Blog informasi seputar dunia pendidikan

Tampilkan postingan dengan label BOS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BOS. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 November 2020

Aplikasi BOS Kemenag

Aplikasi BOS Kemenag versi 1.0 dikembangkan dalam rangka penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik yang transparan dan akuntable dalam pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah di Lingkungan Madrasah.



Bantuan Operasional Pendidikan Raudlatul Athfal (BOP) dan Bantuan Operasional Sekolah pada Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah dan Madrasah Aliyah Kejuruan (BOS) mempunyai kontribusi penting terhadap peningkatan akses pendidikan di Indonesia. Alokasi anggaran BOP dan BOS yang meningkat dari tahun ke tahun sejak tahun 2005 secara umum belum mampu meningkatkan mutu pendidikan nasional secara signifikan, termasuk di madrasah.


Kementerian Agama sejak tahun 2009 telah melakukan perubahan tujuan, pendekatan dan orientasi program BOP dan BOS yang tidak hanya berorientasi pada perluasan akses, melainkan juga peningkatan mutu pembelajaran di madrasah. Dalam konteks ini, BOP dan BOS diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen efektif untuk peningkatan mutu pembelajaran siswa.


Alur Penggunaan Portal BOS dirumuskan berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6012 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah Pada Madrasah Tahun Anggaran 2020


1. Login Portal BOS Menggunakan Akun Emis Pendis
2. Membuat Perjanjian Kerjasama
3. Mengupload Dokumen Persyaratan dan Ajukan Validasi
4. Mencetak Bukti Tanda Terima Telah Mengupload Dokumen Persyaratan
5. Selesai
6. Madrasah Melaporkan Penggunaan Dana BOS Via Portal BOS
7. Bank Melakukan Verifikasi Dan Mencairkan Dana Bantuan
8. Datang ke Bank Dengan Membawa Dokumen Persyaratan dan Bukti Tanda Terima


Link Download :


Share:

Kamis, 14 Februari 2019

Petunjuk Teknis (Juknis) BOS Madrasah Tahun 2019

Juknis BOS Madrasah tahun 2019 yang dinanti-nanti sebagai dasar pencairan dan pedoman pelaksanaan Bantuan Operasional Sekolah pada madrasah akhirnya dirilis untuk umum. Adalah Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 511 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Bantuan Sekolah Pada Madrasah Tahun 2019 yang diteken per 25 Januari 2019.

SK Dirjen Pendis ini menjadi dasar regulasi dan acuan dalam pelaksanaan Bantuan Operasional Sekolah pada Madrasah di bawah naungan Kementerian Agama di tahun anggaran 2019 yang sudah berlangsung dua bulanan ini.



Bantuan Operasional Sekolah atau biasa disingkat dengan BOS adalah program pemerintah dalam penyediaan pendanaan biaya operasional non personalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar. Biaya non personalia ini antara lain biaya untuk bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan biaya tidak langsung berupa daya, air, jasa, telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dll. Meski demikian terdapat juga beberapa jenis pembiayaan personalia yang boleh didanai dengan BOS. Dengan pemberian dana BOS ini diharapkan meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan yang bermutu.

Juknis BOS 2019

1. Besar Biaya Satuan BOS 2019 Tetap

Sebagaimana ayo madrasah kutip dari Juknis BOS Madrasah 2019, besar biaya satuan BOS 2019 tidak mengalami perubahan dibanding tahun sebelumnya. Jumlah yang diterima madrasah, dihitung berdasarkan jumlah siswa dengan ketentuan:

Rp. 800.000,- / siswa / tahun bagi Madrasah Ibtidaiyah (MI)
Rp. 1.000.000,- / siswa / tahun bagi Madrasah Tsanawiyah (MTs)
Rp. 1.400.000,- / siswa / tahun bagi Madrasah Aliyah (MA)

Pun terkait dengan waktu penyaluran dana BOS. Pada tahun anggaran 2019, dana BOS akan diberikan selama 12 bulan untuk periode Januari sampai Desember 2019, yaitu semester 2 tahun pelajaran 2018/2019 dan semester 1 tahun pelajaran 2019/2020. Penyaluran dana BOS untuk madrasah swasta dilakukan secara dua tahap (setiap semester).

Secara garis besar tidak terdapat perubahan mencolok dari Petunjuk Teknis BOS Madrasah 2019 dibanding Juknis BOS 2018.

2. Download Juknis BOS Madrasah 2019

Bagi madrasah, memiliki juknis BOS 2019 adalah keniscayaan. Karena selain mengatur tata kelola Bantuan Operasional Sekolah, Juknis BOS Madrasah Tahun 2019 juga melampirkan contoh berbagai formulir yang diperlukan dalam pengelolaan BOS hingga di tingkat madrasah.

Untuk itu, silakan unduh Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 511 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Bantuan Sekolah Pada Madrasah Tahun 2019.

Juknis BOS Madrasah 2019 (UNDUH DI SINI)

Keterangan: File SK Dirjen tentang Juknis BOS yang kami unggah, merupakan SK resmi yang telah dibubuhi tandatangan Direktur Jenderan Pendis dan berstempel.

Dengan memiliki dan menggunakan Juknis BOS Madrasah 2019 sebagai pedoman pengelolaan bantuan operasional sekolah di madrasah masing-masing diharapkan mampu meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan Bantuan Operasional Sekolah sekaligus memperlancar proses pelaksanaan bantuan pada madrasah hingga lebih tepat prosedur, tepat waktu, dan tepat guna.

