Blog informasi seputar dunia pendidikan

Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Maret 2017

Gerakan Pramuka Madrasah Diharapkan Jadi Densus Anti Narkoba dan Terorisme


Sumedang (Kemenag) --- Gerakan pramuka di madrasah diharapkan dapat menjadi benteng pertahanan penyebaran virus dekadensi moral remaja, seperti penyalahgunana narkoba, tawuran, serta radikalisme agama dan lainnya. Untuk itu, gerakan pramuka madrasah diharapkan dapat menjadi semacam detasemen khusus (densus) anti narkoba dan anti terorisme di madrasah, termasuk anti korupsi.

Harapan ini disampaikan Sekjen Kementerian Agama Nur Syam saat mewakili Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam pembukaan Perkemahan Pramuka Madrasah tingkat Provinsi di Bumi Perkemahan Kiara Payung Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

"(Jika demikian), Saya yakin bahwa anak-anak madrasah akan tumbuh menjadi benteng pertahanan NKRI serta benteng keislaman dan keindonesiaan," pekik Nur Syam di hadapan hamir dua puluh ribu pramuka madrasah, Rabu (08/03)

Nur Syam mengajak para siswa madrasah untuk menjadikan pramuka sebagai gerakan bersama dalam menanamkan dan mengimplementasikan Dasa Dharma Pramuka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sepuluh nilai dasar pramuka tersebut antara lain: ketakwaan, cinta alam dan sesama, patriot, musyawarah, dan rela menolong.

Hal lainnya yang dipesankan Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya ini adalah agar para siswa madrasah menjadikan gerakan pramuka sebagai media berlatih menjadi pemimpin dan warga negara yang kuat dan berkarakter, serta bermanfaat bagi sesama. Menyitir salah satu hadis, Nur Syam mengatakan bahwa sebaik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya.

"Percuma anda mempunyai nilai ujian tinggi, tetapi tidak berani tampil di depan public, tidak pandai berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, serta tidak punya empati dan simpati kepada orang lain," ujarnya.

"Ingat bahwa anggota pramuka bukan hanya berfikir untuk diri sendiri, tapi juga tentang apa yang bisa dilakukan untuk orang lain," tandasnya.

Perkemahan Pramuka Madrasah Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2017 ini akan berlangsung selama tiga hari. Hadir dalam kesempatan ini Kwarda Jawa Barat Dede Yusuf, Kakanwil Jawa Barat Bukhori, dan Rektor UIN Sunan Gunung Djati. Tampak hadir juga Kadis Pendidikan, Uninus, Aster Kodam Siliwangi, utusan Polda, Kepala Bidang dan Kepala Kankemenag se-Jawa Barat, serta Kepala MA dan Mts se-Jawa Barat.
 
 
 
Share:

Kamis, 08 Desember 2016

Surat Sekjen tentang Percepatan Pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) PNS dan Non PNS

Sehubungan dengan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG)PNS dan Non PNS pada Kementrian Agama yang pembayarannya sampai dengan akhir tahun diperkirakan tidak tuntas, maka kami minta kepada saudara untuk melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Melakukan percepatan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) PNS dan Non PNS untuk menuntaskan pembayaran TPG PNS dan Non PNS di wilayah kerja Saudara;

2. Memprioritaskan terhadap pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) terhutang guru Non PNS Impassing yang sudah diverifikasi oleh BPKP dan Inspektorat Jendral;

3. ..... Dst.

Download :


Share:

Senin, 31 Oktober 2016

Lomba Matematika di Thailand, Indonesia Raih 3 Emas

JAKARTA -- Tim Indonesia memeroleh tiga emas, tiga perak, dan 10 perunggu dalam lomba 3rd Challenge For Future Mathematicians (CFM) di Nakhon Nayok, Thailand pada 28-31 Oktober 2016.

"Adapun hasilnya adalah tim Indonesia meraih tiga emas, tiga perak, 10 perunggu, tujuh merit dan satu participant untuk kategori individu," ungkap Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dan pelatih Olimpiade Matematika, Raden Ridwan Hasan Saputra dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Senin (31/10).

Ia menjelaskan, tim Indonesia secara rutin mengikuti lomba ini sejak 2014. Tahun ini, Indonesia mengirimkan 24 siswa yang terbagi ke dalam nam tim. Masing-masing, satu tim Middle Primary (kelas III – IV SD), tiga tim Upper Primary (V – VI SD) dan dua tim Junior (VII – VIII SMP).

Pada 2016, CFM diikuti oleh lima negara yakni Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Vietnam dengan jumlah peserta 228 yang terbagi dalam 59 tim. "Seluruh tim direncanakan akan tiba kembali di Tanah Air (Bandara Soekarno Hatta) pada 31 Oktober 2016 pukul 17.40 WIB," ujar Ridwan.

Seorang peraih medali emas Indonesia, Arief Wibisono mengakui tingkat kesulitan lomba ini. Salah seorang pimpinan tim Indonesia, Ryky Tunggal mengatakan, lomba ini bertujuan untuk mencari pengalaman dan persahabatan. "Medali bukanlah tujuan sehingga keakraban antar peserta sangat terasa. Tapi saya berharap Indonesia tahun depan bisa lebih baik lagi dalam hal prestasi," tutur dia.


