Blog informasi seputar dunia pendidikan

Tampilkan postingan dengan label UAMBN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UAMBN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Februari 2019

Penggunaan Aplikasi offline USBN di Madrasah

Telah diterbitkannya Surat DITJEN PENDIS Nomor : 97.A/Dj.I/Dt.I.I.1/PP.01.1/02/2019 tentang Pengiriman Aplikasi USBN di Madrasah tertanggal 1 Februari (aplikasi offline USBN-BK) Tahun Pelajaran 2018-2019 di Madrasah (MI, MTs, dan MA) membuat GALAU para opeartor MI, biasa pelaksanaan USBN-BK online hanya jenjang MTs dan MA yang notebane memang sudah tahun ke 3 Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sudah mereka laksanakan.



Adapun point-point dari surat adalah :


  1. Tim Teknis Kanwil melakukan download aplikasi USBN-BK.
  2. Tim Teknis Kanwil menyebarluaskan aplikasi USBN-BK sampai ke tingkat madrasah di wilayahnya (madrasah tidak boleh download sendiri dari laman link USBN).
  3. Memandu/membimbing madrasah dalam penggunaan aplikasi USBN-BK, baik pada saat simulasi maupun pada pelaksanaan ujian di madrasah.
  4. Memandu/membimbing penyelesaian masalah yang mungkin dihadapi saat menggunakan aplikasi.
  5. Melakukan koordinasi secara intensif dengan tim helpdesk pusat, helpdesk kab/kota dan proktor madrasah dalam rangka meminimalisir timbulnya masalah pada penggunaan aplikasi.
  6. Aplikasi USBN-BK akan dikirim melalui Bidang Penma/Pendis pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi masing-masing.


Untuk perangkat dan SDM nya pun sebagian besar untuk jenjang MTs dan MA sudah siap dan memadai, lalu bagaimana dengan jenjang MI apakah pelaksanaan USBN offline ini diwajibkan ?

Perangkat dan SDM yang dibutuhkan cukup menguras biaya dan tenaga, dilihat dari Panduan USBN Proktor Madrasah spesifikasi untuk Komputer Server adalah minimal Prosesor Core I5, memory (RAM) 8GB, Hardisk 500GB dan koneksi jaringan Internet/LAN, dan guru juga harus bisa menginput soal-soal USBN.

Mudah-mudahan untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) masih sebatas uji coba.......amin

Download Surat Edaran Aplikasi USBN offline
Download Panduan USBN Proktor Madrasah
Download Panduan USBN Guru Madrasah 
Share:

Rabu, 18 Oktober 2017

DOWNLOAD KISI-KISI UJIAM AKHIR MADRASAH BERSTANDAR DAERAH (UAMBD) TAHUN PELAJARAN 2017/2018


Sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya, pada Madrasah Ibtidaiyah akan melaksanakan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Daerah (UAMBD) untuk mata pelajaran Akidah Akhlak, Fikih, Al-Qur'an Hadist, SKI, Bahasa Arab dan lain-lain.

Berikut link untuk mendownload kisi-kisi :

KISI-KISI AKIDAH AKHLAK
KISI-KISI AL-QUR'AN HADIST
KISI-KISI FIKIH
KISI-KISI SKI
KISI-KISI BAHASA ARAB


Share:

Selasa, 03 Oktober 2017

Kemenag Targetkan 100% UAMBN Berbasis Komputer di 2018

Direktur KSKK Madrasah A. Umar.
Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama menargetkan pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) pada tahun 2018 pada seluruh madrasah di Indonesia sudah berbasis komputer. 

Hal ini diungkapkan Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, A. Umar saat rapat koordinasi persiapan UAMBN Berbasis Komputer di Kantor Kementerian Agama.

"UAMBN Berbasis Komputer merupakan salah satu bentuk respons Kementerian Agama terhadap perkembangan teknologi dan penguatan karakter siswa-siswi madrasah. Dengan berbasiskan komputer ini, UAMBN akan memacu integritas, kejujuran, dan kedisiplinan siswa-siswi madrasah dalam ujian," ungkap A. Umar, Senin (02/10).

"Teknologi adalah hal baru yang baik. Dan ujian adalah hal lama yang baik. Substansi ujian harus tetap dijaga dan dikreasikan dengan teknologi. Tentu saja dengan tujuan yang baik, yakni integritas, kejujuran dan kedisiplinan," lanjutnya.