Sumber : ayomadrasah.blogspot.com
Share:

Jumat, 14 September 2018

APLIKASI SIBOS PINTAR KEMENTRIAN AGAMA

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama melalui Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah (KSKK Madrasah) meluncurkan satu lagi aplikasi untuk madrasah. Namanya adalah SIBOS PINTAR. SIBOS PINTAR merupakan akronim dari Sistem Informasi Bantuan Operasional Sekolah dan Program Indonesia Pintar.

Sesuai namanya, aplikasi SIBOS PINTAR adalah aplikasi desktop online untuk melakukan pendataan peserta didik madrasah sebagai basis perencanaan anggaran dan kuota BOS per madrasah. Selain itu juga dalam rangka penyaluran bantuan PIP untuk siswa madrasah. 

Melalui Surat Direktorat Pendidikan Islam Nomor 1308/Dj.i.i/Dt.I.I.4/HM.01/09/2018 tertanggal 5 September 2018, tentang Pemutakhiran Data Peserta Didik Madrasah Melalui Aplikasi SIBOS PINTAR, madrasah diharapkan dapat melakukan pemutakhiran data dalam waktu yang cukup singkat. Batas waktu pengerjaannya adalah tanggal 30 September 2018.

Oleh karena itu, meski belum mendapatkan instruksi resmi dari Penmad Kota Tangerang Selatan, madrasah tidak ada salahnya untuk segera melakukan pemutakhiran data peserta didik dengan menggunakan aplikasi SIBOS PINTAR ini. Tentu, dengan melakukan persiapan dan pemutakhiran lebih awal akan lebih baik ketimbang menunggu instruksi resmi sedangkankan batas waktu yang disediakan cukup singkat.


Aplikasi SIBOS PINTAR

Sebenarnya basis data BOS dan PIP diharapkan dapat dipenuhi dari EMIS. Namun dengan berbagai kendala yang dihadapi aplikasi online Emis, membuat kebutuhan akan basis data BOS dan PIP jadi terganggu. Bahkan untuk tahun pelajaran ini pun aplikasi online emis belum diluncurkan. Padahal tentu, kebutuhan basis data BOS dan PIP dibutuhkan dalam waktu yang cepat. Oleh karenanya, kehadiran SIBOS PINTAR diharapkan bisa menjadi solusi terbaik.



1. Unduh Aplikasi SIBOS PINTAR


Aplikasi SIBOS PINTAR merupakan aplikasi desktop online yang harus diinstal ke komputer dan terkoneksi dengan internet. Untuk itu, sebelum menggunakannya, madrasah harus mengunduh instaler aplikasi tersebut dan menginstalnya ke komputer.

Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah (KSKK Madrasah) telah menyediakan file instaler beserta dengan panduan dalam bentuk PDF dan video di situs resminya. Namun sebagaimana dialami ayo madrasah, url download yang disedikan kerap kali tidak dapat dibuka.


Oleh karena itu, ayo madrasah menyediakan mirror download aplikasi SIBOS PINTAR beserta dengan panduan penggunaannya. Sila unduh di bawah ini

-  Aplikasi SIBOS PINTAR, UNDUH DI SINI 
-  Panduan Penggunaan SIBOS PINTAR, UNDUH DI SINI
-  Surat Dirjen Pendis Pemutakhiran Data Peserta Didik Madrasah Melalui Aplikasi 
   SIBOS PINTAR, UNDUH DI SINI.

2. Cara Instalasi Aplikasi SIBOS PINTAR

Setelah mengunduh aplikasi SIBOS PINTAR, silakan lakukan instalasi dengan cara:

  1. Buka folder Aplikasi Setup SIBOS_PINTAR_2018_09_13
  2. Ekstrak dengan menggunakan WinRar, Zip, 7Zip, atau sejenisnya
  3. Buka folder hasil ekstrak
  4. Klik dua kali pada file Setup atau SetupSIBOSPINTAR untuk mulai mengintal
  5. Aplikasi mulai diinstal, ikuti perintah yang muncul.

3. Membuka Aplikasi SIBOS PINTAR


Pengalaman ayo madrasah ketika melakukan instalasi aplikasi SIBOS PINTAR, ternyata aplikasi ini tidak membuat shortcut otomatis baik di desktop ataupun di start menu windows. Sehingga bisa jadi akan menyulitkan ketika hendak membuka aplikasi ini.

Untuk menyiasatinya, agar shortcut aplikasi dapat muncul di desktop adalah:

- Klik Start
- Pada kolom "Search program and files" ketik SIBOS
- Muncul aplikasi SIBOS PINTAR
- Klik aplikasi SIBOS PINTAR untuk langsung membuka
- Sedang jika ingin membuatkan shortcut, klik kanan aplikasi SIBOS PINTAR lalu klik "Send to", 
   klik "Desktop (create shortcut)" atau klik "Pin to start menu" atau "Pin to taskbar"
- Aplikasi SIBOS PINTAR muncul di desktop


Halaman login SIBOS PINTAR

4. Cara Menggunakan Aplikasi SIBOS PINTAR


Saat terbuka, aplikasi SIBOS PINTAR akan menampilkan jendela login. Bagi pengguna tingkat madrasah, login ke aplikasi ini dengan menggunakan UserID NSM dan password User12345.

Nantinya setelah berhasil login, pengguna dapat mengubah password tersebut dan menambahkan pengguna baru.

Berikut Video tutorial cara instal dan login di Sibos Pintar


Sedangkan untuk cara penggunaan fitur-fitur yang tersedia, bisa menyimak Panduan SIBOS PINTAR yang dapat diunduh di atas. Dalam panduan tersebut memuat panduan untuk admin pusat, admin kanwil, admin kabupaten/kota, hingga admin madrasah.