Berikut nama-nama pemenang 3rd Challenge For Future Mathematicians :

Middle Primary:
Sandhya Mahendra Dhaneswara - SD Global Islamic School Jakarta (emas)
Naila Fathma Syahira-SDI Al Azhar 41 Karawang (perunggu)
Raden Surawisesa Ridwan Saputra - SD Insan Kamil Bogor (merit)
Najwa Kayla Salsabilla-SDI Al Azhar 19 Jakarta (merit)

Upper Primary:
Firnanda Junizar Nurhaliza-SDN Banjaran 4 Kediri (emas)
Nisrina Fathiya Nugraha-SDIT Nurul Fikri Depok (perak)
Anantha Jeremy Wijoyo-SDK Eagle Surabaya (perak)
Fadina Rena Aaleigha Mirza-SDI Al Azhar 23 Jati Kramat Bekasi (perunggu)
Fadila Agustin Pribadyo-SDI Al Azhar Kebayoran Baru Jakarta (perunggu)
Amara Khairunnisa Dinata-SD Pertiwi Bogor (perunggu)
Raden Rahayuningati Ridwan Saputra -SD Insan Kamil Bogor (perunggu)
Dian Kartika Putri-SDN Kemang 01 Bogor (perunggu)
Kanasya Zahira Putri Pramesti-SDI Al Azhar 27 Cibinong Bogor (merit)
Muhammad Andika Syam Pangestu -SDI Al Azhar 23 Jati Kramat Bekasi (merit)
Gibran Basorie Assidik-SDIT Uswatun Hasanah Banjar (merit)
Teuku Arkansyah Ali-SDN Rawamangun 12 Pagi Jakarta (merit)

Junior:
Muhammad Arif Wibisono-SMPI Al Azhar Kemang Pratama Bekasi (emas)
Ilham Suryawan Rahman-SMP Dian Didaktika (perak)
Sarah Fatimah Azahra-SMPN 252 Jakarta (perunggu)
Reynaldi Arief Susanto-SMP Labschool Jakarta (perunggu)
Reyfandi Nawal Pratama-SMP 115 Jakarta (perunggu)
Adam Omar Munandar-SMPN 115 Tebet Jakarta Selatan (perunggu)
Ikhlasul Akmal Hanif-SMP Insan Cendekia Magnet School (merit)
Arindra Adinugroho-SMPIT Uswatun Hasanah Banjar (participant)


 
Share:

Jumat, 16 September 2016

Pramuka Akan Jadi Kegiatan Kokurikuler Dukung Pendidikan Karakter

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault mengatakan, Gerakan Pramuka akan berada di bawah binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), sehingga tidak lagi di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Rencana itu ditanggapi dengan positif oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Ia mengatakan, dengan pindahnya Pramuka menjadi organisasi binaan Kemendikbud, ke depannya kegiatan Pramuka akan menjadi kegiatan kokurikuler, tidak lagi kegiatan ekstrakurikuler.

“Kalau kokurikuler ya sudah wajib diikuti (siswa). Kalau sekarang kan masih ekstrakurikuler, terserah siswa mau ikut atau tidak,” kata Mendikbud usai pelantikan Satuan Karya Widaya Budaya Bakti di Graha Utama Kemendikbud, Jakarta, (15/9/2016).

Mendikbud mengatakan, Gerakan Pramuka erat kaitannya dengan pendidikan karakter. Kegiatan Pramuka di sekolah dapat membentuk kepribadian dan watak siswa yang mandiri, disiplin, memiliki kecakapan hidup, berbudi luhur, dan berkepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai bangsa.

Ia juga menuturkan, jika Pramuka sudah resmi menjadi organisasi di bawah binaan Kemendikbud, maka koordinasi dan sinkronisasi antara program-program Gerakan Pramuka dengan program penguatan pendidikan karakter yang sedang dirumuskan Kemendikbud akan menjadi lebih mudah.

“Sekarang sedang digodok. Nanti kita lihat organisasi kurikulumnya. Mulai dari naskah akademik, lalu bagaimana nanti piloting atau uji cobanya,” tutur Mendikbud.

Sebelumnya, di kesempatan yang sama, Adhyaksa Dault mengatakan, berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, institusi pemerintah yang membina Gerakan Pramuka adalah kementerian yang membawahi bidang kepemudaan, yaitu Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Karena itu Kwarnas Gerakan Pramuka akan mengajukan usulan perubahan konten UU Nomor 12 tahun 2010, agar Gerakan Pramuka berada di bawah binaan Kemendikbud. “Saat ini bidang hukum di Kwarnas sedang menyusunnya,” ujar mantan Menpora itu.


Share:

Jumat, 09 September 2016

UNESCO Tekankan Pendidikan Bukan Sekadar Pintar di Sekolah


Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud Ananto Kusuma Seta menjelaskan ada 3 aspek yang menjadi penilaian kualitas pendidikan yang dilakukan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

"Akses, quality, equity, itu jadi penting khususnya kesetaraan gender. Antara laki-laki dan perempuan. Di Indonesia enggak ada masalah secara praktis tapi memang semakin tinggi pendidikan, masih banyak mayoritasnya laki-laki khususnya SMK," ungkap Ananto usai acara Laporan Pemantauan Pendidikan Global UNESCO 2016 di Kantor Kemendikbud Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Tetapi, lanjut dia, masalah gender hanya persoalan budaya masyarakat Indonesia. Namun, Ananto menegaskan, ke depan setelah mencanangkan wajib belajar 12 tahun, masalah ini akan tuntas.

