasah dapat mulai melakukan pemutakhiran (update) data.

Update data di sini meliputi yang harus dikerjakan oleh masing-masing PTK, seperti:

  1. Keaktifan Diri dan Cetak Kartu GTK (wajib)
  2. Update Biodata PTK (jika ada)
  3. Mutasi Madrasah Induk PTK (jika ada)
  4. Alih Fungsi PTK dari Tenaga Pendidik menjadi Pendidik atau sebaliknya (jika ada)
  5. Pengajuan Sekolah Non Induk (jika ada)
  6. Registrasi PTK Baru (jika ada)

Update data yang dilakukan oleh Kepala Madrasah atau Operator Madrasah, meliputi:

  1. Mengisi Jadwal Kelas Mingguan
  2. Mengangkat Wali Kelas
  3. Mengangkat Pejabat Madrasah atau tugas tambahan (seperti Wakil Kepala Madrasah, Kepala Laboratorium, Kepala Perpustakaan, dll, jika diperlukan)
  4. Update data siswa dan rombel (jika ada perubahan data)
  5. Melakukan Persetujuan Registrasi PTK Baru (jika ada)
  6. Melakukan Persetujuan Pengajuan Sekolah Non Induk (jika ada)
  7. Melakukan Non Aktif PTK (jika ada)

Proses pemutakhiran data tersebut di atas, harus dilakukan sebelum Kepala Madrasah mencetak S25 (Keaktifan Kolektif).




2. Verval Ijazah S1/DIV, S2, hingga S3

Verval Ijazah S1/DIV, S2, hingga S3 ini merupakan hal yang baru. Layanan ini akan dibuka mulai 3 Februari 2020.

Ketika seorang PTK login ke akun simpatika-nya, maka akan muncul notifikasi untuk mengajukan Verval Ijazah untuk riwayat pendidikan jenjang S1. PTK tinggal mengklik tombol Verval Ijazah yang ada di bagian bawah notifikasi.

Untuk melakukan Verval Ijazah dapat juga dengan mengklik menu "Perubahan Data kepegawaian" >> "Verval Ijazah" >> "Ajukan Verval".

Setelah muncul kotak "Ajuan Data Verval Ijazah S1/D4", klik tombol tombol "plus (+)" jika belum ada datanya, atau klik segitiga di ujung kanan data kualifikasi pendidikan lalu klik "Ubah Data". Isikan kolom-kolom yang kosong atau salah, termasuk mengunggah file scan ijazah.

3. Keaktifan Kolektif (S25) dan Analisa Tunjangan

Fitur Keaktifan Kolektif (S25) dan Analisa Tunjangan akan dibuka pada 10 Februari 2020.

Keaktifan kolektif (S25) dilakukan oleh Kepala Madrasah melalui akun PTK miliknya setelah proses-proses sebelumnya terselesaikan. Karena setelah melakukan cetak S25, maka beberapa fitur operasional PTK akan dikunci oleh sistem (tidak dapat diedit lagi).

Sebelumnya juga, masing-masing PTK hendaknya melakukan pengecekan di menu Analisa Tunjangan. Apakah jumlah jam mengajar, ekuivalensi, dan tugas tambahan yang diampunya telah sesuai atau tidak. Utamanya dalam pemenuhan 24 JTM sebagai syarat pencairan tunjangan profesi guru.

4. SKMT dan SKBK

Setelah analisa tunjangan untuk masing-masing guru sesuai dan Kepala Madrasah Mencetak S25 hingga disetujui oleh admin Kabupaten/Kota (terbit S25b), maka PTK dan Kepala Madrasah untuk segera melakukan pengajuan SKMT hingga SKBK.

Proses yang harus dilalui dalam pengajuan SKMT ini dapat dibaca di artikel : 5 Langkah Pengajuan SKMT dan SKBK (S29) Simpatika

Prosesnya melalui beberapa tahapan yang melibatkan PTK, Kepala Madrasah, PTK lagi, hingga admin Kabupaten/Kota.

Proses SKMT hingga terbitnya SKBK (S29e) ini harus sudah tuntas sebelum sistem menerbitkan SKAKPT.

5. SKAKPT

Surat Keputusan Analisa Kelayakan Penerima Tunjangan atau SKAKPT diterbitkan secara otomatis setiap bulan bagi guru-guru yang layak menerima tunjangan. Namun khusus untuk awal semester genap ini, 

SKAKPT bulan Januari dan Februari baru akan diterbitkan pada tanggal 7 Maret 2020.

Hal ini untuk memberi kesempatan waktu kepada PTK dan Kepala Madrasah untuk melengkapi dan menuntaskan tahapan-tahapan sebelumnya. Utamanya hingga terbitnya SKBK (S29e).

Secara ringkas, jadwal dan jenis layanan Simpatika yang dibuka adalah sebagai berikut:

  1. Proses operasional dapat dimulai tanggal 1 Pebruari 2020
  2. Verval Ijazah kualifikasi lulusan S1/DIV-S2-S3 dibuka mulai tanggal 3 Pebruari 2020
  3. Keaktifan S25 dan Analisa Tunjangan dibuka mulai tanggal 10 Pebruari 2020
  4. SKAKPT bulan Januari s/d Pebruari diterbitkan pada tanggal 7 Maret 2020


Berdasar jadwal layanan Simpatika 2020 tersebut, kesemua proses yang berujung pada disetujuinya SKBK (S29e) harus sudah tuntas sebelum 7 Maret 2020. Termasuk absen elektronik simpatika.

Sumber : ayomadrasah.blogspot.com

Share:

Senin, 10 April 2017

Beasiswa Santri Kembali Dibuka, Ada 270 Kuota

Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) kembali membuka Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Plt Direktur PD Pontren Imam Safei mengatakan bahwa PBSB merupakan salah satu upaya Kemenag memfasilitasi santri pondok pesantren yang ingin melanjutkan kuliah S1.

"Tahun ini, Kemenag menyediakan 270 kouta beasiswa yang akan disebar ke 13 Kampus," ujarnya di Jakarta, Rabu (05/04).

Ketiga belas kampus tersebut adalah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, IPB, UPI Bandung, UIN Sunan Gunung Jati Bandung, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UGM Yogyakarta, UIN Walisongo Semarang, ITS Surabaya, UNAIR Surabaya, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Alaudin Makasar, dan Universitas Cendrawasih Jayapura.

Menurut Imam, sasaran program ini adalah santri yang bersekolah pada tingkat akhir dan lulus pada tahun 2017 di Madrasah Aliyah (MA) naungan pesantren atau santri lulusan pesantren muadalah/pesantren salafiyah dan ijazah paket C yang diselenggarakan oleh pondok pesantren.

Ditempat terpisah, Kasubdit Santri Ainur Rofiq, mengatakan bahwa pendaftaran PBSB dibuka mulai tanggal 10 April - 8 Mei 2017. Sedangkan tes masuknya akan dilaksanankan tanggal 17 - 24 Mei 2017.

"Kami berharap pengelola Pondok Pesantren dapat menginformasikan peluang ini kepada para santrinya," ujar Ainur Rofiq.

PBSB sudah berjalan sejak tahun 2005. Saat itu, Kemenag baru menggandeng 2 perguruan tinggi, yaitu UIN Syarif Hidayatullah dan IPB. Sampai dengan saat ini, PBSB sudah melahirkan ribuan alumni dalam berbagai bidang keahlian, mulai dari kesehatan (dokter), fisikawan, matematika, teknik, dan lainnya.