Sumber : ayomadrasah.blogspot.com


Share:

Rabu, 25 Januari 2017

Madrasah Boleh Tarik Dana Dari Masyarakat


Kementerian Agama secara resmi menetapkan aturan baru yang memperbolehkan madrasah baik swasta maupun negeri menarik dana dari masyarakat maupun dari orang tua/wali murid. Sekretaris Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Sesditjen Pendis) Kementerian Agama, Isom Yusqi, mengatakan madrasah boleh memungut dana dari masyarakat meski mendapat Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah.

Melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 66 Tahun 2016, terang Isom, tujuan diperbolehkannya dana masyarakat yang masuk ke madrasah adalah dalam rangka mengoptimalkan penyelenggaraan pendidikan madrasah. "Dana masyarakat dimaksudkan untuk peningkatan akses, mutu, dan daya saing serta relevansi madrasah," terang guru besar IAIN Ternate ini di ruang kerjanya, Selasa (24/01/2017).

Melalui PMA yang ditandatangani Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin pada 29 Desember 2016 ini, Sesditjen Pendis kembali menegaskan bahwa dana dari masyarakat tersebut harus dikelola oleh Komite Madrasah dan dipergunakan semuanya demi kepentingan pendidikan di madrasah yang bersangkutan.

"Pembiayaan madrasah dari masyarakat harus fokus dipergunakan untuk: pertama, menutupi kekurangan biaya pendidikan dari pemerintah; kedua, kegiatan peningkatan mutu pendidikan yang tidak dianggarkan pemerintah; ketiga, honor guru untuk kegiatan ekstra kurikuler; keempat, pembayaran guru honorer (Non-PNS); kelima, pengadaan sarana dan prasarana; keenam, living cost murid berasrama; ketujuh, beasiswa murid berprestasi; dan kedelapan, menunjang peningkatan akses, mutu dan daya saing," ujar alumnus pesantren salafiyah di Malang-Jawa Timur ini.

PMA No. 66 Tahun 2016 yang tercatat dalam Berita Nomor 2101 Tahun 2016 ini, sambung Isom, ada juga hal yang harus diperhatikan, yaitu tentang hal-hal yang dilarang/tidak boleh dilakukan terkait dengan penarikan dan pentasharufannya. 

"Hal tersebut adalah pertama, tidak dibebankan untuk wali murid yang tidak mampu. Kedua, pembiayaan digunakan untuk tolok ukur penerimaan siswa baru, hasil belajar murid dan kelulusan. Ketiga, digunakan untuk kesejahteraan komite dan lembaga/sekolah," pungkas Isom.



 
Share:

Senin, 19 Desember 2016

Ujian Nasional (UN) Tetap Dilanjutkan dengan Perbaikan

Presiden Joko Widodo memutuskan Ujian Nasional (UN) tetap dilanjutkan. Keputusan itu diambil Jokowi usai memimpin rapat terbatas yang khusus membahas soal evaluasi UN di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/12).

"Presiden memutuskan Ujian Nasional tetap diadakan," ucap Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dalam konferensi pers yang digelar usai rapat.

Namun begitu, ia memastikan bahwa UN tahun depan akan dijalankan dengan sejumlah perbaikan. Salah satu perbaikan itu, menurut Pramono, dengan peningkatan kapasitas guru sehingga kualitas pendidikan diharapkan ikut meningkat.

​"Harapannya Ujian Nasional ini bisa menjadi patokan​ untuk kemajuan para siswa kita di kemudian hari," ujarnya.​

Lebih lanjut, Pramono mengatakan bahwa laporan dari Programme Internationale for Student Assesment (PISA) menjadi salah satu pertimbangan Presiden sehingga akhirnya memutuskan untuk melanjutkan UN.  ​Dalam laporan yang dikeluarkan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD)​ tersebut, Indonesia disebut mengalami peningkatan prestasi dalam sejumlah bidang ilmu dalam tiga tahun terakhir. Sehingga, pemerintah menyimpulkan bahwa sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia sudah pada jalur yang tepat.​​

​Saat membuka rapat terbatas, ​Presiden menyebut prestasi Indonesia di bidang sains dan tingkat literasi meningkat, berdasarkan laporan PISA​. Meski tak menjelaskan seperti apa peningkatannya, ​Ia​ mengatakan ranking Indonesia dalam laporan tersebut melompat cukup signifikan.

"Kalau tren ini berlanjut, maka diperkirakan tahun 2030 pendidikan di Indonesia akan setara dengan negara-negara di OECD," ujar Jokowi​.

Jokowi cukup bangga dengan pencapaian tersebut karena menurutnya negara-negara lain justru mengalami penurunan skor.


 
Share:

Sabtu, 29 Oktober 2016

Para Guru, Inilah 7 Kunci Mencerdaskan Murid

 Ilustrasi proses belajar mengajar di kelas.

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto, Jawa Timur Dr. KH Asep Saifuddin Abdul Chalim menyebutkan sejumlah tips agar murid-murid sukses dalam menyerap ilmu pengetahuan.

Menurut Kiai Asep, kunci pertama adalah al-jiddu wal muwazhabah atau berkesungguhan dan ajeg dalam berkesungguhan. Berkesungguhan dan terus berkesungguhan.

Misalnya tidak benar apabila murid tidak diberi pekerjaan rumah (PR). Tetapi PR harus merangsang bersangkutan untuk kelanjutan proses belajar, tidak berhenti saat di sekolah saja.

“PR itu harus dimulai dari yang mudah, kemudian yang setengah sulit, baru agak sulit. Tetapi yang mudah itu bisa menggiring pada yang setengah sulit,” jelasnya, Kamis (27/10) di Mojokerto.