"Report ini berbeda dari report-report sebelumnya bahwa pendidikan, tidak pendidikan untuk pendidikan tapi lebih kepada education for sustainable development," ujar dia.

Program Sustanaible Development Goals (SDG) dari UNESCO ini, kata Ananto, adalah bagaimana mendidik anak-anak bukan hanya sekadar pintar saja tapi juga pendidikan untuk dunia.

"Pendidikan yang kita ajarkan untuk dunia mulai sekarang ke depan adalah pendidikan yang holistik, cinta lingkungan, masalah kesehatan, bagaimana mencegah anak-anak pergi ke kota itu juga melalui jalur pendidikan, itulah yang disebut pendidikan sebagai ibu dari solusi masalah-masalah," papar dia.

Ananto mengatakan, saat ini di Indonesia memiliki kurikulum yang bersifat holistic. Jadi, kata dia belajar matematika bukan hanya untuk matematika, di situ ada muatan-muatan urusan kesehatan dan moral. Belajar biologi bukan hanya biologi, tapi juga ada keluarga berencana dan cinta lingkungan.

"Ini desain pendidikan ke depan yang lebih holistic, komprehensif yang menyangkut aspek-aspek yang lain," imbuh dia.

Sementara Direktur dan perwakilan UNESCO Jakarta Shahbaz Khan mengatakan anak-anak harus tahu alasan mereka belajar yang juga berhubungan dengan lingkungan.

"Lalu juga bagaimana pendidikan dapat mengubah kehidupan mereka dan sekitarnya, saya pikir itu adalah arahannya. Indonesia memiliki potensi yang cukup besar 257 juta penduduk, lebih dari 17 ribu pulau," papar Shahbaz.

"Jadi saya pikir potensinya sangat besar. Jadi alasan UNESCO untuk memilih Indonesia dalam peluncuran report ini sangat penting. Indonesia berada pada posisi ke-4 largest education system di dunia," tegas dia.

Indonesia merupakan negara pertama yang menjadi pilihan UNESCO untuk melaporkan pendidikan global. Ketiga negara lainnya adalah Inggris, Rwanda, dan Kolumbia.

Hadir pula dalam acara peluncuran laporan UNESCO ini adalah Mendikbud Muhadjir Effendy, Direktur dan perwakilan UNESCO Jakarta Shahbaz Khan, Analis Kebijakan Senior Laporan GEM Dr Manos Antonius, dan Kepala Biro Pelayanan Komunikasi dan Masyarakat Kemendikbud Asianto Sinambela.


Share:

Kamis, 18 Agustus 2016

Membangun Kemerdekaan Bersama Pendidikan Islam

Tantangan bangsa Indonesia saat ini bagaimana membangun kecintaan generasi muda kepada bangsa dan negaranya. Hal ini bukan tanpa alasan karena sebagian kelompok di negara plural ini masih sibuk mempertanyakan entitas-entitas pemersatu bangsa seperti identitas bangsa yang tertanam dalam tradisi dan budaya, Pancasila, lambang negara, bahkan bendera merah putih dan para pahlawan sebagai sesuatu yang tidak layak dihormati. Mereka beralasan, yang layak dihormati hanyalah Tuhan semata.

Sudut pandang syariat buta ini masih bersemayam di kelompok-kelompok yang tidak perlu penulis sebut di sini. Mereka lupa bahwa menghormati Tuhan dan entitas-entitas bangsa tersebut tidaklah sama. Bahkan secara substansi sangat berbeda. Tentu sebuah kekonyolan jika hormat bendera merah putih adalah perbuatan syirik. Logika sederhana, ketika anak menghormati orang tuanya, apakah lantas dikatakan syirik. Begitu juga ketika umat Islam melakukan sholat menghadap tembok bahkan Ka’bah sekalipun. Esensi dari terma menghormati perlu dipahami secara substansial bukan parsial.

Ironisnya, para anak didik di sekolah masih banyak yang terpengaruh oleh ajakan-ajakan syariat buta tersebut. Sebagian mendapatkan pemahaman dari organisasi keagamaan yang selama ini eksis di program ekstrakurikuler. Hal ini berbanding terbalik dengan lembaga-lembaga Pendidikan Islam, baik pesantren maupun madrasah. Dengan porsi materi pendidikan Islam yang kuat dan komprehensif, satuan pendidikan Islam justru mampu memperkuat bangsa dan negara dengan peneguhan nasionalisme.

Di titik inilah memberi pemahaman sejarah begitu penting kepada anak didik bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh dari perjuangan seluruh elemen bangsa tak terkecuali oleh peran para tokoh pendidikan Islam. Bahkan peran mereka sangat vital. Mengapa? Sejarah membuktikan bahwa kalangan pesantrenlah yang selalu membuat penjajah Belanda dan Jepang khawatir akan eksistensi kolonialismenya. Mereka sadar kalangan pesantren merupakan potret pribumi yang kuat mempertahankan identitas bangsa Indonesia melalui pendidikan Islam.