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai program beasiswa ini dan bagaimana alur pendaftaranya, sila klik pranala berikut:







Share:

JUKNIS PPDB TAHUN PELAJARAN 2017/2018



Penyelenggaraan pendidikan diawali dengan kegiatan penerimaan peserta didik baru (PPDB). PPDB merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang dilaksanakan oleh satuan lembaga pendidikan. Penerimaan peserta didik baru pada Madrasah perlu dilakukan secara objektif, akuntabel, transparan dan tidak diskriminatif. PPDB bertujuan memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi warga negara usia sekolah agar memperoleh layanan pendidikan yang sebaik-baiknya.

Agar pelaksanaan PPDB di semua daerah dapat berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan apapun maka diperlukan pedoman PPDB. Pedoman PPDB sebagai acuan berbagai pihak khususnya jika terjadi persoalan tentang PPDB. Pedoman PPDB ini juga memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat terkait pembiayaan PPDB. Disisi lain pedoman ini dimaksudkan agar layanan pendidikan dapat diberikan kepada semua komponen masyarakat.

Dengan hadirnya buku Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2017 – 2018 ini diharapkan menjadi acuan bagi Madrasah dan instansi terkait dalam penyelenggaraan dan pelaporan PPDB. Semoga pendidikan madrasah semakin terorganisir dengan baik sehingga keberadaan madrasah semakin diminati dan menjadi pilihan utama masyarakat.

Jakarta, 18 Januari 2017
Direktur Jenderal Pendidikan Islam
Ttd
Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA





Share:

Rabu, 29 Maret 2017

Penetapan Nama-Nama Calon Peserta Didik Baru MAN Program Keagamaan Yang Dinyatakan Lulus Seleksi Berkas Tahun 2017/2018

Bahwa dalam rangka revitalisasi Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan sebagai model pendidikan madrasah nasional  yang  unggul  dan  berkualitas  dibidang  agama, perlu  diselenggarakan  Penerimaan  Peserta  Didik  Baru Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan;   

Bahwa  tahapan  seleksi  Penerimaan  Peserta  Didik  Baru Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan diperlukan seleksi berkas bagi pendaftar calon peserta  didik  baru sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Bahwa  tahapan  seleksi  berkas  memberikan  kepastian bahwa pendaftar telah memenuhi persyaratan dan berhak mengikuti tahapan tes tertulis Penerimaan Peserta Didik Baru Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan Tahun Pelajaran 2017/2018;

Bahwa  berdasarkan  pertimbangan  sebagaimana  dimaksud pada  huruf a, huruf b dan huruf c, perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam tentang Penetapan Nama-Nama Calon Peserta Didik Baru Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan yang dinyatakan Lulus Seleksi Berkas Tahun Pelajaran 2017/2018.




Share:

Senin, 20 Maret 2017

PAKEM Diterapkan Dalam Kurikulum 2013

Pendekatan  pembelajaran yang efektif untuk merangsang siswa menjadi seorang  kreatif, adalah dengan Pendekatan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan menyenangkan (PAKEM). Pendekatan Pembelajaran ini sebenarnya bukanlah pendekatan Pembelajaran baru, melainkan pengembangan dari model yang sudah lama. Pada 1999, PAKEM dikenal dengan nama PAEM ( Pembelajaran Efektif, aktif, dan Menyenangkan). PAKEM sangat relevan dengan kurikulum 2013 karena pendekatan pembelajarannya adalah  Saintifik.

Pada pendekatan Pembelajaran konvensional, proses belajar selalu didomisasi oleh guru, adanya kecendrungan pada pencapaian target materi kurikulum, lebih mengutamakan penghafalan konsep dari pada pemahaman, berbasis buku dan belajar mengajar searah kurang menarik bagi para siswa dan dinilai menjemukan. Cara belajar seperti ini tidak membuat anak menjadi kreatif, kritis, dan mandiri. Untuk itu guru dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan metode pembelajaran. Guru harus mengembangkan PAKEM dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013.

Pengertian PAKEM

Menurut Sidi (2005:71) “PAKEM adalah singkatan dari pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

Aktif maksudnya dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif baik fisik maupun mental seperti bertanya dan mengemukakan gagasan serta aktif melakukan praktik dalam proses pembelajaran.

Kreatif artinya menghasilkan karya baru sebagai hasil pemikiran sendiri atau kelompok. Karya yang dihasilkan dapat berupa karya nyata seperti  tulisan, gambar, dan juga dalam bentuk gagasan, pendapat, dan ucapan. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. 

Efektif artinya pembelajaran harus dilakukan sedemikian rupa untuk mencapai semua hasil belajar yang telah dirumuskan. Karakteristik efektif dari pembelajaran ini adalah penggunaan berbagai strategi yang relevan dengan hasil belajarnya.

Menyenangkan
maksudnya proses belajar mengajar berlangsung menyenangkan. Siswa memusatkan perhatian penuh pada belajar dan waktu curah perhatiannya (time on task) tinggi jika suasana belajar menyenangkan bagi siswa. Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Menurut Muhammad Rasyid Dimas “ memetik senar kegembiraan pada anak akan memunculkan keriangan dan vitalitas dalam jiwanya”. Anak akan selalu siap untuk menerima perintah, peringatan, atau bimbingan apapun. Menabur kegembiraan dan keceriaan pada anak akan membuatnya mampu mengaktualisasikan kemampuannya dalam bentuk yang sempurna (Tate Qomariddin. 2005:19).  Belajar yang menyenangkan sejalan dengan Hakikat pembelajaran itu sendiri yakni memberi rasa nyaman dan betah  anak didik dalam menerima pelajaran. Jadi Belajar dikatakan menyenangkan jika anak memberikan pehatian yang tinggi terhadap tugas belajar sehingga hasil belajarnya meningkat.

Menurut Utami (2010:23) PAKEM adalah suatu proses pembelajaran yang komunikatif dan interaktif antara sumber belajar, pendidik, dan peserta didik. 

Karakteristik PAKEM
Dalam buku pelatihan awal program MBS kerjasama pemerintah Indonesia dengan UNESCO dan UNICEF (2003:3-4) digambarkan secara singkat tentang karakteristik atau cirri-ciri dari PAKEM, yaitu :
  1. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat (learning to do)
  2. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai acara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik dan menyenangkan bagi siswa.
  3. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan ajar yang lebih menarik dan menyediakan “pojok baca”
  4. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif dengan cara belajar kelompok.
  5. Guru memotivasi siswa untuk bisa menemukan sendiri dalam pemecahan suatu masalah dan mengungkapkan gagasannya.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Guru Dalam melaksanakan PAKEM

1.    Memahami sifat yang dimiliki anak
Pada dasarnya anak memiliki sifat rasa ingin tahu yang tinggi dan suka berimajinasi. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya berpikir kritis dan kreatif. Kegiatan pembelajaran menjadi wadah bagi mereka untuk mengembangkan kedua sifat tersebut. Peran guru dalam hal ini adalah memberikan reward berupa kata pujian atas hasil karya anak,  mengajukan pertanyaan yang menggali sifat rasa keingintahuan anak, dan memotivasi anak melakukan percobaan.

2.    Mengenal anak secara perorangan
Dalam PAKEM perbedaan individual perlu diperhatikan dalam kegiatan pembelajaran. Semua anak dalam kelas tidak harus mengerjakan kegiatan yang sama karena masing-masing anak memiliki kemampuan dan percepatan belajar yang berbeda. Dalam hal ini kita bisa menerapkan belajar dengan system tutor sebaya. Dengan mengenal kemampuan anak dapat memudahkan guru membantu anak yang mengalami kesulitan belajar sehingga belajar anak menjadi optimal.

3.    Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar
Anak-anak sangat senang bermain karena itulah dunianya. Mereka senang bermain dengan teman sebaya, berpasang-pasangan atau berkelompok. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Siswa dapat bekerja berpasangan atau berkelompok untuk menyelesaikan tugas atau membahas sesuatu. Dengan cara belajar berpasangan atau berkelompok siswa dapat berinteraksi dan bertukar pikiran serta dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik. 