Kedua, taqlilul ghidza atau menyedikitkan makan. Murid harus dibiasakan jangan banyak makan atau makan tidak boleh sampai kekenyangan. Sebab menurut ilmu kedokteran, kenyang itu datang 10 menit setelah makan. “Sementara kenyang itu menghilangkan kecerdasan,” tambahnya.

Ketiga, mudawamatul wudlu’ yakni murid itu harus selalu mempunyai wudhu dan gurunya pun harus punya wudhu.

Keempat, tarkul ma’aashi, atau tidak boleh bermaksiat. “Di dalam Al-Quran disebutkan ‘dosa itu membebani dirimu’. Ketika seorang murid membawa pelajaran dari gurunya, membawa beban dipundaknya, secerdas apapun tidak akan mengerti dengan pelajaran yang dipelajarinya.”

Kelima, qira’atul Qurani nazhran, atau membaca Al Quran dengan dilihat Al-Qurannya. “Ketika kita membaca Al-Quran dengan melihat huruf-hurufnya, kita akan dipaksa untuk berkonsentrasi. Berkonsentrasi itu latihan kecerdasan.”

Keenam, melaksanakan shalat malam. Dengan shalat malam sebagai kendaraan untuk keberhasilan cita-cita.
Ketujuh, tidak boleh jajan di luar, di pasar. Dalam salah satu kitab kuning ada penjelasan bahwa makanan di luar lebih mendekati kepada ketidaksucian.

Jajan di luar itu di tempat terbuka, banyak orang yang melihatnya, lalu memiliki keinginan untuk memiliki atau menikmatinya. Namun tidak bisa membeli karena tidak punya uang. Kalau makanan terkondisikan seperti itu, hilang barakahnya.

“Akhirnya akan mengantuk dalam mengikuti pelajaran. Ketika kantuk dalam mengikuti pelajaran, murid tidak mungkin akan mengerti,” tegas kiai yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.



Share:

Kamis, 21 Juli 2016

Jadikan Kader Police Care Student, 1.000 Siswa SMA & SMP Direkrut


1.000 Siswa SMA dan SMP di Pamekasan, Madura, dijadikan kader Police Care Student atau siswa pelopor keselamatan lalu lintas. Mereka direkrut dan dilantik bersama di Taman Arek Lancor dihadiri seluruh kepala sekolah dan kepala dinas pendidikan setempat.

"Saya harap kalian mampu menjadi pelopor diantara kawan-kawan sekolah untuk lebih peduli pada keselamatan berlalu lintas. Sebab, dari sekian
kali terjadinya kecelakaan, juga melibatkan siswa dan pelajar sekolah. Jadilah pelopor keselamatan lalu lintas yang trengginas di sekolahmu," pesan Kapolres Pamekasan, AKBP Nowo Hadi Nugroho kepada ribuan siswa, Kamis (21/7/2016).

Acara yang dipusatkan di jantung Kota Pamekasan itu, mendapat perhatian sejumlah pejabat Pemkab Pamekasan. Diantaranya, Kadishub
Mohamad Zakir dan Kasatpol PP Didik.

"Pelajar sekolah menengah, baik menengah pertama maupun menengah atas dan sederajat merupakan elemen penting dalam masyarakat berlalulintas.
Peranan siswa sangat penting membantu polantas untuk mewujudkan masyarakat yang tertib berlalulintas. Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas," tambah kapolres.

Kapolres Pamekasan melakukan dokumen kerjasama dengan kepala dinas pendidikan serta kepala kementerian agama Pamekasan. Kerjasama untuk mewujudkan Kota Pamekasan yang tertib lalu lintas. Utamanya keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar. 



Share:

Rabu, 20 Juli 2016

Skill dan Kreativitas Lengkapi Pendidikan


Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan ke depan pendidikan juga harus dibarengi dengan skill (keterampilan) dan kreativitas. Tujuannya, agar anak Indonesia mampu bersaing dalam kancah global.

"Ada dua praktik pendidikan yang berlaku yaitu yang memberikan skill sekaligus memberikan kreativitas karena persaingan kita ke depan dalam dua hal itu," kata Wapres usai peletakan batu pertama pembangunan gedung pada komplek Pesantren Modern Internasional Dea Malela di Sumbawa, NTB, seperti dilansir Antara, Rabu (21/7/2016).

Wapres mengatakan, tanpa keterampilan maka kita tidak bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Tetapi tanpa kreativitas, tidak akan bisa menghasilkan barang yang lebih baik lagi.

Karena itu yang dibutuhkan adalah masyarakat Indonesia yang kreatif. Dia mencontohkan seperti Amerika yang memiliki kemampuan inovasi yang kuat.

"Sebenarnya di pesantren juga ada metode skill yaitu lewat hafalan atau metode tradisional melalui diskusi dan melahirkan inovasi," katanya.

Dalam kesempatan itu, Wapres juga mengingatkan akan pentingnya kreativitas agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen. Di samping itu, juga diingatkan akan pentingnya kewirausahaan karena terkait dengan tantangan ekonomi.

"Kita butuh santri, tapi kita juga butuh saudagar lebih banyak lagi dari pada santri, karena yang membiayai santri tentunya pengusaha, kalau bukan pengusaha siapa yang bangun pesantren juga siapa yang bayar pajak," katanya.

Dia mencontohkan, Nabi Muhammad SAW yang sebelum menikah sudah berdagang, maka pentingnya untuk berdagang. "Itulah pentingnya kita mendorong keilmuan peradaban dan akhlak agar kemajuan itu harmonis. Saya percaya semangat itu ada di sini dan saya percaya bahwa masa lalu luar biasa, tapi yang lebih penting masa depan dan masa lalu hanya dapat kita lepaskan dengan kreativitas, inovasi dan dasarnya itu adalah keilmuan serta dua hal tadi," pungkasnya.