Perjuangan memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia hingga kini terus dilakukan oleh berbagai stakeholder pendidikan Islam. Apalagi era di mana radikalisme global semakin menyeruak, bahkan mereka terang-terangan ingin mengganti dasar negara yang sudah paripurna yaitu Pancasila dengan formalisasi agama. Selama ini, usaha sektarian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tersebut mampu ditangkal oleh moderatisme Islam yang diusung oleh pendidikan Islam, terutama pesantren. Merespon hal ini, Kementerian Agama juga berusaha menggulirkan kurikulum Islam Rahmatan lil Alamin untuk madrasah dan sebagai panduan materi Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah.

Kemerdekaan dalam mendidik
Pendidikan yang bersifat memerdekakan dipahami betul oleh satuan pendidikan Islam yang memungkinkan anak didik mampu berkembang secara utuh sebagai manusia. Esensi pendidikan yang memanusiakan manusia tidak dimaknai secara sempit. Di dalam pendidikan Islam, anak didik mampu berkembang, baik jasmani maupun rohaninya. Meskipun pesantren menerapkan sistem asrama yang peraturannnya harus ditaati secara ketat, justru menyadarkan mereka akan arti pendidikan yang mesti dijalani secara thuluz zaman, kontinu, belajar sepanjang hayat.

Jadi sebelum para pakar pendidikan modern mencetuskan teori life long edication, pendidikan Islam telah lama menerapkan prinsip tersebut. Bahkan pesantren memiliki keistimewaan ijazah sanad kelimuan shahih yang tidak didapatkan dalam pendidikan di sekolah. Tradisi sanad keilmuan ini dipertahankan betul oleh kalangan pesantren agar silsilah ilmu tidak terputus, terus tersambung dari Nabi Muhammad SAW hingga kepada para ulama dan murid-muridnya.

Mengapa tradisi ijazah sanad ini penting? Dalam sudut pandang pendidikan Islam, sebuah ilmu tidak dapat diajarkan secara sembarangan oleh orang yang tidak mempunyai ijazah dari gurunya yang terus tersambung kepada guru-guru sebelumnya. Sanad keilmuan yang shahih ini berimplikasi pada tingkat keberkahan dan keterserapan ilmu dalam proses pengajaran. Dua aspek ini juga akan mudah didapatkan oleh seorang murid karena faktor keridhoan gurunya. Keberkahan ilmu ini akan mendatangkan manfaat dari ilmu itu sendiri. Adakah yang lebih penting dari ilmu selain keberkahan dan kebermanfaatan?

Dari paparan sederhana itu, penulis ingin menyampaikan bahwa kemerdekaan karakter yang kokoh terus dilakukan oleh berbagai pendidikan Islam secara pedagogik di berbagai jenjang pendidikan. Di dalam dada para murid telah tertanam bahwa menghormati penuh seorang guru merupakan hal penting untuk memperoleh keridhoannya. Ukuran memperoleh keridhoan seorang guru paling sederhana yakni tidak pernah membuatnya sakit hati dengan tidak mematuhi setiap perilaku dan perkataan mendidiknya. Oleh karena itu, dunia pendidikan patut prihatin ketika ada seorang murid sampai memukul gurunya sendiri.

Prestasi global pendidikan Islam
Memerdekakan karakter dan imajinasi akan memunculkan inovasi dari seorang murid yang tidak akan kehilangan identitas bangsanya melalui instrumen pendidikan Islam. Kualitas kognitif terus dipertebal dengan kualitas afektif dan psikomotorik sehingga mencetak generasi yang kokoh secara nalar dan naluri. Hal ini dibuktikan oleh para siswa madrasah yang tahun 2016 ini banyak meraih prestasi di kancah internasional dalam ajang kompetisi matematika dan robotik.

Siswa madrasah bernama Syahrozad Zalfa Nadia (10) menunjukkan prestasi gemilang dan mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah dunia internasional. Siswa Madrasah Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mencatat prestasi pada kompetisi robot internasional di Korea Selatan pada Minggu, 14 Agustus 2016 lalu.

Tidak tanggung-tanggung, bocah cantik yang biasa dipanggil Ocha ini mambawa pulang 4 medali di International Youth Robot Competition ( IYRC). Keempat medali itu adalah Gold Medal Coding Mission, Excelent Award Steam Mission, Excelent Award Creatif Design A, dan Bronze Medal Creatif Design B. Bocah ajaib ini sebelumnya juga meraih prestasi tertinggi dengan meraih juara kompetisi robotik di Malaysia dan Singapura. Prestasi mengagumkan dari benih-benih pendidikan Islam sehingga dia diplot sering mengisi acara televisi nasional untuk menginspirasi generasi muda lain.