4.    Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah
Berpikir kritis dan kreatif berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Potensi itu akan berkembang jika dilayani sesuai dengan hakikat belajar anak.  Oleh karena itu, tugas guru adalah mengembangkannya dengan cara sering memberikan tugas dan mengajukan pertanyaan yang terbuka. Misalnya dengan kata Tanya apa, berapa, kapan, dan bagaimana.

5.    Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik
Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajang di ruang kelas, sehingga memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Pajangan dapat berupa gambar, peta, diagram, model, benda asli, puisi, karangan, dan sebagainya. Pajangan tersebut merupakan hasil kerja perorangan, pasangan, maupun kelompok. Ruangan kelas yang dipenuhi oleh hasil kerja siswa ditata dengan baik, dan karya siswa tersebut bisa dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah dalam proses pembelajaran.

6.    Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar
Proses belajar mengajar tidak hanya bisa dilaksanakan di dalam kelas . Lingkungan sekitar juga dapat dimanfaatkan sebagai media dan sumber belajar. Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar dapat membuat anak merasa senang dan tidak jenuh dalam belajar. Namun jika pembelajaran tidak memungkinkan dilakukan di luar kelas, bahan belajar yang bersumber dari lingkungan dapat dibawa ke raung kelas.

7.    Memberikan umpan balik untuk meningkatkan kegiatan belajar
Hasil belajar akan meningkat jika terjadi interaksi antara guru dan siswa. Salah satu bentuk interaksi dalam belajar tersebut adalah dalam bentuk pemberian umpan balik dari guru kepada siswa. Umpan balik hendaknya lebih mengungkapkan kelebihan atau kekuatan dari pada kelemahan siswa. Pemberian umpan balik harus dilakukan secara santun agar siswa lebih percaya diri dalam  dalam menghadapi dan menyelesaikan tugas  belajar selanjutnya. Hasil kerja siswa haruslah diperiksa secara konsisten oleh guru dengan disertai komentar dan catatan.

8.    Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental
Ciri dari PAKEM adalah siswa tidak hanya aktif secara fisik tetapi juga aktif mental. Siswa sering bertanya, mempertanyakan gagasan orang lain, dan mengemukakan pendapat merupakan tanda-tanda aktif mental. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut, misalnya takut dimarahi karena salah, takut ditertawakan, dan takut disepelekan. Guru harus menciptakan pembelajaran yang menyenangkan untuk menghilangkan penyebab rasa takut tersebut.

Jadi PAKEM tidak hanya berlaku untuk siswa, namun juga dari sisi guru. Aktif dari sisi guru antara lain dengan selalu memantau kegiatan belajar siswa secara konsisiten, memberi feedback atau umpan balik, dan terampil dalam mengajukan pertanyaan pada siswa. Kreatif dari sisi guru adalah agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam yang memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa dan terampil dalam menciptakan dan mengembangkan media belajar (alat peraga). Efektif dari sisi guru artinya bahwa pembelajaran yang dilakukan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menyenangkan dari sisi guru yaitu mengkondisikan suasana belajar yang menumbuhkan rasa percaya diri anak, membuat anak berani bertanya, mengemukakan gagasan, dan juga berani mencoba.


Sumber : irawatiardi.blogspot.co.id

Share:

Jumat, 17 Maret 2017

Insentif dan BOP untuk Madrasah Diniyah disiapkan oleh Kemenag



Jakarta (Kemenag) --- Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan agama non formal bagi anak usia sekolah. Tidak sedikit siswa sekolah dan madrasah yang juga belajar agama secara non formal di lembaga pendidikan keagamaan yang dikembangkan masyarakat, sepulang mereka dari sekolah.

Kementerian Agama melalui Ditjen Pendidikan Islam terus berupaya memberikan perhatian dan penguatan kelembagaan madrasah diniyah takmiliyah. Untuk tahun 2017 misal, Ditjen Pendidikan Islam telah mengalokasikan anggaran bagi ustadz dan operasional MDT.

"Berdasarkan RKKAL 2017, tahun ini kita akan memberikan insentif bagi para ustad MDT. Sudah teralokasikan anggaran untuk 4.250 guru MDT di pusat dan daerah," ujar Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin.

Selain insentif, lanjut Kamaruddin yang juga Guru Besar UIN Alauddin Makasar ini, Ditjen Pendidikan Islam juga memmberikan bantuan operasional. "BOP untuk MDT tahun 2017 akan diberikan kepada 2.000 lembaga, pusat dan daerah, masing-masing Rp15juta," katanya. 

Kamaruddin Amin mengapresiai perkembangan MDT yang saat ini terus meningkat. Selain sukses menjaga tradisi pembelajaran keagamaan yang sudah sekian lama berlangsung secara turun-menurun, MDT kini juga mengalami sejumlah perkembangan. Hal itu antara lain ditandai dengan mulai berdirinya sejumlah MDT unggulan di setiap kab/kota. Dukungan Pemda juga terus menguat seiring dengan lahirnya perda diniyah di hampir 45% kab/kota yang ada di Indonesia.

Saat ini setidaknya ada 80ribu MDT yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebagian besar atau hampir 70% adalah MDT tingkat awal atau awaliyah. Sisanya tingkat menengah (wustha) dan tinggi (ulya). Sebagian besar dari MDT ini sekarang tergabung dalam Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) yang sudah terbentuk di 28 provinsi.

"Seluruh MDT yang terdaftar di Kemenag, sudah memiliki badan hukum, rekening lembaga, NPWP, serta sertifikat pendidikan dan nomor statistik. Ini menjadi bagian upaya Kemenag dalam melakukan penataan kelembagaan MDT," tandas Kamaruddin Amin. (mkd/mkd)



 

Share:

Selasa, 14 Maret 2017

Seleksi Program Beasiswa Tahfidz Al-Quran (PBTQ) Tahun 2017



Dalam rangka pelaksanaan kerjasama antara Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama RI dengan Yayasan Pusat Persatuan Kebudayaan Islam Indonesia - Turki United Islamic Cultural Centre of Indonesia-Turkey (UICCI) dalam pengembangan kemampuan santri dalam bidang Qira'at al-Qur'an, Tahfizh Al-Qur'an, Kajian ilmu-ilmu Keislaman (Aqidah, Akhlak, Tasawwuf, Fiqh, Hadist, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab), serta Bahasa Turki melalui Program Agama RI akan melaksanakan Seleksei Calon Peserta Program Beasiswa Tahfizh Al-Qur'an (PBTQ) Tahun 2017.

Berikut Surat Edaran dan Tatacara Pendaftaran






Share:

Kamis, 09 Maret 2017

Gerakan Pramuka Madrasah Diharapkan Jadi Densus Anti Narkoba dan Terorisme


Sumedang (Kemenag) --- Gerakan pramuka di madrasah diharapkan dapat menjadi benteng pertahanan penyebaran virus dekadensi moral remaja, seperti penyalahgunana narkoba, tawuran, serta radikalisme agama dan lainnya. Untuk itu, gerakan pramuka madrasah diharapkan dapat menjadi semacam detasemen khusus (densus) anti narkoba dan anti terorisme di madrasah, termasuk anti korupsi.

Harapan ini disampaikan Sekjen Kementerian Agama Nur Syam saat mewakili Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam pembukaan Perkemahan Pramuka Madrasah tingkat Provinsi di Bumi Perkemahan Kiara Payung Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

"(Jika demikian), Saya yakin bahwa anak-anak madrasah akan tumbuh menjadi benteng pertahanan NKRI serta benteng keislaman dan keindonesiaan," pekik Nur Syam di hadapan hamir dua puluh ribu pramuka madrasah, Rabu (08/03)

Nur Syam mengajak para siswa madrasah untuk menjadikan pramuka sebagai gerakan bersama dalam menanamkan dan mengimplementasikan Dasa Dharma Pramuka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sepuluh nilai dasar pramuka tersebut antara lain: ketakwaan, cinta alam dan sesama, patriot, musyawarah, dan rela menolong.