Pada tahun 2017, sebanyak 4.408 madrasah yang sudah melaksanakan UAMBN (MTs dan MA). Tahun depan, 16.943 MTs dan 7.260 MA di seluruh Indonesia ditargetkan sudah menerapkan UAMBN Berbasis Komputer. Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Direktorat KSKK Madrasah, Basnang Said, mengaku sudah berkoordinasi dengan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah di Kanwil Kemenag Provinsi untuk menyiapkan anggaran UAMBK tersebut.

Kemenag melalui Direktorat KSKK Madrasah juga akan melaunching aplikasi rapor digital untuk RA, MI, MTs, dan MA.  Aplikasi ini dibuat untuk menghindari perbedaan format rapor antara satu madrasah dengan madrasah lainnya.


Share:

Senin, 02 Oktober 2017

Kemenag Susun Kisi-Kisi USBN PAI 2017/2018


Bogor (Pendis) - Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI), Ditjen Pendidikan Islam mulai bersiap menyambut pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional untuk mata pelajaran PAI (USBN PAI) Tahun Pelajaran 2017/2018 mendatang. Bertempat di Bogor, 27 s/d 29 September 2017 sebanyak 50 guru PAI (GPAI) pilihan dari jenjang SD, SMP dan SMA/SMK yang tergabung dalam Tim Pusat Penyusunan kisi-kisi USBN PAI juga membuat anchor items (soal-soal utama) sebanyak 25% yang menjadi wewenang Kementerian Agama (pusat). Sementara 75% soal USBN PAI sendiri akan menjadi tugas Kanwil Kementerian Agama di masing-masing provinsi.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 3 tahun 2017 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah dan Satuan Pendidikan, USBN mulai dilaksanakan pada Tahun Pelajaran 2016/2017 untuk beberapa mata pelajaran salah satunya Pendidikan Agama dan Budi Pekerti. Kasubdit PAI pada SD/SDLB yang juga menjadi Ketua Pokja USBN Direktorat PAI, Ilham menjelaskan para GPAI yang diundang sebagai penyusun merupakan tim inti di tingkat pusat yang akan membuat 4 output dokumen penting terkait pelaksanaan USBN PAI yaitu kisi-kisi umum (blue print), kisi-kisi anchor items sekaligus anchor items sebanyak 25% soal yang akan menjadi soal wajib dan terakhir Prosedur Operasional Standar (POS) yang akan menjadi pedoman dalam penyelenggaraan USBN PAI.

Hadir pada kegiatan narasumber Halfian Lubis yang merupakan salah satu konseptor USBN PAI di lingkungan Direktorat PAI pada tahun 2008. Seperti diketahui kebijakan USBN PAI sudah lahir sejak Tahun Pelajaran 2008/2009 sebagai upaya penting peningkatan mutu sekaligus penilaian PAI dan mengukur pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran PAI. "Kisi-kisi umum dan anchor items yang berhasil disusun selama 3 hari ini akan diserahkan ke Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) untuk mendapat pengesahan dan selanjutnya dikirim ke provinsi dan ditindaklanjuti dengan membuat master soal. Ketiga dokumen dibuat dalam 2 versi yakni berbasis Kurikulum 2006 (KTSP) dan Kurikulum 2013 untuk menyiasati kebutuhan sekaligus kondisi di lapangan," jelas Halfian.

Rapat koordinasi yang berhasil dibentuk antara pihak Kemenag, Kemendikbud dan BSNP pasca keluarnya Permendikbud Nomor 3 tahun 2017 menegaskan bahwa penyusunan kisi-kisi dan master soal USBN PAI tetap menjadi wewenang dan tanggung jawab Kementerian Agama berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 tahun 2007 tentang pendidikan agama dan keagamaan pasal 3 ayat 2. Direktorat PAI menyusun anchor items sebanyak 25% sementara Kanwil Kemenag Provinsi bertanggung jawab menyusun kisi-kisi khusus sekaligus 75% master soal dengan memberdayakan GPAI dari KKG dan MGMP PAI. Tugas terakhir adalah merakit soal tersebut untuk dibuat dalam beberapa paket guna menghindari terjadinya kebocoran soal. Untuk materi soal USBN PAI disepakati terdiri atas 2 jenis yakni 40 soal pilihan ganda dan 5 soal essai. Karena dikelola oleh provinsi, maka jadwal USBN PAI harus serentak di semua kabupaten/kota.