Prestasi gemilang juga diraih oleh Anisa Hayati (MA Matholibul Huda Mlonggo-Jepara) meraih medali Emas, Septiana Rohmawati (MA Abadiyah Pati-Jawa Tengah) meraih medali Perak, M. Ulin Nuha (MTs Abadiyah Pati-Jawa Tengah) meraih medali Perak, Kholida Nailil Muda (MAN Wonokromo-Yogyakarta) meraih medali Perak, dan Dedi Wahyudi (MTs Matholibul Huda Mlonggo, Jepara-Jawa Tengan) meraih medali Perunggu.

Lima siswa madrasah tersebut berhasil mengharumkan nama bangsa dengan menjuarai ajang kompetisi Matematika internasional, Singapore International Mathematic Olympiad Challenge (SIMOC) yang diselenggarakan di Singapura pada 12-15 Agustus 2016. Para peserta SIMOC merupakan perwakilan dari tiap negara yang telah mengikuti seleksi SASMO (Singapore and Asian Schools Math Olympiad) dan telah meraih juara. Seleksi tersebut diikuti oleh ribuan peserta yang diadakan di negara masing-masing pada bulan April 2016 lalu.

Prestasi gemilang ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam tidak melulu hanya pendidikan karakter dan budi pekerti, tetapi juga kualitas kognitif yang mumpuni untuk bersaing di kancah dunia dan mengharumkan nama bangsa. Perjuangan sejati untuk meneguhkan kemerdekaan Indonesia sebagai warisan yang harus disadari oleh segenap anak muda agar senantiasa mengabdikan diri untuk negeri dengan meraih prestasi terbaik selain setia menjaga negara ini sebagai sebuah bangsa terhormat dengan menghormati segala perbedaan yang ada sebagai identitas bangsa Indonesia. Dirgahayu Indonesiaku!


 
Share:

Kamis, 21 Juli 2016

Jadwal Pengisian Verval SP di Emis SDM Se Indonesia Hanya 4 Hari !

 
 
Jadwal Verval Satuan Pendidikan EMIS SDM

Untuk Lebih jelasnya Silahkan Download Jadwalnya di SINI

atau baca di blog ini :

Jadwal VervalSP berdasarkan kelompok tersebut adalah:


§  Kelompok 1; Waktu Vervalnya dimulai tanggal 22 Juli 2016 dan berakhir pada 25 Juli 2016. Kelompok ini terdiri atas semua kabupaten/kota di provinsi :
§  Nanggroe Aceh Darussalam
§  Sumatera Utara
§  Sumatera Barat
§  Riau
§  Kelompok 2; Waktu verval dimulai tanggal 26 Juli 2016 dan berakhir pada 29 Juli 2016. Kelompok ini terdiri atas semua kabupaten/kota di provinsi:
§  Jambi
§  Sumatera Selatan
§  Bengkulu
§  Lampung
§  Kepulauan Bangka Belitung
§  Kepulauan Riau
§  DKI Jakarta
§  Kelompok 3; Waktu verval dimulai tanggal 30 Juli 2016 dan berakhir pada 2 Agustus 2016. Kelompok ini terdiri atas semua kabupaten/kota di provinsi :
§  Jawa Barat.
§  Kelompok 4; Waktu verval dimulai tanggal 3 Agustus 2016 dan berakhir pada 7 Agustus 2016. Kelompok ini terdiri atas semua kabupaten/kota di provinsi :
§  Jawa Tengah
§  DI Yogyakarta
§  Kelompok 5; Waktu verval dimulai tanggal 8 Agustus 2016 dan berakhir pada 12 Agustus 2016. Kelompok ini terdiri atas semua kabupaten/kota di provinsi :
§  Jawa Timur
§  Banten
§  Kelompok 6; Waktu verval dimulai tanggal 13 Agustus 2016 dan berakhir pada 17 Agustus 2016. Kelompok ini terdiri atas semua kabupaten/kota di provinsi :
§  Bali
§  Nusa Tenggara Barat
§  Nusa Tenggara Timur
§  Kalimantan Barat
§  Kalimantan Tengah
§  Kalimantan Selatan
§  Kalimantan Timur
§  Kalimantan Utara
§  Sulawesi Utara
§  Sulawesi Tengah
§  Sulawesi Selatan
§  Sulawesi Tenggara
§  Gorontalo
§  Sulawesi Barat
§  Maluku
§  Maluku Utara
§  Papua
§  Papua Barat

Sumber : www.infosekolah87.com

Share:

Rabu, 20 Juli 2016

Menentukan Sistem Pendidikan di Indonesia


Dengan ribuan pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, Indonesia memiliki kondisi alam yang berbeda. Mulai dari pegunungan, hingga laut dan pantai. Perbedaan kondisi alam tersebut pun seharusnya menjadi dasar untuk menentukan sistem pendidikan.

"Anak-anak Indonesia kan ada yang tinggal di dekat gunung sampai pantai. Kenapa pendidikan yang ada tidak disesuaikan saja dengan kondisi tempat mereka tinggal. Kenapa standarnya harus menggunakan gedung sekian luasnya dan sejumlah standar lainnya. Kalau yang tinggalnya di Papua bagaimana?" ujar Konsultan ACDP Indonesia untuk Studi Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu PAUD, Dr Gutama dalam diskusi ACDP, "Apa Itu Sekolah Ramah Anak dan Mengapa Itu Sangat Penting?" di Kemdikbud, Jakarta, Rabu (20/7/2016).