Hal lainnya yang dipesankan Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya ini adalah agar para siswa madrasah menjadikan gerakan pramuka sebagai media berlatih menjadi pemimpin dan warga negara yang kuat dan berkarakter, serta bermanfaat bagi sesama. Menyitir salah satu hadis, Nur Syam mengatakan bahwa sebaik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya.

"Percuma anda mempunyai nilai ujian tinggi, tetapi tidak berani tampil di depan public, tidak pandai berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, serta tidak punya empati dan simpati kepada orang lain," ujarnya.

"Ingat bahwa anggota pramuka bukan hanya berfikir untuk diri sendiri, tapi juga tentang apa yang bisa dilakukan untuk orang lain," tandasnya.

Perkemahan Pramuka Madrasah Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2017 ini akan berlangsung selama tiga hari. Hadir dalam kesempatan ini Kwarda Jawa Barat Dede Yusuf, Kakanwil Jawa Barat Bukhori, dan Rektor UIN Sunan Gunung Djati. Tampak hadir juga Kadis Pendidikan, Uninus, Aster Kodam Siliwangi, utusan Polda, Kepala Bidang dan Kepala Kankemenag se-Jawa Barat, serta Kepala MA dan Mts se-Jawa Barat.
 
 
 
Share:

Tawaran Beasiswa Dari Pemerintah Brunei Darussalam


Berikut ini disampiakan pengumuman Tawaran Beasiswa Brunei Darussalam


Sumber : madrasah.kemenag.go.id

 
Share:

Sabtu, 25 Februari 2017

PROGRAM ORANG TUA ASUH MI. NURUL FALAH MUNCUL - SERPONG


Di tengah keterbatasan dalam mengembangkan madrasah, muncul pemikiran dan langkah-langkah inovatif yang menjadi solusi alternatif dalam menghadapi kesulitan tersebut. Apa yang dilakukan oleh Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Falah Muncul Kecamatan Serpong menunjukkan hal tersebut. Menghadapi keterbatasan pendanaan, sarana, dan keterbatasan lainnya, MI Nurul Falah Muncul mencari terobosan baru dengan cara menawarkan program orang tua asuh kepada masyarakat yang mampu. Hebatnya, setelah program tersebut bergulir, ternyata yang menawarkan diri untuk menjadi orang tua juga berasal dari masyarakat asing, seperti Perancis, Singapura, dan Amerika. Berikut adalah hasil liputan program orang tua asuh yang dikembangkan di MI Nurul Falah, seperti yang dituturkan oleh Ibu Nurlaila Ulfah, Kepala MI Nurufl Falah Muncul.

Waktu itu hari Jum’at tanggal 9 September 2016 pukul 07.30. Semua siswa dan guru melaksanakan rutinitas sholat dhuha berjama’ah, membaca asmaul husna, dan kegiatan Jumca (Jum’at membaca) di aula MIS Nurul Falah. Saya sendiri sedang berhalangan sehingga hanya mengawasi. Sambil melihat atap kelas yang hampir roboh dalam hati saya berbicara, “Bagaimana caranya mendapatkan dana untuk merenovasi atap yang mau roboh ini? Sebab, infak bulanan anak-anak sangat tidak bisa diandalkan karena keadaan orang tua juga memang tidak mampu”. Saya mencoba iseng-iseng mengetik di HP untuk meminta bantuan kepada siapa saja yang berminat menjadi orang tua asuh minimal 5 siswa saja. Hasil ketikan itu kemudian saya kirim ke HP suami yang kebetulan bekerja di Bank BRI. Maksudnya agar ada masukan ide atau saran dari suami.

Singkat cerita setelah mendapatkan masukan dari suami, akhirnya jadilah teks yang saya buat itu. Intinya adalah menawarkan program orang tua asuh bagi siswa MI Nurul Falah kepada siapa saja yang besarnya Rp. 15.000/bulan. Caranya adalah dengan memberikan bantuan tersebut ke rekening sekolah. Teks itu selanjutnya saya kirim ke semua kontak yg ada di HP saya, melalui Wa, BBM, dan SMS. Tidak disangka pada jam yang sama di hari Jumat itu banyak yang merespon dan bertanya langsung ke saya.

Singkatnya selama bulan September saya menerima pendaftar orang tua asuh sebanyak 80 orang untuk menutupi kurang lebih 550 siswa padahal siswa MI Nurul Falah hanya 194 siswa. Selanjutnya teks itu juga saya kirim ke teman-teman saya untuk diteruskan ke yang lain. Dari situlah, alhamdulilah target satu siswa satu orang tua asuh, pada bulan September satu siswa justru punya tiga tua asuh.

Atas keberhasilan tersebut, saya kemudian mengadakan rapat dengan seluruh dewan guru untuk membahas program ini supaya kepercayaan dari para orang tua asuh bisa dipertang-gungjawabkan dengan sebaik-baiknya. Rapat memutuskan agar madrasah membuatkan kartu infaq bagi orang tua asuh. Selain itu juga diputuskan untuk membuat banner program orang tua asuh yang kami pajang di depan gerbang.

Selanjutnya kami mengumpulkan seluruh orang tua siswa untuk menyampaikan adanya program ini. Alhamdulillah hampir seluruh orang tua hadir. Di dalam rapat saya sampaikan kepada orang tua bahwa karena seluruh siswa siswa sudah ditanggung pembayarannya oleh orang tua asuh, maka mulai bulan September seluruh biaya pendidikan di MI Nurul Falah gratis.

Semua orang tua senang dan bangga dengan program ini karena mereka diringankan dan tidak ada lagi pungutan apapun. Sampai bulan November 2016 orang tua asuh MIS Nurul Falah berjumlah 800 orang mangkafer 110 siswa. Sehingga satu siswa ada dicover tujuh atau bahkan delapan Yang mengejutkan adalah bahwa yang menjadi orang tua asuh bukan hanya berasal dari Jakarta dan sekitarnya, tetapi juga dari luar negeri, yaitu Perancis, Singapura, dan Amerika.

Ibu Nurlaela menjelaskan, dirinya akan terus mengemas program ini dengan baik dan terus masih menerima pendaftaran orang tua asuh sampai sekarang. Masa transfer uang infak perbulannya adalah setiap tanggal 1-15 dan pada akhir bulan kami laporkan catatan kartu infaknya melalui WA, BBM, dan E-mail. Ada orang tua asuh yang mentransfer di luar uang infak tapi untuk kebutuhan seragam dan lain-lain bagi anak asuhnya. Ada juga yang mengirim 3 buah whiteboard, dan ada juga yang mengirim 3 set tempat sampah organik dan nonorganik, bahkan ada yang mengirim 40 unit kursi belajar siswa. Yang juga membanggakan adalah bahwa semua orang tua asuh juga menginginkan agar kami melaporkan apa saja yang dibutuhkan anak-anak asuhnya.

Saya berharap semoga program ini bisa bermanfaat untuk semua mengembangkan MI Nurul Falah dalam bentuk membantu pembiayaan siswa, pemenuhan sarana dan prasaran, serta untuk menunjang kesejahteraan guru. Semoga Allah meridhoi dan kami bisa menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya dan bisa selalu istiqomah, serta memberi inspirasi untuk madrasah yang lain. Aamiin.