Asrijanty, selaku narasumber lain dari Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud pada kegiatan tersebut memotivasi tim peyusun agar bisa membuat soal-soal yang berkualitas yang bisa menstimulus peserta didik dengan menekankan kemampuan menganalisis. Ia memperlihatkan beberapa contoh soal pendidikan agama dari beberapa daerah hasil evaluasi USBN tahun 2016/2017 yang dilakukan oleh Puspendik Kemendikbud. Penilaian hasil belajar di era abad 21 diarahkan pada penilaian yang mendukung kemampuan Higher Order Thinking Skill (HOTS) atau keterampilan berpikir tingkat tinggi untuk menjawab tantangan jaman. "Pembelajaran bisa ditentukan dengan penilaian yang mendorong siswa berpikir kritis. Kondisi siswa di sekolah berikut cara berpikirnya akan terbentuk dengan baik sehingga mereka tidak mudah terpancing, mampu membedakan informasi hoax dan yang tidak," ungkapnya.


Share:

Jumat, 23 Desember 2016

Kemendikbud Sampaikan Pokok Kebijakan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Tahun 2017


Jakarta, Kemendikbud – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (rakor) Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah tahun 2017 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (22/12/2016). Rakor tersebut diikuti 563 peserta, terdiri dari Kepala Dinas Pendidikan provinsi/kabupaten/kota, para Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (P4TK), dan para Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) se-Indonesia. Pada kesempatan tersebut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan beberapa pokok kebijakan terkait pelaksanaan UN dan ujian sekolah.

"Ujian Nasional tetap dilaksanakan di tahun 2017. Kita juga tingkatkan mutu ujian sekolah dengan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk beberapa mata pelajaran. Kemendikbud juga akan memperluas pelaksanaan ujian berbasis komputer,” disampaikan Mendikbud kepada para Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota di Plaza Insan Berprestasi.

Mendikbud juga menyampaikan nantinya soal-soal USBN akan dibuat oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) sebagai organisasi profesi. Adapun soal tersebut akan dibuat dengan perpaduan soal yang dibuat oleh guru dan soal jangkar dari pusat sebesar 20 sampai dengan 25 persen.

Adapun mata pelajaran (mapel) yang akan diujikan pada UN tahun 2017, untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) diantaranya Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam. Untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) ditambahkan satu mata pelajaran sesuai dengan jurusan/peminatan siswa, sedangkan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ditambahkan uji teori kejuruan sesuai dengan bidangnya.

Sementara untuk USBN, mata pelajaran yang diujikan adalah Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Untuk SMP/MTs ditambahkan mapel Ilmu Pengetahuan Sosial. Untuk SMA/MA, terdapat juga mapel Sejarah dan tiga mapel sesuai program studi yang diambil siswa, seperti Fisika, Kimia, Biologi; untuk jurusan/peminatan IPA, Ekonomi, Geografi, Sosiologi untuk jurusan/peminatan IPS, dan Bahasa dan Sastra Indonesia, Antropologi, Bahasa Asing untuk jurusan/peminatan Bahasa. Sementara untuk siswa SMK, terdapat uji keterampilan komputer.

Penyelenggaraan UN dijadwalkan pada bulan April sampai dengan Mei tahun 2017, dengan rincian untuk SMK pada tanggal 3 sampai dengan 6 April 2017. Untuk SMA/MA pada tanggal 10 sampai dengan 13 April. UN untuk SMP/MTs dirancang dalam dua gelombang, yang pertama dijadwalkan pada tanggal 2, 3, 4, dan 15 Mei. Sedangkan untuk gelombang kedua dijadwalkan pada tanggal 8, 9, 10, 16 Mei.

"Penyebab utama usulan moratorium UN itu adalah dampak negatif dari UN yang mereduksi hakikat pendidikan dan menyebabkan banyak pelaku pendidikan tergoda berbuat tidak jujur. Pekerjaan kita sekarang ini adalah bagaimana mengurangi dampak negatif dalam pelaksanaan UN. Kita harus menyelenggarakan UN dengan jujur dan berintegritas," ungkap Menteri Muhadjir.

Ketua BSNP, Erica Laconi menyampaikan bahwa penyelenggaraan UN tahun 2017 mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015, sehingga UN tidak lagi digunakan untuk kelulusan dari satuan pendidikan. Ke depan, BSNP akan segera mengeluarkan Prosedur Operasi Standar (POS) Pelaksanaan UN tahun 2017.