Menurutnya, sekolah ramah bukan hanya terbentuk dari standar-standar fisik seperti memiliki gedung sekolah dan fasilitas lengkap. "Namun sekolah ramah adalah sekolah yang bisa menyesuaikan kondisi mereka," ujarnya.

Gutama juga berpendapat bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi akar bagi terbentuknya pendidikan yang baik di masa mendatang. Apalagi masa PAUD adalah anak-anak dengan usia emas, sehingga perlu diberikan stimulasi yang tepat.

"Di Singapura, mereka sudah memperhatikan pendidikan sejak anak masih di dalam kandungan. Mereka juga sadar bahwa PAUD adalah fondasi untuk membentuk orang-orang hebat di masa mendatang. Anak usia dini itu membutuhkan stimulus yang terus menerus," katanya.

Gutama mengakui, perkembangan teknologi telah membuat metode pembelajaran menjadi lebih bervariasi dan mudah. Namun tetap saja, peran guru tidak boleh tergantikan.

"Teknologi boleh menjadi bagian dari pendidikan, tapi kunci dari pendidikan itu sendiri adalah guru. Karena gurulah yang akan memberikan inspirasi kepada siswanya," tambahnya.



Share:

Kamis, 02 Juni 2016

Menteri Agama Dorong Terwujudnya Sistem Pelayanan Terpadu

Foto : rmol.co
Menteri Agama memberikan perhatian besar untuk mewujudkan sistem pelayanan terpadu di lingkungan Kementerian Agama," terang Prof. Moh. Isom Yusqi, M.Ag (Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam) di hadapan para peserta Workshop Review SOP Ditjen Pendidikan Islam, Rabu, 1 Juni 2016 di Hotel Salak Heritage, Bogor. Acara tersebut akan berlangsung selama 3 (tiga) hari, yakni pada 1-3 Juni 2016.

Workshop Review SOP dibuka secara resmi oleh Isom Yusqi sekaligus membuka acara Sosialisasi Anugerah Konstitusi Tahun 2016. Dua kegiatan tersebut diselenggarakan pada waktu yang bersamaan tetapi dengan ruangan dan peserta yang berbeda. Peserta Workshop Review SOP adalah perwakilan dari tiap-tiap unit eselon II pada Ditjen Pendidikan Islam yang akan dibagi ke dalam empat kelompok untuk mereview seluruh SOP yang ada.

H. Aceng Abdul Aziz, M. Pd (Kabag Ortala dan Kepegawaian) menerangkan bahwa arti penting dari SOP adalah untuk meningkatkan pelayanan. Dengan prosedur kerja yang jelas dan terukur akan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja pegawai. "Sudah menjadi tugas Bagian Ortala dan Kepegawaian untuk menjalankan program-program yang bermuara pada terwujudnya good government," tuturnya.

Isom Yusqi menilai bahwa kendala yang ada pada Ditjen Pendidikan Islam adalah pada aspek pengimplementasian SOP. "Kita jago menyusun SOP, tetapi lemah dalam pelaksanaannya," tegasnya di hadapan para peserta workshop. Padahal, jika seluruh unsur pada Ditjen Pendidikan Islam komitmen untuk mengikuti SOP maka peningkatan pelayanan akan terwujud.

Terwujudnya sistem pelayanan terpadu sangat ditekankan oleh Menteri Agama. Melalui penerapan pelayanan terpadu akan mampu menyederhanakan alur birokrasi yang berbelit-belit, serta akan mampu menghindari penyimpangan-penyimpangan.

Perbaikan terhadap sistem terus dilakukan untuk meningkatkan profesionalitas kinerja di lingkungan Ditjen Pendidikan Islam. 



Share:

Ujian Nasional Perbaikan tahun 2016 (UNP) Khusus SMA/MA, SMK & Paket C

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Bagi Siswa/siswi SMA/MA, SMK & Paket C yang ingin mengikuti Ujian Nasional Perbaikan tahun 2016 (UNP), silakan daftar melalui unp.kemdikbud.go.id.

Petunjuk Pendaftaran :
  1. Sebelum mendaftar, Anda harus memiliki Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN)/Surat Keterangan Hasil Ujian dari sekolah tahun pelajaran 2014/2015 dan 2015/2016.
  2. Pilih jenis sekolah yang Anda tempuh.
  3. Pilih provinsi tempat sekolah asal Anda.
  4. Masukkan nomor peserta Ujian Nasional Anda sesuai dengan kartu peserta Ujian Nasional 2014/2015 dan 2015/2016 atau nomor peserta di dalam SHUN.
    Contoh:
    • 01-001-001-8 (dalam kartu peserta UN).
    • 3-15-99-11-222-333-4 (dalam SHUN).
    • 3-16-99-11-222-333-4 (dalam SHUN).
  5. Masukkan tanggal lahir Anda sesuai kartu peserta Ujian Nasional. Contoh: 31-12-1997
  6. Pilih Daftar.
  7. Apabila terjadi kesalahan dalam pengisian, mohon perhatikan pesan yang muncul di atas form pengisian.