Sumber : Facebook Kemenag Kota Tangsel

Share:

Selasa, 21 Februari 2017

Alquran, Pendidikan Awal Anak-Anak di Era Keemasan Islam


Pada era keemasan Islam, pendidikan dimulai sejak masa kanak-kanak. Pada masa itu, pendidikan usia dini telah mendapat perhatian serius. Pendidikan usia dini, pada zaman itu, diawali dengan pendidikan Alquran. Dimulai ketika seorang anak menginjak usia lima tahun.

Di taman pendidikan Alquran itu, anak-anak dikenalkan dan diajarkan cara untuk menulis 99 nama Allah atau asmaul husna. Selain itu, anak-anak Muslim pada masa kekhalifahan pun mulai diperkenalkan dengan tulisan ayat-ayat Alquran yang sederhana.

Setelah mahir membaca dan menulis, mereka diajarkan Alquran ditambah pelajaran berhitung atau aritmatika.  Pendidikan Alquran menjadi basis bagi pengembangan karakter anak sehingga di masa depan anak-anak itu memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan dengan berbagai cara untuk mempersiapkan masa depan yang baik.

Ibnu Sina  yang dikenal memiliki kepintaran dan daya ingat yang luar biasa sejak usia dini telah dikenalkan dengan ilmu Alquran sehingga pada usia lima tahun sang dokter legendaris sudah mampu menghafal Alquran. Ilmuwan, ulama, dan para pemimpin Islam terkemuka pada era keemasan kebanyakan telah hafal Alquran pada usia yang masih belia.



 
Share:

Senin, 20 Februari 2017

PANDUAN OPERASIONAL PENYELENGGARAAN BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH DASAR (SD)

Peserta didik sekolah dasar berada pada usia emas perkembangan dan merupakan masa membangun pengalaman belajar awal yang bermakna. Pada usia ini peserta didik berada pada masa peka dalam mengembangkan seluruh potensi dan kecerdasan otak mencapai 80%. Guru bimbingan dan konseling atau konselor dan guru kelas/mata pelajaran memiliki peran penting untuk memberikan ransangan yang tepat sehingga sel-sel otak berkembang dan berfungsi secara optimal untuk mendukung kematangan semua aspek perkembangan. Perkembangan yang optimal pada usia di Sekolah Dasar menjadi fondasi yang kuat bagi perkembangan pada tahap-tahap berikutnya. Pengalaman belajar awal yang menyenangkan dan bermakna bagi anak mendorong anak untuk memahami fungsi belajar bagi dirinya dan memotivasi untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.  

Pada saat ini peserta didik hidup dalam masyarakat semakin heterogen, teknologi semakin canggih, dan kesempatan berkembang semakin luas. Peserta didik menghadapi tantangan-tantangan yang unik dan bervariasi, yang berdampak pada perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir.  Untuk membantu peserta didik menjadi generasi penerus yang siap menghadapi kondisi tersebut, dibutuhkan dukungan orangtua, guru, guru bimbingan dan konseling atau konselor, serta orang-orang dewasa lain di sekitarnya.

Masa sekolah di Sekolah Dasar merupakan waktu yang baik bagi peserta didik untuk mengembangkan konsep diri dan perasaan mampu serta percaya diri sebagai pembelajar. Peserta didik mulai mengembangkan keterampilan mengambil keputusan, berkomunikasi, dan keterampilan hidup. Di samping itu, peserta didik juga mengembangkan dan menguasai sikap yang tepat terhadap sekolah, diri sendiri, teman sebaya, kelompok sosial, dan keluarga.

Pelayanan bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari program pendidikan di sekolah yang seyogianya dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor yang memiliki kompetensi yang diamanatkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. Kompetensi tersebut meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Idealnya setiap sekolah dasar memiliki guru bimbingan dan konseling atau konselor. Guru bimbingan dan konseling atau konselor saling bahu-membahu dengan guru kelas dan guru mata pelajaran dalam membantu peserta didik mencapai perkembangan optimal. Pada kondisi belum ada guru bimbingan dan konseling atau konselor dapat ditugaskan guru kelas terlatih untuk menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling.

Guru bimbingan dan konseling atau konselor di Sekolah Dasar dapat diangkat dengan cakupan tugas pada setiap sekolah atau di tingkat gugus sekolah untuk membantu guru mengembangkan potensi dan mengentaskan masalah peserta didik. Guru bimbingan dan konseling atau konselor di tingkat gugus berkantor di sekolah induk yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Dalam kondisi sekolah induk tidak memiliki ruang yang cukup, maka berkantor di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan atau unit pendidikan yang setingkat (Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014, Lampiran butir V.A).

Lengkapnya silahkan di download di sini (Download)


 
Share:

Kemenag Anggarkan Rp36M untuk Beasiswa Santri Berprestasi

(foto:danil)
Upaya Kementerian Agama untuk memperluas akses pendidikan para santri di perguruan tinggi terus berlanjut. Tahun ini, melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, anggaran sebesar Rp36miliar telah disiapkan guna membiayai Program Beasiswa Santri Berprestasi atau yang biasa disebut PBSB.

"Anggaran ini untuk membiayai beasiswa 1.138 santri yang masih berlangsung serta 250 santri baru yang akan diterima pada tahun ini," kata Kasubdit Pendidikan Pesantren Direktorat Pendidikan Diniah dan Pondok Pesantren Kemenag Ainur Rofiq, di Jakarta, Jumat (17/02).

PBSB dibuka oleh Kementerian Agama sejak tahun 2005. Hingga kini, tidak kurang dari 3.800 santri telah mendapatkan akses untuk belajar di berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia, mulai dari UIN, ITB, UGM, UNAIR, ITS, dan perguruan tinggi lainnya.

Tidak sedikit pula dari mereka yang sudah lulus kini berkiprah sebagai profesional pada bidangnya masing-masing, mulai dari teknokrat, dokter, pendidik pesantren dan madrasah, serta lainnya. Bahkan, banyak juga yang saat ini meneruskan kuliah di luar negeri, baik Eropa maupun Asia.

Menurut Rofiq, sasaran PBSB adalah santri pondok pesantren yang terdaftar resmi di Kemenag serta memiliki nomor statistik pondok pesantren (NSPP). Selain itu, santri tersebut juga harus tinggal di pesantren (mukim), minimal selama 2 tahun.

Adapun mereka yang bisa mendaftar tahun ini adalah para santri yang juga siswa tingkat akhir dan lulus pada tahun 2017 di Madrasah Aliah binaan pondok pesantren. Atau, santri lulusan pesantren muadalah/pesantren salafiyah dengan ijazah Paket C yang diselenggarakan oleh pondok pesantren. Khusus para santri yang akan mendaftar di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Jawa Timur, mereka harus hafal (hafiz) Quran minimal 10 juz.

"Santri lulusan SMA/SMK belum bisa mengikuti program beasiswa ini karena programnya bersifat afirmasi bagi santri yang selama ini kurang tersentuh atau kurang memperoleh kesempatan untuk mendapatkan akses ke pendidikan tinggi yang bermutu," kata Rofiq.

Bagi para santri yang lulus seleksi dan diterima di perguruan tinggi, lanjut Rofiq, mereka akan mendapatkan beasiswa berupa biaya kuliah sampai selesai serta living cost (biaya hidup) selama menjadi mahasiswa. Bahkan, khusus untuk program studi yang memerlukan tambahan pendidikan khusus, seperti kedokteran, Kemenag juga akan menyediakan anggarannya sampai mereka benar-benar lulus sebagai dokter.

Pendaftaran PBSB dibuka pada akhir Maret 2017. Menurut Rofiq, pendaftaran dilakukan secara online sehingga para santri dapat mengaksesnya dari seluruh Indonesia. Proses seleksi juga akan dilakukan secara 'online' melalui tes berbasis computer atau computerized based test/CBT. (Informasi lengkap terkait PBSB dapat diakses melalui website http://pbsb.ditpdpontren.kemenag.go.id/).