Kabalitbang menyampaikan perlunya kerja sama khususnya resource sharing dalam penggunaan komputer. Saat ini telah terdata sebanyak 12.053 sekolah/madrasah dengan kapasitas total 2.188.947 siswa siap menjadi tempat pelaksana UNBK. Dengan jadwal UN SMK, SMA/MA, dan SMP/MTs yang berjalan tidak bersamaan, komputer dapat digunakan bergantian. “Sekolah/Madrasah dengan jumlah komputer lebih dari 20 buah dan memiliki server dapat ditetapkan menjadi tempat pelaksanaan UNBK. Nanti Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota menetapkan tempat ujian bagi siswa dari sekolah yang belum memiliki fasilitas berdasar kedekatan jarak antar sekolah,” ujar Totok.

Dirjen Dikdasmen berpesan agar Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota segera menetapkan sekolah-sekolah penyelenggara UNBK dan merancang pengindukan sekolah-sekolah yg belum memiliki fasilitas UNBK. “Paling lambat 15 Januari 2017 sudah harus dipastikan agar persiapan selanjutnya seperti pelatihan proktor, uji coba, dan simulasi dapat dilakukan dengan baik,” tambah Hamid.

Sementara Ditjen GTK, menyampaikan bahwa pelatihan guru-guru yg akan menjadi pelatih dalam penyiapan soal USBN oleh guru-guru yang tergabung dalam MGMP sudah mulai dilakukan. Demikian pula penulisan kisi-kisi ujian. Dirjen Pranata berharap para kepala Dinas segera mengidentifikasi dan mendata KKG dan MGMP yang ada di provinsinya masing-masing agar dapat dilakukan pembinaan dan penguatan oleh Dirjen GTK.


 
Share:

Senin, 19 Desember 2016

Ujian Nasional (UN) Tetap Dilanjutkan dengan Perbaikan

Presiden Joko Widodo memutuskan Ujian Nasional (UN) tetap dilanjutkan. Keputusan itu diambil Jokowi usai memimpin rapat terbatas yang khusus membahas soal evaluasi UN di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/12).

"Presiden memutuskan Ujian Nasional tetap diadakan," ucap Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dalam konferensi pers yang digelar usai rapat.

Namun begitu, ia memastikan bahwa UN tahun depan akan dijalankan dengan sejumlah perbaikan. Salah satu perbaikan itu, menurut Pramono, dengan peningkatan kapasitas guru sehingga kualitas pendidikan diharapkan ikut meningkat.

​"Harapannya Ujian Nasional ini bisa menjadi patokan​ untuk kemajuan para siswa kita di kemudian hari," ujarnya.​

Lebih lanjut, Pramono mengatakan bahwa laporan dari Programme Internationale for Student Assesment (PISA) menjadi salah satu pertimbangan Presiden sehingga akhirnya memutuskan untuk melanjutkan UN.  ​Dalam laporan yang dikeluarkan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD)​ tersebut, Indonesia disebut mengalami peningkatan prestasi dalam sejumlah bidang ilmu dalam tiga tahun terakhir. Sehingga, pemerintah menyimpulkan bahwa sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia sudah pada jalur yang tepat.​​

​Saat membuka rapat terbatas, ​Presiden menyebut prestasi Indonesia di bidang sains dan tingkat literasi meningkat, berdasarkan laporan PISA​. Meski tak menjelaskan seperti apa peningkatannya, ​Ia​ mengatakan ranking Indonesia dalam laporan tersebut melompat cukup signifikan.

"Kalau tren ini berlanjut, maka diperkirakan tahun 2030 pendidikan di Indonesia akan setara dengan negara-negara di OECD," ujar Jokowi​.

Jokowi cukup bangga dengan pencapaian tersebut karena menurutnya negara-negara lain justru mengalami penurunan skor.


 
Share:

Jumat, 16 September 2016

Pramuka Akan Jadi Kegiatan Kokurikuler Dukung Pendidikan Karakter

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault mengatakan, Gerakan Pramuka akan berada di bawah binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), sehingga tidak lagi di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Rencana itu ditanggapi dengan positif oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Ia mengatakan, dengan pindahnya Pramuka menjadi organisasi binaan Kemendikbud, ke depannya kegiatan Pramuka akan menjadi kegiatan kokurikuler, tidak lagi kegiatan ekstrakurikuler.