 DAFTAR PESERTA UNP 2016


Sumber : Kemendikbud RI
Share:

Rabu, 01 Juni 2016

KALENDER PENDIDIKAN RA/MADRASAH TP. 2016/2017

Yth. Kepala Madrasah Negeri / Swasta
Se-Provinsi Banten
Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

Sehubungan akan dimulainya kegiatan pembelajaran Tahun Pelajaran 2016/2017, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten telah menerbitkan Kalender Pendidikan RA, MI, MTs dan MA Tahun Pelajaran 2016/2017, maka dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut :
  1. Kegiatan pembelajaran Tahun Pelajaran 2016/2017 dimulai tanggal 18 Juli 2016;
  2. Kalender Pendidikan RA, MI, MTs dan MA di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Tahun Pelajaran 2016/2017 sebagaimana tercantum dalam lampiran berikut yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari surat ini;
  3. Setiap madrasah menyelenggarakan Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB) selama jam belajar di madrasah pada minggu pertama masuk sekolah selama 3 (tiga) sampai dengan 5 (lima) hari, sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 55 Tahun 2014 tentang Masa Orientasi Peserta Didik Baru di Sekolah;
  4. Masa Orientasi Peserta Didik Baru bertujuan untuk mengenalkan program madrasah, lingkungan madrasah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri peserta didik, dan kepramukaan sebagai pembinaan awal ke arah terbentuknya kultur madrasah yang kondusif bagi proses pembelajaran lebih lanjut sesuai dengan tujuan pendidikan nasional;
  5. Masa Orientasi Peserta Didik Baru diarahkan agar peserta didik mengetahui dan memahami tata tertib madrasah serta mengetahui hak, kewajiban dan tanggungjawabnya sebagai bagian dari warga madrasah untuk dapat beradaptasi dan menyatu dengan warga madrasah dan lingkungan madrasah;
  6. .......................... Dst.

DOWNLOAD KALENDER PENDIDIKAN RA/MADRASAH TP. 2016/2017


Sumber : Bidang Pendidikan Madrasah Banten
Share:

Selasa, 24 Mei 2016

HANYA INFO...!!! Juknis Pemberian Subsidi Tunjangan Fungsional Bagi Guru GBPNS Tahun 2016

Tujuan pemberian Subsidi Tunjangan Fungsional bagi Guru RA/Madrasah Bukan Pegawai Negeri Sipil tahun 2016 adalah untuk meningkatkan :
  1. Kualitas proses belajar-mengajar dan prestasi belajar peserta didik di Madrasah
  2. Motivasi dan kinerja guru dalam melaksanakan tugasnya, dan
  3. Kesejahteraan Guru RA/Madrasah Bukan PNS.
Sasaran / penerima STF-GBPNS tahun 2016 adalah guru dengan kriteria atau persyaratan sebagai berikut :

- Umum
  • Berstatus sebagai guru RA/Madrasah.
  • Bukan PNS/CPNS pada Kementrian Agama atau instansi lain. 
- Khusus
  • Aktif mengajar di RA, MI, MTs atau MA dan terdaftar di program SIMPATIKA.
  • Memiliki Nomor PTK Kementrian Agama (NPK) dan/atau NUPTK
  • Berstatus sebagai GURU TETAP pada satuan pendidikan yang memiliki izin pendirian dari Kementrian Agama (negeri dan swasta)
  • Bukan penerima bantuan sejenis yang dananya bersumber dari DIPA Kementrian Agama. Guru RA/Madrasah yang menjadi penerima bantuan Tunjangan Profesi atau bantuan Tunjangan Khusus tetap dapat menjadi penerima tunjangan fungsional jika memenuhi persyaratan yang diatur dalam petunjuk teknis ini dan dananya tersedia
Demikian Info Juknis Pemberian STF-GBPNS Tahun 2016. Semoga bermanfaat

DOWNLOAD JUKNIS PEMBERIAN STF-GBPNS TAHUN 2016

Sumber : madrasah.kemenag.go.id

 
Share:

Rabu, 18 Mei 2016

Ikuti Kompetisi Guru, Kepala dan Pengawas Madrasah Berprestasi 2016

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Dengan ini diberitahukan bahwa Diraktorat Jendral Pendidikan Islam melalui Direktorat Pendidikan Madrasah akan menyelenggarakan Kompetisi Guru, Kepala, dan Pengawas Madrasah Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2016. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan apresiasi dan motivasi kepada pendidikan dan tenaga kependidikan dalam binaan Direktorat Pendidikan Madrasah yang telah secara terus menerus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, kinerja dan prestasinya dalam rangka meningkatkan mutu RA/Madrasah dan mutu lulusannya.

Pembinaan apresiasi terhadap peserta yang memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan akan dilakukan langsung oleh Bapak Menteri Agama pada saat upacara Hari Amal Bakti Kementrian Agama tanggal 3 Januari 2017 di Jakarta. Pedoman pelaksanaan kegiatan ini selengkapnya sebagaimana terlampir ...



Share:

Jumat, 06 Mei 2016

Tiga Tataran Dalam Menghadapi Kekerasan Di Lingkungan Sekolah

Jakarta, Kemendikbud --- Di awal tahun 2016 ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan telah memulai pencanangan Gerakan Anti Kekerasan di Lingkungan Pendidikan di SMAN 8 Tangerang Selatan, SMPN 2 Tangerang Selatan, dan SDN 01 Cirendeu. Gerakan ini merupakan bentuk perlindungan terhadap anak di lingkungan pendidikan, termasuk untuk menyikapi kasus bullying atau perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah. Hal ini telah diatur di dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Sekolah.