Saat ini terdapat tiga belas perguruan tinggi yang menjadi mitra Kementerian Agama dalam program beasiswa ini. Ketiga belas perguruan tinggi tersebut adalah IPB Bogor, UGM Yogjakarta, UPI Bandung, ITS Surabaya, dan Unair Surabaya.

Di samping itu, para santri juga bisa kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Kalijaga Yogjakarta, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Khusus untuk para santri di wilayah Indonesia Timur, kini Kemenag membuka akses PBSB di UIN Sultan Alauddin Makassar serta Universitas Cendrawasih Jayapura.

PBSB membuka kesempatan para santri untuk memilih program studi umum dan agama, sesuai minat, bakat, dan kompetensi dasarnya. Untuk program studi umum, antara lain ada pilihan kedokteran, keperawatan, serta teknik informatika. Sedang untuk program studi agama, ada pilihan seperti ilmu falak, tasawuf, dan bahasa.
 
 
 
Share:

Selasa, 14 Februari 2017

Terobosan Mahasiswa Indonesia Ubah Sistem Pendidikan Makin Hemat

Mahasiswa Indonesia sekaligus CEO Edugate Learning System Vincent Kwan membuat terobosan yang membantu sistem pendidikan hemat dan efisien

Prihatin dengan sistem pendidikan yang complicated di sekolah dan universitas Indonesia, mendasari Vincent Kwan melahirkan platform digital Edugate Learning System (ELS). Vincent Kwan yang masih menyandang status mahasiswa sekaligus Chief Executive Office (CEO) ELS dan timnya menginginkan sistem pendidikan menjadi tidak lagi boros dan efisien. 

Menurutnya pembiaran sistem pendidikan manual dan complicated dalam mengelola manajemen dan kegiatan sekolah dan universitas akan menjadi masalah serius. Salah satu kendalanya adalah biaya boros, performa sistem lamban, menambah beban kerja, dan tidak interaktif. 

“Sistem yang kita bangun ini membuat proses belajar mengajar menjadi lebih mudah dan simple," kata Vincent Kwan, yang didampingi oleh Dennis Handoko, Head of Marketing Department saat ditemui akhir pekan lalu di acara “Fashion & Attitude in Business” di Jakarta. Mahasiswa yang sudah memimpin perusahaan sendiri ini yakin jika 120 features yang dikembangkan dalam ELS mendukung proses belajar mengajar menjadi lebih baik dan terintegrasi dengan sistem digital bagi sekolah dan universitas. 

Mulai dari features yang membuat proses belajar mengajar menjadi lebih efisien, mudah dan sederhana, seperti e-journals, e-book, online chatting, mobile apps, parental control, plagiarism checker yang bertujuan untuk melakukan pengecekan karya tulis apakah karya tulis tersebut tergolong plagiat atau tidak, dan forum komunikasi bagi guru, dosen, murid, mahasiswa-mahasiswi, dan orang tua. 

Ada juga fasilitas pendaftaran sekolah atau universitas via online dan sistem pembayaran online melalui Payment Gateaway (DOKU) dapat membantu agar proses pendaftaran murid baru menjadi lebih mudah, efisien, dan hemat. Menurut Vincent, salah satu contoh borosnya penggunaan sistem manual yang masih digunakan hingga saat adalah penggunaan mesin fotokopi, printer, dan kertas. 

Dari perhitungannya, pihak sekolah atau universitas paling sedikit mengeluarkan biaya kira-kira sebesar Rp 1.300.000.000 (satu miliar tiga ratus juta rupiah) per tahun untuk biaya penggunaan mesin fotokopi, printer dan penggunaan kertas.


 
Share:

Ini Gambaran Kegagalan Peningkatan Kompetensi Guru


Guru sedang mengajar/ilustrasi.
Pengurus Besar Ikatan Guru Indonesia (IGI) menyebut uji kompetensi guru memberi gambaran harus adanya peningkatan kemampuan guru.

"Ketika Uji Kompetensi memberikan gambaran bahwa hanya ada 6,1 persen guru dinyatakan lulus UKG dan tidak perlu mengulang UKG maka sesungguhnya itu adalah sesuatu yang wajar," kata Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia, Muhammad Ramli Rahim dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Senin (13/2).

Ia menyebut, selama ini lebih dari 60 persen guru tak pernah mengecap kegiatan peningkatan kompetensi guru. Selain itu, lebih dari 80 persen guru mengikuti pelatihan tidak lebih dari satu kali selama lima tahun. Bahkan, lebih dari 90 persen guru tidak mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi lebih dari satu kali dalam setahun.

Menurut Ramli, fakta itu seharusnya memberikan gambaran, selama bertahun-tahun pemerintah, baik daerah maupun pusat, telah gagal meningkatkan kompetensi guru. Ia mengusulkan sejumlah cara baru meningkatkan kompetensi guru. Pertama, guru harus didorong untuk menjadi solusi dari masalah, bukan menjadi bagian dari masalah pendidikan. Kedua, peningkatan kompetensi guru harus berupa gerakan, bukan program.

"Guru harus digerakkan untuk meningkatkan kemampuannya sendiri baik secara berkelompok maupun sendiri-sendiri," jelasnya.

Ketiga, guru tidak boleh dibiarkan bergantung pada pemerintah untuk meningkatkan kompetensinya. Keempat, pemerintah harus menciptakan suasana kondusif yang dapat mendorong organisasi guru bergerak untuk meningkatakan kompetensi anggotanya. Kelima, pemerintah harus segera mengesahkan sebuah atau beberapa organisasi guru yang serupa dengan Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Akuntan Indonesia. Organisasi itu yang didaulat secara serius dan fokus meningkatakan kompetensi guru.

Keenam, pemerintah perlu membuat standar tertentu untuk tidak memberikan penghargaan yang sama antara guru berkemampuan rendah, baik dan tinggi. Pemerintah harus memberikan TPG berbeda pada setiap tingkat profesionalisme guru. Pemerintah cukup konsen pada assement guru pada berbagai aspek dan tidak perlu sibuk melatih guru. Berikan tanggung jawab melatih guru pada organisasi guru dan tentunya bukan dengan iming-iming APBD dan APBN seperti Block Grant atau hibah.

Ketujuh, pemerintah perlu melakukan revitalisasi terhadap LPMP dan P4TK agar kedua lembaga ini tidak sibuk dengan upaya peningkatan kompetensi tetapi cukup pada assesment yang sekaligus menjadi cermin buat guru di seluruh Indonesia. Hasil Assement menjadi bekal buat guru untuk meningkatkan kompetensinya yang kurang pada semua aspek. Serahkan upaya peningkatan kompetensi guru ke organisasi guru tanpa harus dengan iming-iming block grant.

"Jika kemudian pemerintah berpikir untuk menurunkan standar kelulusan UKG, buat saya itu kemunduran pemerintah," jelasnya.


 
Share:

Jumat, 10 Februari 2017

14 Triliun Rupiah Di Alokasikan Kemenag Untuk Tunjangan Profesi Guru

Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin. (foto: malikmsn)
Lebih dari 440ribu guru madrasah dan pendidikan agama Islam (PAI) pada sekolah yang sudah mengikuti program sertifikasi dan berhak mendapatkan tunjangan profesi. Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin mengatakan bahwa Kementerian Agama pada tahun 2017 ini telah mengalokasikan lebih dari Rp14 Triliun untuk membayar tunjangan profesi guru.
 
"Lebih dari Rp9,6 triliun kita alokasikan untuk membayar tunjangan profesi guru madarasah, baik PNS maupun bukan PNS. Adapun untuk guru PAI PNS dan bukan PNS, sudah dialokasikan tidak kurang dari Rp5,2 triliun," kata Kamaruddin Amin dalam kesempatan rapat Panitia Kerja (Panja) tentang Sertifikasi Guru dan Inpassing di Ruang Rapat Komisi VIII DPR, Jakarta, Selasa (07/02).