“Kalau kokurikuler ya sudah wajib diikuti (siswa). Kalau sekarang kan masih ekstrakurikuler, terserah siswa mau ikut atau tidak,” kata Mendikbud usai pelantikan Satuan Karya Widaya Budaya Bakti di Graha Utama Kemendikbud, Jakarta, (15/9/2016).

Mendikbud mengatakan, Gerakan Pramuka erat kaitannya dengan pendidikan karakter. Kegiatan Pramuka di sekolah dapat membentuk kepribadian dan watak siswa yang mandiri, disiplin, memiliki kecakapan hidup, berbudi luhur, dan berkepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai bangsa.

Ia juga menuturkan, jika Pramuka sudah resmi menjadi organisasi di bawah binaan Kemendikbud, maka koordinasi dan sinkronisasi antara program-program Gerakan Pramuka dengan program penguatan pendidikan karakter yang sedang dirumuskan Kemendikbud akan menjadi lebih mudah.

“Sekarang sedang digodok. Nanti kita lihat organisasi kurikulumnya. Mulai dari naskah akademik, lalu bagaimana nanti piloting atau uji cobanya,” tutur Mendikbud.

Sebelumnya, di kesempatan yang sama, Adhyaksa Dault mengatakan, berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, institusi pemerintah yang membina Gerakan Pramuka adalah kementerian yang membawahi bidang kepemudaan, yaitu Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Karena itu Kwarnas Gerakan Pramuka akan mengajukan usulan perubahan konten UU Nomor 12 tahun 2010, agar Gerakan Pramuka berada di bawah binaan Kemendikbud. “Saat ini bidang hukum di Kwarnas sedang menyusunnya,” ujar mantan Menpora itu.


Share:

Kamis, 08 September 2016

Lomba Penulisan KIR dan Ceris, Ditutup 04 November 2016

lomba menulis

Dalam rangka menumbuhkembangkan minat, bakat, dan kreativitas siswa dalam bidang menulis dan penelitian tentang Pendidikan Agama Islam (PAI) dan terlebih lagi meningkatkan mutu Pendidikan Agama Islam di sekolah khusunya di SMK (Sekolah Menengah Atas) dan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), maka Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI menggelar 2 perhelatan kreativitas yaitu lomba Penulisan Karya Ilmiah Remaja (KIR) dan Lomba Cerita Islami (Ceris) bagi siswa-siswi SMA/SMK tingkat nasional.

“Lomba menulis dan bercerita tentang Pendidikan Agama Islam dikalangan pelajar SMK/SMA ini juga bermaksud menumbuhkan sikap bersaing positif, memotivasi untuk berprestasi, mewujudkan religius culture di sekolah, serta memperkuat ukhuwwah Islamiyah–basyariyah dikalangan mereka – wathoniyah dalam bernegara dan berbangsa,” jelas Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin, dalam keterangan tertulisnya (25/04/2016).

Mengenai ketentuan lombanya, panjang tulisan 25 halaman (KIR), 40 Halaman (Ceris), ditulis dalam A4 1,5 spasi, font Times New Roman 12, margin 3-2-2-2. Untuk tema KIR adalah “Generasi Islam yang Ramah” sedangkan Ceris yaitu “Indahnya Keberagaman”. Kemudian karya dikirim ke “Sub Direktorat PAI SMA, Direktorat PAI Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta Pusat 10110”. Untuk Lomba KIR tertuju ke : Panitia Lomba Penulisan Karya Ilmiah Remaja (KIR) Pendidikan Agama Islam Siswa SMA/SMK Tahun 2016. Sedangkan untuk Ceris ke Panitia Lomba Penulisan Cerita Remaja Islam (Ceris) Siswa SMA/SMK Tahun 2016.

Selain dikirim berupa hard copy paling lambat 04 November 2016, soft copy nya dikirim via E-Mail ke kompetisipai@gmail.com. Untuk Ceris bersubject Ceris – Nama Peserta. Untuk KIR bersubject KIR – Nama Peserta. Dalam hard copy –nya juga harus disertakan kartu pelajar, surat pengantar dari sekolah dan nomor telepon yang mudah dihubungi.