Share:

Karena Kelebihan Berat Badan, Rizki Tak Sanggup Pergi Ke Sekolah


Selain Arya Permana asal Karawang, Jawa Barat, seorang bocah Palembang juga mengalami kondisi serupa. Dia adalah Rizki Rahmat Ramadhon (10).

Rizki juga tidak bisa berangkat ke sekolah karena mengalami kelebihan berat badan. Putra bungsu dari tujuh bersaudara pasangan Edy Hartono (44) dan Salia Sukiro (40) itu, kini dirawat di kamar 1 Paviliun Musi Elok Rumah Sakit Muhammad Husin (RSMH) Palembang.

Bocah kelas VI SDN 43 Talang Ratu, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang, itu dijaga ibu dan tiga saudara perempuannya.

Salia mengatakan, anaknya masuk Unit Gawat Darurat RSMH Palembang setelah disarankan dokter gizi, Selasa (19/7) malam. Sebelumnya, Rizki memang bolak-balik rumah sakit, tetapi tak membuahkan hasil.

"Tadinya mau kami bawa ke RS di Bandung, tempat Arya itu. Alhamdulillah ternyata di Palembang juga bisa merawatnya," ungkap Salia saat ditemui merdeka.com, Rabu (20/7).

Menurut Salia, Rizki terpaksa dirawat lantaran tak sanggup lagi beraktivitas seperti biasa. Untuk berjalan sekitar sepuluh meter saja, nafas Rizki sudah ngos-ngosan, apalagi mau naik turun tangga di sekolahnya.

Begitu ditimbang pada hari pertama perawatan, berat badan Rizki mencapai 119 kilogram dan tinggi badan 145 centimeter. Berat badan itu merupakan tertinggi sejak mengidap obesitas dua tahun lalu.

"Ruang kelasnya ada di lantai dua, mau jalan saja susah, ini mau naik tangga, bisa-bisa jatuh, lebih susah lagi," kata Salia.

Selama masa pengobatan, pihak sekolah memberikan kelonggaran bagi Rizki untuk tidak mengikuti kegiatan belajar secara formal. Namun, sejauh ini belum ada kebijakan untuk mengutus guru pendamping selama dirawat.

"Kata gurunya dirawat dulu, agak pulih nanti baru ada guru privat begitu," pungkasnya.



Share:

Sabtu, 16 Juli 2016

Tradisi Hari Pertama Sekolah di Berbagai Negara

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2016 tentang Hari Pertama Sekolah. Dalam Surat Edaran tersebut Mendikbud Anies Baswedan mengimbau masyarakat untuk mengantarkan anaknya di hari pertama sekolah. Momen menyambut hari pertama sekolah, khususnya di jenjang taman kanak-kanak dan sekolah dasar, tidak hanya meriah di Indonesia, melainkan juga di negara lain.

Negara-negara yang memiliki tradisi khusus saat hari pertama sekolah antara lain Rusia, Jerman, India, Selandia Baru, dan Jepang. Di Rusia, sekolah dimulai pada tanggal 1 September. Hari pertama sekolah disebut sebagai hari pengetahuan. Merupakan hari yang sangat penting bagi anak yang pertama kali masuk ke sekolah. Sekolah mengadakan upacara penyambutan khusus untuk para murid baru beserta keluarganya. Anak-anak akan memakai baju yang terbagus miliknya dan membawa bunga untuk guru mereka. Di hari pertama ini, anak-anak mengikuti tradisi lonceng pertama. Salah satu anak kelas satu SD akan naik di pundak kakak kelasnya. Kemudian mereka akan memutari halaman sekolah sambil membunyikan lonceng sekolah. Semua orang tua yang datang akan bertepuk tangan memberikan semangat.

Hari pertama sekolah di Jerman bernama Einschulung. Tradisi ini hanya dilaksanakan oleh anak kelas satu SD. Ketika hari pertama datang ke sekolah, mereka akan menerima tas yang berbentuk kerucut. Tas ini namanya schultute, yang berarti tas sekolah. Di dalamnya terdapat permen, hadiah dan juga perlengkapan sekolah. Setelah isi di dalam tas kerucut itu diambil anak-anak, kemudian tas yang sudah kosong tersebut dikumpulkan kembali ke sekolah. Tujuannya untuk digantung di langit-langit kelas sehingga mengingatkan murid bahwa sekolah itu menyenangkan.

Upacara penyambutan anak baru di India disebut dengan praveshanolsavam. Berbagai cara yang dilakukan sekolah-sekolah dalam menyambut murid barunya. Ada yang menyelenggarakan pawai sekolah, semua anak baru akan keliling lingkungan sekolah dengan iringan arakan musik dan balon. Ada juga yang menyelenggarakan chendamelan, yaitu pertunjukan musik drum yang dilakukan sekelompak kakak kelas laki-laki untuk menyambut adik kelas mereka. Semua area sekolah dihias dengan indah dan murid baru akan mendapatkan hadiah permen.

Hari pertama sekolah di Selandia Baru dimulai pada bulan Februari. Di Selandia baru ada suku asli yang bernama Maori, oleh karena itu upacara penyambutan anak sekolah menggunakan adat suku Maori, yang disebut dengan Powhiri. Pada acara ini ada guru yang meneriakkan panggilan semangat selamat datang. Setelah itu sekelompok kakak kelas akan menarikan tarian selamat datang dengan penuh semangat. Tarian ini diikuti dengan hentakan kaki, tepuk tangan dan teriakan penuh semangat. Semua yang menyaksikan menjadi terbawa semangat baru pada tahun ajaran baru.