Rapat Panja ini mengagendakan pembahasan mengenai Penyelesaian Program Sertifikasi Guru dan Program Inpassing Guru bukan PNS. Ikut mendampingi Kamaruddin, Sesditjen Pendis Isom Yusqi, Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan, dan Direktur PAI Imam Safei.

Meski demikian, doktor lulusan Jerman ini mengaku bahwa alokasi anggaran yang tersedia belum sepenuhnya mencover kebutuhan anggaran pembayaran tunjangan profesi guru. Menurutnya, Kemenag masih membutuhkan anggaran tidak kurang dari Rp5,4 triliun untuk lima pos pembayaran.

Pertama, pembayaran tunjangan guru bukan PNS madrasah yang sudah inpassing terhutang sejak tahun 2016. Kebutuhan anggaran untuk pos ini, menurut Kamaruddin Amin sudah disampaikan ke Kementerian Keuangan berikut dengan hasil review yang dilakukan Itjen Kemenag.

"Kementerian keuangan belum memberikan anggaran. Informasinya, Kemenkeu akan minta back up verifikasi dari BPKP terlebih dahulu, meski tidak harus dilakukan audit sensus seperti yang sudah dilakukan Itjen," terangnya.

"Kebutuhan anggarannya sekitar Rp1,22 triliun untuk 82.090 guru," ujarnya.

Kedua, pembayaran tunjangan profesi guru madrasah dan PAI terhutang tahun 2014 dan 2015. Kebutuhan anggarannya lebih dari Rp1,48 triliuan. Kamaruddin optimis anggaran ini akan dialokasikan Kemenkeu karena datanya sudah diverifikasi melaluai audit sensus oleh BPKP.

Ketiga, pembayaran tunjangan guru bukan pns belum diverifikasi Itjen. Jumlahnya mencapi 39.000. dengan total perkiraan kebutuhan anggaran Rp1,86 triliun.

"Kami targetkan tahun ini selesai diverifikasi oleh Itjen. Kalau sudah diverifikasi maka harus dibayarkan 3 tahun, 2015, 2016, dan 2017. Kita belum memintakan anggaran karena belum diverifikasi," ucapnya.

Keempat, Guru PAI Bukan PNS Inpasssing yang sudah diverifikasi oleh Itjen. Jumlah gurunya sekitar 1.500 dengan kebutuhan anggaran lebih dari Rp50,16 miliar.

Kelima, usulan tambahan pembayaran TPG madrasah dan PAI dari daerah untuk tahun anggaran 2017. Perkiraan kebutuhan anggarannya mencapai Rp863,91 miliar.

"Dari kelima item, yang memungkinkan untuk diupakan agar bisa diberikan pada tahun ini adalah item pertama, kedua, keempat, dan kelima. Untuk item ketiga masih diverifikasi," tutupnya.
 
 
 
 
Share:

Selasa, 31 Januari 2017

Kemenag Akan Kirim Guru Agama ke Wilayah Perbatasan

Jakarta (Pinmas) --- Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) Ditjen Pendidikan Islam tahun ini akan mengirim Guru PAI ke wilayah perbatasan negara (terdepan dan terluar) serta kawasan tertinggal. Sebanyak 40 guru akan disiapkan, terdiri dari para pendidik yang berlatar belakang Resimen Mahasiswa (Menwa) dan Gerakan Pramuka saat menempuh studi S1. 

"Para guru yang berlatar belakang Menwa dan Pramuka dipandang mempunyai bekal wawasan kebangsaan yang cukup untuk mengajar, di samping tentu saja kompetensi keguruan dan ilmu pendidikan," kata Direktur PAI, Imam SafeI saat ditemui di ruang kerjanya, Jakarta, Senin (30/01).

Selain itu, Direktorat PAI juga akan mulai memberdayakan program PAI di Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN). Menurut Doktor Penelitian dan Evaluasi Pendidikan jebolan UNJ Jakarta, saat ini ada 14 SILN di Luar Negeri.

"Kita akan melakukan pembinaan terhadap guru-guru Agama Islam di SILN dan di tingkatkan kompetensinya baik secara isi kurikulum PAI maupun metodologinya," ujarnya.

Program ini cukup mendasar, kata Imam, tidak hanya karena amanat UU Sistem Pendidikan Nasional bahwa setiap siswa mendapatkan pendidikan agama sesuai agama yang dianutnya dan diajar oleh pendidik yang seagama. Lebih dari itu, mereka yang belajar di SILN juga generasi bangsa yang harus diajarkan wawasan keagamaan dan kebangsaan yang baik pula. 

Sebagaimana tahun sebelumnya, Direktorat PAI Kemenag juga akan kembali menyelenggarakan Program Bulan Bakti PAI. Kegiatan yang dilaksanakan bergilir di daerah dari sekolah ke sekolah ini dirancang untuk mendiseminasikan beragam kegiatan PAI, baik di bidang penguatan akademik keagamaan, religiusitas, maupun dedikasi para guru PAI.

Untuk meningkatkan kompetensi guru, Kemenag akan bekerjasama dengan Finlandia untuk menciptakan Guru Master PAI. Menurut Imam, tahun ini setidaknya ada 10 orang yang akan diberangkatkan ke Finlandia untuk menimba ilmu perguruan tinggi di sana. 

"Alumni program ini akan menjadi guru master untuk mendidik dan mengembangkan guru-guru di Tanah Air," lanjut Imam. 

Selain di Finlandia, Program Penguatan Kompetensi Guru PAI juga dilakukan di dalam negeri. Dikatakan Imam, ada tiga fokus penguatan pada tahun ini, yaitu: reformasi mental, pendidikan anti korupsi, dan Islam Rahmatan Lilalamin. Para guru PAI dan siswa akan diberi bimbingan teknis agar mempunyai semangat dan mental perubahan, disiplin, unggul dan kompetitif. Mereka juga akan diberi pendidikan anti korupsi. 

Imam Safei yakin, guru PAI mempunyai peran strategis yang perlu dioptimalkan untuk mengejawantahkan Islam rahmatan lil alamain di Indonesia. (Ruchman Basori/mkd/mkd) 



Share:

Selasa, 03 Januari 2017

Pesantren Sains Virus Positif Tingkatkan Daya Saing Bangsa


Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa (kiri) memberikan motivasi kepada peserta Pesantren Sains dan Matematika Dzikir Nasional Republika 2016 di Masjid At Tin, Jakarta, Sabtu (31/12).Republika/Tahta Aidilla
Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, sempat mengunjungi Pesantren sains di Dzikir Nasional Republika. Ia menilai, kehadiran Pesantren Sains akan sangat penting bukan cuma untuk anak, tetapi untuk kemajuan bangsa Indonesia.

"Pesantren Sains virus positif yang bisa mendorong energi bangsa, serta meningkatkan daya saing bangsa," kata Khofifah kepada Republika.co.id, Sabtu (31/12).

Ia menerangkan, saat ini kita tidak bisa lagi bilang bangsa Indonesia tidak harus memiliki daya saing tinggi di antara negara-negara di dunia. Khofifah melihat, negara-negara maju selalu memiliki keunggulan di setidaknya empat bidang, yaitu pengetahuan, teknologi, teknik dan matematika.

Pesantren Sains Republika, menurut Khofifah, sesuatu yang bisa mendorong dan memotivasi individu maupun institusional, termasuk siswa dan guru untuk diajak melihat ke depan. Ia merasa, kemampuan itu wajib dimiliki sebagai diri sendiri, sebagai komunitas bangsa dan sebagai komunitas dunia.