Lomba yang tidak dipungut biaya alias gratis ini akan diberikan hadiah bagi para pemenangnya yaitu ; Juara I (17,5juta); Juara II (15,5juta) dan Juara III (13,5juta). Sedangkan Juara Harapan I (11,5juta); Juara Harapan II (9,5juta); dan Juara Harapan III (7,5juta). (@viva_tnu)



Share:

Senin, 05 September 2016

Target Kemendikbud Dalam Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2017

Dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kompetitif, dan berkarakter, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus berupaya melakukan pengembangan pendidikan dan kebudayaan dengan merujuk pada Nawacita yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019, yakni peningkatan kualitas hidup, revolusi karakter bangsa, peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, serta memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.

Arah kebijakan pembangunan pendidikan tahun 2017, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI, Kamis malam (01/09/2016), di ruang rapat Komisi X DPR RI, Senayan, Jakarta. Terdapat tujuh arah kebijakan pembangunan pendidikan tahun 2017, yakni memenuhi pembiayaan kegiatan prioritas nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2017 untuk pencapaian Nawacita.

“Penekanan pada upaya peningkatan kualitas pembelajaran di semua jenjang dan jalur pendidikan, baik negeri maupun swasta, dengan kesenjangan kualitas yang semakin kecil,” tutur Mendikbud saat menyampaikan arahan kebijakan pendidikan kedua didepan 38 orang anggota Komisi X DPR RI kemarin malam.

Arah kebijakan pendidikan selanjutnya adalah memberikan perhatian lebih besar pada daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T), memastikan masyarakat miskin dan kelompok marjinal lebih mudah mengakses layanan pendidikan dengan memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender, memanfaatkan anggaran pembangunan pendidikan semaksimal mungkin dirasakan oleh masyarakat, memastikan keterlibatan publik secara maksimal, dan memperkuat tata kelola pembangunan pendidikan dan kebudayaan, termasuk pelaksanaan anggaran secara transparan dan akuntabel.                 

Selain menyampaikan arah kebijakan pembangunan pendidikan, Mendikbud juga menyampaikan tujuh arahan kebijakan pembangunan kebudayaan tahun 2017. Arah kebijakan tersebut adalah meningkatkan pemahaman publik akan arti penting dari nilai-nilai luhur sejarah dan budaya bangsa dan relevansinya bagi kehidupan masakini di berbagai sektor, dan bekerjasama dengan berbagai kementerian dan lembaga baik dalam negeri dan lembaga negara lain untuk meningkatkan toleransi dan meredam kekerasan sektarian.

Kemudian meningkatkan pendidikan seni dan budaya sejak usia dini dan menyediakan sarana dan prasarana kesenian baik untuk keperluan produksi maupun apresiasi, mengembangkan sistem registrasi dan pengelolaan warisan budaya yang efektif, membuka pusat-pusat kegiatan seni dan budaya (rumah budaya) di daerah pinggiran, meningkatkan promosi budaya antar daerah. “Kami juga akan mengembangkan indeks pembanguan manusia (IPM/HDI) untuk mengukur pencapaian pembangunan manusia di bidang kebudayaan,” ujar Mendikbud.

Dengan membuat arah kebijakan, maka target dan sasaran pendidikan dan kebudayaan dapat ditentukan. Terdapat enam target dan sasaran pendidikan dan kebudayaan, pertama yakni penguatan pelaku pendidikan yang berdaya. Penguatan pelaku pendidikan ini Kemendikbud akan meningkatkan kompetensi, kinerja dan apresiasi terhadap pendidik dan tenaga kependidikan, kemitraan dan penguatan peran orangtua, pelibatan masyarakat dalam aktivitas pendidikan. “Untuk mewujudkan Nawacita dalam revolusi karakter bangsa, kami akan meningkatkan pendidikan kewarganegaraan dan karakter bangsa,” kata Mendikbud.

Target dan sasaran pendidikan dan kebudayaan kedua adalah meningkatkan akses pendidikan. Untuk peningkatan akses pendidikan, target Kemdikbud tahun 2017 adalah memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada 17,9 juta siswa, membangun 210 unit sekolah baru, membangun 2.500 ruang kelas baru, merehabilitasi 41 ribu ruang kelas, merenovasi 294 sekolah, membangun 2.140 laboratorium atau ruang praktek, dan membangun 1.332 perpustakaan.