Berbeda dengan Selandia Baru, sekolah-sekolah di Jepang memulai hari pertamanya di tanggal 1 April.  Tanggal ini ditetapkan karena simbol dari mekarnya bunga sakura. Saat musim semi dimulai, murid-murid baru itu bagaikan bunga sakura, harapan bangsa. Hari pertama sekolah menjadi sebuah perayaan di Jepang. Para kerabat memberi hadiah pada anak yang jadi siswa baru. Hadiah utama adalah tas kotak dan keras yang disebut randoseru. Hadiah yang spesial adalah meja belajar baru di dalam rumah. Kemudian di sekolah-sekolah Jepang, siswa baru dan para orang tua disambut oleh nyugakushiki,  yaitu seremoni pintu masuk yang ditandai dengan potong pita. Kemudian para siswa dan orang tua dipandu berkeliling sekolah diiringi nyanyian selamat datang dari kakak-kakak kelas yang berbaris layaknya pagar ayu/ pagar bagus dalam pernikahan Jawa.

Terlepas dari beragam tradisi di berbagai negara, hari pertama sekolah tetap menjadi momen istimewa bagi anak, orang tua, dan guru. Karena itu Kemendikbud melakukan kampanye Hari Pertama Sekolah yang mengajak orang tua mengantar anaknya di hari pertama sekolah. Hari Pertama Sekolah menjadi kesempatan mendorong interaksi antara orang tua dengan guru di sekolah untuk menjalin komitmen bersama dalam mengawal pendidikan anak.



Share:

Rabu, 01 Juni 2016

Juknis Program Indonesia Pintar Siswa Madrasah Tahun 2016

Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa madrasah diselenggarakan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama RI dalam rangka pemerataan pendidikan dan menurunkan angka anak putus sekolah serta menarik anak untuk mau kembali bersekolah. Sebagai panduan pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) maka Kemenag melalui Dirjen Pendidikan Islam mengeluarkan Keputusan Nomor 1022 TAHUN 2016 tentang Petunjuk Teknis (juknis) Program Indonesia Pintar Untuk Siswa Madrasah yang mengatur secara detil aturan tentang petunjuk perencanaan, pelaksanaan dan monev program tersebut. Keputusan Dirjen Pendidikan Islam tentang PIP ini telah ditetapkan pada tanggal 1 Maret 2016.

Program Indonesia Pintar adalah salah satu program perlindungan sosial nasional (tercantum dalam RPJMN 2015-2019) yang bertujuan untuk :
  1. Meningkatkan angka partisipasi pendidikan dasar dan menengah.
  2. Meningkatkan angka keberlanjutan pendidikan yang ditandai dengan menurunnya angka putus sekolah dan angka melanjutkan.
  3. Menurunnya kesenjangan partisipasi pendidikan antar kelompok masyarakat, terutama antara penduduk kaya dan penduduk miskin, antara penduduk laki-laki dan penduduk perempuan, antara wilayah perkotaan dan perdesaan, dan antar daerah.
  4. Meningkatkan kesiapan siswa pendidikan menengah untuk memasuki pasar kerja atau melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

Sasaran Penerima Manfaat Program Indonesia Pintar :
  1. Peserta didik/siswa pada Madrasah Ibtidaiyah
  2. Peserta didik/siswa pada Madrasah Tsanawiyah, dan
  3. Peserta didik/siswa pada Madrasah Aliyah.

DOWNLOAD JUKNIS PROGRAM INDONESIA PINTAR (PIP) TAHUN 2016


Sumber : Berbagai Sumber

Share:

Jumat, 06 Mei 2016

MI. NURUL FALAH CIATER MENERIMA PESERTA DIDIK BARU TA. 2016/2017


MADRASAH IBTIDAIYAH NURUL FALAH CIATER MENERIMA PESERTA DIDIK BARU TAHUN 2016/2017


VISI
Terwujudnya Sumber Daya Manusia Yang Cerdas, Terampil, Mandiri dan Berakhlak Mulia serta Mengenal IPTEK Berlandaskan IMTAQ.

MISI 
Membina Siswa Yang Berprestasi Pada Kecerdasan, Keterampilan, Mandiri, Membekali Diri Dengan Akhlak Mulia Mempunyai Kualitas Di Bidang IPTEK dan IMTAQ.


FASILITAS
  1. Ada 11 Ruang Kelas Yang Nyaman & Layak Sebagai Ruang Utama Dalam Proses Pembelajaran
  2. Lokasi Strategis & Dapat Dijangkau oleh Kendaraan
  3. Sarana Peribadatan Berupa Masjid Yang Terletak Dalam Lingkungan Madrasah
  4. Tenaga Pendidik Yang Profesional Dengan Jenjang Pendidikan Rata-rata S1
  5. Laboratorium Komputer
  6. Perpustakaan
  7. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
  8. Koperasi Sekolah
  9. Peralatan Marawis
  10. Toilet
  11. Dan Lain-lain  

PRESTASI
  1. Juara Umum Tingkat Temu Penggalang I Kecamatan Serpong & Serpong Utara Kota Tangerang Selatan Tahun 2013
  2. Juara Umum Tingkat Penggalang Akra V Kota Tangerang Selatan Tahun 2014
  3. Juara Umum Tingkat Penggalang Akra VI Kota Tangerang Selatan Tahun 2015
  4. Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Indonesia Putri Madrasah Ibtidaiyah (AKSIOMA) Tk. Kota Tangerang Selatan Tahun 2015
  5. Juara 2 Matematika MI (KSM) Tk. Kota Tangerang Selatan Tahun 2015
  6. Juara 1 Karate Putra & Putri (Sirkuit Karate Antar Dojo) Se-Kota Tangerang Selatan Tahun 2016
  7. Juara 2 Karate Putra & Putri (Sirkuit Karate Antar Dojo) Se-Kota Tangerang Selatan Tahun 2016
  8. Juara 3 Karate Putra & Putri (Sirkuit Karate Antar Dojo) Se-Kota Tangerang Selatan Tahun 2016