"Nah, Pesantren Sains yang diinisiasi Republika ini bisa menjadi satu kesatuan kebutuhan science, technology, engineering dan math (STEM) tadi," ujar Khofifah.

Ketua Umum PP Muslimat NU itu berharap, Pesantren Sains ini semakin hari bisa diperluas lagi, sehingga digelorakan di setiap sudut Indonesia, Menurut Khofifah, Pesantren Sains akan jadi persiapan anak-anak memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif dari STEM.


 
Share:

Pemerintah Diminta Konsisten Jaga Sistem Pendidikan Nasional


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, meresmikan SLB Morotai dan SMK Maritim Muhammadiyah Halmahera Timur, Maluku Utara, di pendopo kabupaten pulau Morotai, Sabtu (17/12).
Pengamat Pembangunan Nasional dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Syahrial Loetan meminta pemerintah untuk secara konsisten menjaga konsisten sistem pendidikan nasional. Ia mengatakan sektor pendidikan terlihat cukup membingungkan karena pergantian menteri berdampak pada pergantian dan perubahan beberapa sistem pendidikan.

"Pemerintah perlu konsisten," kata dia saat ditemui pada acara Syukuran Tahun Baru di Kawasan Kalimalang, Jakarta, Ahad (1/1).

Misalnya, ujian nasional (UN) yang sebelumnya diwacanakan untuk dihapus, kini diberlakukan lagi oleh pemerintah. Akibatnya, bisa mempengaruhi kebijakan dari setiap sekolah dan guru di setiap daerah. "Jadi banyak kejutan-kejutan. Misalnya UN yang sebelumnya hilang, kini diadakan lagi. Jadi sektor pendidikan belum bisa menjaga konsisten kebijakan yang menyangkut sistem yang diadopsi oleh anak didik," ungkap dia.

Menurut mantan Sekretaris Utama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) itu, sistem pendidikan di Indonesia perlu ditata ulang melalui pembentukan peta jalan pendidikan dasar dan menengah, minimal untuk periode 10 tahun ke depan. Ia mengusulkan agar pemerintah belajar dari pengalaman sukses negara-negara maju di dunia dalam mengelola sektor pendidikan secara efektif dan komprehensif.

Di antaranya, sistem pendidikan di Finlandia yang tidak melakukan begitu ketat metode pendidikannya, namun mampu menjadi negara yang memiliki tingkat pendidikan terbaik di dunia. "Jadi jangan korbankan murid-murid dengan perubahan-perubahan kurikulum yang dilakukan oleh menteri-menteri. Karena murid itu masa depan dan generasi penerus bangsa Indonesia," tegas Syahrial.


 
Share:

Jumat, 23 Desember 2016

Kemendikbud Sampaikan Pokok Kebijakan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Tahun 2017


Jakarta, Kemendikbud – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (rakor) Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah tahun 2017 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (22/12/2016). Rakor tersebut diikuti 563 peserta, terdiri dari Kepala Dinas Pendidikan provinsi/kabupaten/kota, para Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (P4TK), dan para Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) se-Indonesia. Pada kesempatan tersebut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan beberapa pokok kebijakan terkait pelaksanaan UN dan ujian sekolah.

"Ujian Nasional tetap dilaksanakan di tahun 2017. Kita juga tingkatkan mutu ujian sekolah dengan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk beberapa mata pelajaran. Kemendikbud juga akan memperluas pelaksanaan ujian berbasis komputer,” disampaikan Mendikbud kepada para Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota di Plaza Insan Berprestasi.

Mendikbud juga menyampaikan nantinya soal-soal USBN akan dibuat oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) sebagai organisasi profesi. Adapun soal tersebut akan dibuat dengan perpaduan soal yang dibuat oleh guru dan soal jangkar dari pusat sebesar 20 sampai dengan 25 persen.

Adapun mata pelajaran (mapel) yang akan diujikan pada UN tahun 2017, untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) diantaranya Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam. Untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) ditambahkan satu mata pelajaran sesuai dengan jurusan/peminatan siswa, sedangkan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ditambahkan uji teori kejuruan sesuai dengan bidangnya.

Sementara untuk USBN, mata pelajaran yang diujikan adalah Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Untuk SMP/MTs ditambahkan mapel Ilmu Pengetahuan Sosial. Untuk SMA/MA, terdapat juga mapel Sejarah dan tiga mapel sesuai program studi yang diambil siswa, seperti Fisika, Kimia, Biologi; untuk jurusan/peminatan IPA, Ekonomi, Geografi, Sosiologi untuk jurusan/peminatan IPS, dan Bahasa dan Sastra Indonesia, Antropologi, Bahasa Asing untuk jurusan/peminatan Bahasa. Sementara untuk siswa SMK, terdapat uji keterampilan komputer.

Penyelenggaraan UN dijadwalkan pada bulan April sampai dengan Mei tahun 2017, dengan rincian untuk SMK pada tanggal 3 sampai dengan 6 April 2017. Untuk SMA/MA pada tanggal 10 sampai dengan 13 April. UN untuk SMP/MTs dirancang dalam dua gelombang, yang pertama dijadwalkan pada tanggal 2, 3, 4, dan 15 Mei. Sedangkan untuk gelombang kedua dijadwalkan pada tanggal 8, 9, 10, 16 Mei.

"Penyebab utama usulan moratorium UN itu adalah dampak negatif dari UN yang mereduksi hakikat pendidikan dan menyebabkan banyak pelaku pendidikan tergoda berbuat tidak jujur. Pekerjaan kita sekarang ini adalah bagaimana mengurangi dampak negatif dalam pelaksanaan UN. Kita harus menyelenggarakan UN dengan jujur dan berintegritas," ungkap Menteri Muhadjir.

Ketua BSNP, Erica Laconi menyampaikan bahwa penyelenggaraan UN tahun 2017 mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015, sehingga UN tidak lagi digunakan untuk kelulusan dari satuan pendidikan. Ke depan, BSNP akan segera mengeluarkan Prosedur Operasi Standar (POS) Pelaksanaan UN tahun 2017.

Kabalitbang menyampaikan perlunya kerja sama khususnya resource sharing dalam penggunaan komputer. Saat ini telah terdata sebanyak 12.053 sekolah/madrasah dengan kapasitas total 2.188.947 siswa siap menjadi tempat pelaksana UNBK. Dengan jadwal UN SMK, SMA/MA, dan SMP/MTs yang berjalan tidak bersamaan, komputer dapat digunakan bergantian. “Sekolah/Madrasah dengan jumlah komputer lebih dari 20 buah dan memiliki server dapat ditetapkan menjadi tempat pelaksanaan UNBK. Nanti Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota menetapkan tempat ujian bagi siswa dari sekolah yang belum memiliki fasilitas berdasar kedekatan jarak antar sekolah,” ujar Totok.

Dirjen Dikdasmen berpesan agar Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota segera menetapkan sekolah-sekolah penyelenggara UNBK dan merancang pengindukan sekolah-sekolah yg belum memiliki fasilitas UNBK. “Paling lambat 15 Januari 2017 sudah harus dipastikan agar persiapan selanjutnya seperti pelatihan proktor, uji coba, dan simulasi dapat dilakukan dengan baik,” tambah Hamid.

Sementara Ditjen GTK, menyampaikan bahwa pelatihan guru-guru yg akan menjadi pelatih dalam penyiapan soal USBN oleh guru-guru yang tergabung dalam MGMP sudah mulai dilakukan. Demikian pula penulisan kisi-kisi ujian. Dirjen Pranata berharap para kepala Dinas segera mengidentifikasi dan mendata KKG dan MGMP yang ada di provinsinya masing-masing agar dapat dilakukan pembinaan dan penguatan oleh Dirjen GTK.


 
Share:

Postingan Populer