Selanjutnya untuk target dan sasaran pendidikan dan kebudayaan ketiga adalah membantu peningkatan kualifikasi kepada 14 ribu guru, memberikan insentif guru Non-PNS kepada 116 ribu guru, memberikan tunjangan khusus kepada 24 ribu guru, menyediakan 796 ribu guru pembelajar, menyediakan 14 ribu bantuan peralatan pendidikan, melakukan sertifikasi kepada 100 ribu guru, memberikan bantuan keaksaraan kepada 96 ribu orang, sebanyak 3.500 guru akan mengajar di daerah terdepan/GGD, 7,6 juta siswa akan mengikuti Ujian Nasional, melakukan pendampingan kepada 74 ribu sekolah dalam pelaksanaan Kurikulum 2013, mengakreditasi 40 ribu sekolah dan lembaga.

Target dan sasaran pendidikan dan kebudayaan keempat adalah peningkatan dan penguatan pelestarian dan diplomasi budaya. Pada target dan sasaran keempat ini Kemendikbud akan mengembangkan insentif khusus untuk memperkenalkan dan mengangkat budaya lokal, meningkatkan proses pertukaran budaya untuk kemajemukan sebagai kekuatan budaya.

“Kita juga akan melestarikan atau meregistrasi 13 ribu cagar budaya, membangun dan merevitalisasi 122 museum, merevitalisasi 75 desa adat, memberikan bantuan kepada 175 komunitas budaya dan sejarah, dan memberikan bantuan alat kesenian kepada 100 sekolah,” jelas Mendikbud.

Kemudian target dan sasaran pendidikan dan kebudayaan kelima adalah peningkatan dan penguatan pengembangan, pembinaan, dan perlindungan bahasa. Pada target dan sasaran ini Kemendikbud akan mempercepat pengembangan kosakata, pengembangan literasi sekolah, pengembangan laboratorium kebhinekaan, dan menyebarluaskan bahasa negara. “Sebanyak 220 pengajar BIPA akan dikirimkan ke luar negeri, dan akan menambahkan sebanyak 36.400 Lema,” jelas Mendikbud.

Terakhir, target dan sasaran pendidikan dan kebudayaan keenam adalah penguatan tata kelola dan partisipasi publik. Target Kemendikbud pada tahun 2017 akan mempertahankan opini BPK yakni Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Mendapatkan nilai Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 80, dan mendapatkan nilai indeks kepuasan pemangku kepentingan 77.

“Beberapa kegiatan prioritas untuk mendukung penguatan tata kelola dan partisipasi publik akan melakukan penguatan terhadap pengawasan internal melalui Satuan Pengawas Internal, Meningkatkan kualitas pengelola keuangan, Penguatan e-Procurement, e-Office, simkeu, e-planning, simbaja, dan peningkatan layanan Unit Layanan Terpadu,” pungkas Mendikbud.

Share:

Kamis, 02 Juni 2016

Ujian Nasional Perbaikan tahun 2016 (UNP) Khusus SMA/MA, SMK & Paket C

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Bagi Siswa/siswi SMA/MA, SMK & Paket C yang ingin mengikuti Ujian Nasional Perbaikan tahun 2016 (UNP), silakan daftar melalui unp.kemdikbud.go.id.

Petunjuk Pendaftaran :
  1. Sebelum mendaftar, Anda harus memiliki Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN)/Surat Keterangan Hasil Ujian dari sekolah tahun pelajaran 2014/2015 dan 2015/2016.
  2. Pilih jenis sekolah yang Anda tempuh.
  3. Pilih provinsi tempat sekolah asal Anda.
  4. Masukkan nomor peserta Ujian Nasional Anda sesuai dengan kartu peserta Ujian Nasional 2014/2015 dan 2015/2016 atau nomor peserta di dalam SHUN.
    Contoh:
    • 01-001-001-8 (dalam kartu peserta UN).
    • 3-15-99-11-222-333-4 (dalam SHUN).
    • 3-16-99-11-222-333-4 (dalam SHUN).
  5. Masukkan tanggal lahir Anda sesuai kartu peserta Ujian Nasional. Contoh: 31-12-1997
  6. Pilih Daftar.
  7. Apabila terjadi kesalahan dalam pengisian, mohon perhatikan pesan yang muncul di atas form pengisian.


 DAFTAR PESERTA UNP 2016


Sumber : Kemendikbud RI
Share:

Selasa, 03 Mei 2016

APLIKASI NILAI IJAZAH, SKL & SKKB KELAS 6 MADRASAH IBTIDAIYAH

Assalamu'alaikum.

Bapak / Ibu guru berikut adalah aplikasi penilaian untuk penulisan Ijazah, Surat Keterangan Lulus (SKL) dan Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB) yang biasa digunakan untul Kelas 6 MI sebagai persyaratan kelulusan.