EKSTRAKURIKULER
  • Pramuka
  • Karate
  • Futsal
  • Marawis

Sarat Pendaftaran :
- Mengisi Formulir Pendaftaran
- Foto Copy Surat Kenal Lahir / Akte Kelahiran
- Foto Copy Ijazah RA / TK
- Foto Copy Kartu Keluarga
- Pas Photo Ukr. 3 x 4 = 2 Lembar

INFO LEBIH LANJUT :
08571503766 (KHATIB, S.Ag)
081399184241 (ANDI, S.Pd.I)
082114295817 (NADIH, S.Pd.I)
085782296694(HAYATUN, S.Pd.I)
085883331336(SYAHRONI, S.Pd)

Share:

Minggu, 01 Mei 2016

Upayakan Tambahan Anggaran, Penuhi Sarpras Madrasah



Yogyakarta—(madrasah.kemenag.go.id). Usaha-usaha untuk penambahan anggaran untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan madrasah senantiasa terus-menerus dilakukan oleh Direktorat Pendidikan Madrasah.

“Saat ini sudah muncul kesadaran bersama, mulai dari BAPPENAS sampai anggota dewan di DPR terkait pentingnya tambahan anggaran untuk pendidikan agama khususnya madrasah,” ujar Direktur Pendidikan Madrasah, M. Nur Kholis Setiawan. Pernyataan ini diungkapkan saat membuka acara Workshop Pengembangan Laboratorium PAI Madrasah yang dilaksanakan pada 21-23 April 2016 di Indies Heritage Hotel Yogyakarta.

Direktorat Pendidikan Madrasah bersama DPD RI saat ini sedang membahas skema anggaran pendidikan melalui APBD. Bersama Panja Pendidikan Islam Komisi VIII, Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri dan Direktorat Pendidikan Madrasah membedah permasalahan yang menghambat pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk sarana prasarana madrasah yang dirasa masih belum berjalan dengan baik. Pemerintah daerah diharapkan dapat ikut terlibat bertanggungjawab  dalam APBD yang mereka miliki melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) maka mudah mudahan dapat meningkatkan pemenuhan sarpras madrasah sesuai SPM.

“Kami berharap, hasil-hasil rapat dengan DPR dan Kementerian Dalam Negeri bisa menjawab persoalan kekurangan anggaran dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana di madrasah. Targetnya adalah pemenuhan SPM. Kami duduk bersama untuk mencari jalan keluar atas hambatan-hambatan prinsipil terkait ketimpangan anggaran yang masih belum berpihak kepada pendidikan madrasah,” tamban Nur Kholis.

Berdasarkan data postur anggaran pendidikan nasional, anggaran Pendidikan Islam yang terkucur ke madrasah mulai dari PAUD sampai menengah hanya 18,6 triliyun.  Sementara anggaran untuk pendidikan sekolah lebih dari 300 triliyun.

Dengan penuh optimis, Direktur Pendidikan Madrasah menyakini bahwa kedepan secara bertahap akan ada pemenuhan sarpras madrasah melalui penambahan anggaran untuk pendidikan madrasah.
 
 
Share:

Jumat, 15 April 2016

Kebangkitan Madrasah, Madrasah Lebih Baik

Kebangkitan Nasional ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908. Melalui Boedi Oetomo inilah pendidikan Indonesia bangkit. Spirit inilah yang harus terus dibangkitkan dalam setiap kali memperingati hari Kebangkitan Nasional.
 
Kebangkitan adalah semangat untuk menjadi lebih baik dalam menyongsong masa depan yang lebih baik pula. Dalam sejarah pendidikan Indonesia—madrasah, sebagai institusi pendidikan yang tua, setelah pesantren, di bawah naungan Kementerian Agama—baru ‘berasa’ mendapatkan pengakuan dari pemerintah setelah dimasukkan dalam UU Sisdiknas 2003.
 
Bahkan, setelah itupun, dalam kenyataannya perlakuan tidak samapun masih menimpa madrasah. Contoh yang masih hangat di ingatan adalah ‘dibegalnya’ siswa-siswa MI Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur, MI Al Bidayah, Desa Candi, Bandungan, dan MI Wonokasihan, Desa/Kecamatan Jambu (Suara Merdeka, 11/03/15) untuk melaju OSN (Olimpiade Sains Nasional) ke tingkat Provinsi. Alhamdulillah-nya, protes keras atas kasus ini, membuka pikiran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan untuk mengumumkan bahwa OSN dibuka untuk semua siswa (Suara Merdeka, 12/3/15).
 
Siswa Madrasah
Siswa Madrasah. Photo: DWCorp

Masuknya madrasah di dalam UU Sisdiknas 2003 memberikan angin segar bagi pengembangan dan bangkitnya madrasah. Dari tahun ke tahun, citra madrasah mulai membaik. Inilah yang diungkapkan oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin (LHS), ketika berbincang dengan penulis, setelah acara pembukaan Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) I di Lapangan Tembah Akmil Magelang (12/05/15).

LHS mengungkapkan bahwa PPMN I harus menjadi momentum kebangkitan madrasah. Menurutnya, indikator-indakator kebangkitan madrasah yang nyata adalah pertama, mulai membaiknya citra madrasah di publik. Kini, banyak orangtua yang mempercayakan pendidikan anak-anaknya di madrasah. Akhirnya, madrasah-madrasah (baik yang negeri maupun swasta) kini menolak calon peserta didik karena terbatasnya daya tampun ruang kelas.
 