Bapak / Ibu guru tinggal memasukan Data Umum (nama madrasah, nama kamad, alamat madrasah, dll), Data Siswa (No. Induk, NISN, No. Peserta, Nama, dll), Input Nilai, dan lain-lain.

Nilai Ijazah, SKL dan SKKB secara otomatis langsung tertulis di aplikasi ini setelah memasukan Data Umum, Data Siswa, Input Nilai.

Silahkan Daownload Aplikasi Penilaian Kelulusan Dan Penulisan Ijazah, semoga bermanfaat.



DOWNLOAD APLIKAS

Share:

Kamis, 31 Maret 2016

Ujian Nasional 
 
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sampai saat ini terdapat sejumlah sekolah di Indonesia yang masih menggunakan Kurikulum 2006. Namun beberapa sekolah lainnya juga sudah ada yang menerapkan Kurikulum 2013 (K-13).

 Meski terdapat perbedaan dalam hal ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan tidak ada perbedaan soal Ujian Nasional (UN).
"Yang diukur capaian kompetensi kelulusannya," ungkap Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Kemendikbud, Nizam kepada wartawan di Gedung C, Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Senin (28/3). Menurutnya, perbedaan di kedua kurikulum ini hanya pada pembelajaraan atau praktiknya saja.

Nizam juga menambahkan, tingkat kesulitan soal antara UNBK dan UN Kertas Pensil (UNKP) juga sama. Keberagaman soal di dua jenis UN ini, dia melanjutkan, juga sangat banyak. Oleh sebab itu, tingkat kecurangannya pun diharapkan bisa berkurang dibanding tahun lalu.

Sebagai informasi, penyelengaraan UN termasuk UNBK dan UN Kertas Pensil (UNKP) di SMA akan dilaksanakan 4 – 6 April 2016 sedangkan SMK hingga 7 April. Ujian susulan pada tingkatan ini akan dilakukan pada 11 – 13 April sedangkan SMK sampai 14 April.

Selanjutnya pada tingkat SMP/sederajat akan diselenggarakan pada 9 – 12 Mei 2016. Sementara UN susulannya akan dilaksanakan pada 16-19 Mei 2016.

Sementara itu, Nizam juga menambahkan, sekitar 900 ribuan siswa dipastikan akan mengikuti UNBK 2016. Angka tersebut terdiri dari 144.992 di tingkat SMP dan 11.971 siswa Mts.
Pada tingkat SMA terdapat 284.114 siswa, 19.342 di Madrasah Aliyah (MA) dan 498.830 di SMK. Selanjutnya sebanyak 287 siswa mengikuti UNBK di SMP Terbuka.

Sumber : http://nasional.republika.co.id

 
Share:

Rabu, 24 Februari 2016

Cek NISN Peserta Didik Kelas Akhir 2015/2016 di Emis SDM

Bagi peserta didik kelas akhir yang tidak punya NISN, silahkan cek http://emispendis.kemenag.go.id/emis_sdm di bagian "Rupa-rupa". Klik dan dibawah ada pilihan NISN (Kelas Akhir 15/16). Disana akan tercantum nama dan NISN BARU untuk peserta didik TINGKAT AKHIR YANG BELUM MEMPUNYAI NISN.

LINK :
http://emispendis.kemenag.go.id/emis_sdm
Share:

Sabtu, 30 Januari 2016

POS dan Kisi-Kisi UAMBN MI-MTs-MA 2015/2016


POS dan Kisi-Kisi UAMBN MI-MTs-MA [2015-2016] – Bahwa untuk mengetahui hasil belajar peserta didik dan meningkatkan mutu pendidikan Agama Islam yang meliputi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab pada Madrasah Ibtidaiyah Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah maka diselenggarakan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional;

Diharapkan dengan terbitnya POS dan Kisi-Kisi UAMBN MI-MTs-MA [2015-2016], dapat menjadi acuan semua pihak dalam penyelenggaraan UAMBN tahun pelajaran 2015/2016.

POS dan Kisi-Kisi UAMBN MI-MTs-MA [2015-2016] Silahkan Download semua. Bagi yang membutuhkan POS dan Kisi-Kisi UAMBN MI-MTs-MA [2015-2016] silahkan Pilih aja sesuai kebutuhan saudara-saudara sekalian, pada link di bawah ini :

POS UAMBN 2015-2016
KISI-KISI UAMBN 2015-2016   
Share:

Postingan Populer