Kedua, capaian-capaian prestasi akademik maupun non akademik siswa-siswi madrasah, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Tahun ini tercatat ribuan siswa-siswi madrasah Aliyah telah diterima di Perguruan Tinggi Negeri ternama, seperti UI, UGM, UNY, ITB, IPB, ITS dan UNDIP. Sebelum tahun 2000-an, sudah mendapatkan kenyataan yang seperti ini. Untuk non akademik misalnya, Bahana Swara Marching Band Madrasah Salafiyah menyebet juara untuk beberapa kategori dalam Kejuaraan Nasional Hamengku Buwono Cup 2015 (Suara Merdeka, 19/05/15). Dan masih banyak lagi deretan daftar prestasi akademik dan non akademik siswa-siswi madrasah tingkat nasional maupun internasional.

Modal Kebangkitan Madrasah

Kenyataan-kenyataan tersebut menjadi alasan yang kuat bagi LHS untuk mengajak masyarakat madrasah bangkit, bangkit untuk menjadi “madrasah lebih baik#lebih baik madrasah” sebagaimana motto yang sering didengungkan selama ini. Madrasah sudah memiliki modal yang kuat untuk bangkit. Modal sejarah, bahwa madrasah adalah akar pendidikan Indonesia yang sudah banyak berkontribusi pembangunan karakter bangsa dan negara. Modal sejarah itulah yang kemudian membangkitkan modal semangat untuk berprestasi dan belajar.

Penulis pernah berkunjung ke MI Wonokasihan, Desa/Kecamatan Jambu yang salah satu siswanya bernama M. Bahrul Alam, yang terganjal ikut OSN tingkat Provinsi, namun Juara I OSN bidang IPA Tingkat Kabupaten Semarang. Di sana kondisi madrasahnya jauh dari standar nasional—untuk mengatakan masih memprihatinkan. Hal ini menunjukkan bahwa dalam kondisi yang terbatas, semangat belajar dan berprestasi siswa-siswi madrasah tidak bisa dibendung lagi.

Program Kebangkitan Madrasah

Modal untuk bangkit sudah dikantongi madrasah. Pertanyaan berikutnya adalah melalui program apa kebangkitan tersebut adakan diwujudkan? Sejauh diskusi yang pernah penulis lakukan di berbagai pertemuan dengan berbagi stakeholder madrasah ada dua program penting yang mendesak harus segera dilakukan untuk kebangkitan madrasah.

Pertama, kebangkitan kualitas guru. Memang diakui bahwa banyak diskusi tentang mutu pendidikan selalu berpusat pada input sistem, seperti infrastruktur, rasio murid-guru, dan sebagai. Namun dalam beberapa tahun terakhir, perhatian telah bergeser kepada proses pendidikan. Nah, proses pendidikan yang baik akan menghasilkan anak didik yang baik. Untuk menjadi proses pendidikan yang baik, harus dicetak guru-guru yang baik pula.

Mckindsay (2007) mengatakan bahwa The quality of an education system cannot exceed the quality of its teachers (kualitas sistem pendidikan tidak akan melampaui kualitas guru-gurunya). Ini artinya, untuk membangkitkan kualitas madrasah, maka membangkitkan kualitas guru adalah sebuah keniscayaan. Guru yang baik akan memberikan impact yang luas bagi outcomes siswa-siswi.

Kedua, selama ini persoalan penting yang dihadapi madrasah adalah keterbatasan dana. Dana pemerintah yang disalurkan melalui Kementerian Agama untuk lebih dari 75 ribu madrasah di Indonesia masih jauh panggang dari api—untuk mengatakan tidak cukup. Oleh sebab itu, diperlukan aksi-aksi untuk menyakinkan kepada DPR, BAPPENAS dan Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan agar anggaran pendidikan untuk madrasah disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Sebab harus diakui, madrasah telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi pencerdasan bangsa. Bagaimana mungkin hal ini tidak didukung dengan memberikan anggaran dana pendidikan yang layak?

Kiranya dua hal tersebut menjadi langkah awal yang penting bagi kebangkitan madrasah, sebagaimana yang diungkapkan LHS. Semoga. [] 

HAMAM FAIZIN, Kognitariat pada Direktorat Pendidikan Madrasah Kementerian Agama




Share:

Selasa, 26 Januari 2016

JUKNIS BOS MADRASAH TAHUN 2016

Penuntasan program wajib belajar bagi peserta didik merupakan program prioritas pemerintah yang selama ini menjadi salah satu rencana kerja pemerintah, karena masih ada anak masa usia sekolah tidak merasakan pendidikan atau putus sekolah baik itu di madrasah maupun di sekolah umum. Indikator tersebut dapat dilihat dari sumber data Education Management Information System (EMIS) untuk Angka Partisipasi Kasar (APK) tingkat Madrasah Ibtidaiyah mencapai angka 12,65%, Madrasah Tsanawiyah mencapai angka 23,60% dan Madrasah Aliyah mencapai angka 9,10%. 

Melalui program BOS untuk 48.423 madrasah pada anggaran DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Islam pada tahun 2016, diharapkan dapat meningkatkan APK sebagai cermin meningkatnya layanan mutu pendidikan di Kementerian Agama. Masih banyak yang harus dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melalui program Bantuan Operasional Sekolah pada madrasah agar dapat membantu anak usia sekolah merasakan pendidikan di madrasah.Tentunya tidak terlepas dari kinerja para penanggungjawab BOS di setiap satuan kerja Kementerian Agama sehingga proses pelaksanaan program BOS pada madrasah dapat terlaksana dengan baik dan optimal.

Share:

Postingan Populer