Selama kunjungan tersebut, Menteri Anies menjelaskan tentang tiga tataran dalam menghadapi tindak kekerasan di lingkungan sekolah, terutama untuk kasus bullying/perundungan. Ketiga tataran tersebut adalah pencegahan, penanggulangan, dan pemberian sanksi. Di dalamnya terdapat tiga pihak yang terlibat, yaitu sekolah, pemerintah daerah, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Dalam tataran pencegahan, dimulai dari lingkungan sekolah yang berkewajiban untuk memasang papan informasi tindak kekerasan di serambi sekolah sehingga mudah dilihat. Di papan tersebut berisi informasi untuk pelaporan dan permintaan bantuan. Selain itu para guru dan kepala sekolah wajib melaporkan kepada orangtua/wali siswa jika ada dugaan kekerasan. Mereka pun juga harus menyusun, mengumumkan, dan menerapkan Prosedur Operasional Standar (POS) tentang langkah-langkah wajib warga sekolah untuk mencegah tindak kekerasan serta membentuk tim pencegahan kekerasan yang terdiri dari guru, siswa, dan orangtua yang bekerja sama dengan lembaga psikologi, pakar pendidikan, dan organisasi keagamaan untuk kegiatan bersifat edukatif.

Sedangkan Pemerintah Daerah bertanggung jawab untuk membentuk Gugus Pencegahan Tindak Kekerasan secara permanen yang terdiri dari guru, tenaga kependidikan, perwakilan komite sekolah, organisassi profesi psikolog, dan perangkat daerah pemda setempat seperti tokoh masyarakat/agama.  Dari pihak Kemendikbud, bertanggung jawab untuk menyediakan layanan jalur informasi dan pengaduan malalui laman: http://sekolahaman.kemdikbud.go.id. Isi dari laman tersebut adalah informasi terkait tindak kekerasan yang terjadi di sekolah dan layanan pengaduan. Kemudian menetapkan panduan untuk gugus tugas pencegahan dan penyusunan POS untuk sekolah serta  memastikan sekolah dan pemerintah daerah telah melakukan upaya pencegahan.

Kemudian dalam tataran penanggulangan, sekolah wajib melaporkan kepada orangtua/wali siswa jika terjadi tindak kekerasan. Jika kekerasan hingga berakibat luka fisik/cacat/kematian, sekolah wajib melapor ke dinas pendidikan dan aparat penegak hokum. Kemudian, sekolah melakukan identifikasi fakta kejadian dan menindaklanjuti kasus secara proporsional sesuai tingkat kekerasan, menjamin hak siswa tetap mendapatkan pendidikan, dan memfasilitasi siswa mendapatkan perlindungan hukum.

Sedangkan pemerintah daerah wajib membentuk tim independen untuk melakukan tindakan awal penanggulangan dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. Tim ini melibatkan tokoh masyarakat, pemerhati pendidikan, dan/atau psikolog. Pemda juga wajib memantau dan membantu upaya penanggulangan tindak kekerasan oleh sekolah. Apabila kasus kekerasan sampai menimbulkan luka berat/cacat fisik/kematian atau menarik perhatian masyarakat, Kemendikbud akan membentuk tim penanggulangan terhadap kasus tersebut untuk mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan penanggulangan oleh sekolah dan pemda, serta memastikan sekolah menindaklanjuti hasil pengawasan dan evaluasi.

Selanjutnya, untuk tataran pemberian sanksi, beberapa upaya yang dilakukan pihak sekolah adalah pemberian sanksi kepada siswa, mulai dari teguran lisan/tertulis yang menjadi aspek penilaian sikap di rapor dan menentukan kelulusan atau kenaikan kelas. Sekolah juga memberikan tindakan lain yang bersifat edukatif (seperti konseling psilkolog/guru bimbingan konseling). Selain itu juga memberikan sanksi kepada guru dan tenaga kependidikan berupa teguran lisan/tertulis jika pelanggarannya ringan, dan pengurangan hak, pembebasan tugas, pemberhentian sementara/tetap atau pemutusan hubungan kerja jika pelanggarannya berat. Dari pihak pemda dapat memberikan sanksi teguran terhadap guru dan tenaga kependidikan bagi yang berada di sekolah negeri jika pelanggarannya ringan. Selain itu penundaan atau pengurangan hak, pembebasan tugas, pemberhentian sementara/tetap dari jabatan juga dapat diberikan jika pelanggaran terjadi secara berulang atau menimbulkan luka berat/cacat fisik/kematian. Sedangkan sanksi untuk sekolah berupa pemberhentian bantuan, penggabungan bagi sekolah negeri, atau penutupan sekolah.

Kemudian, Kemendikbud dapat merekomendasikan penurunan level akreditasi sekolah, pemberhentian bantuan, pengurangan tunjangan profesi guru, tunjangan kinerja, dan lain-lain bagi kepala sekolah dan guru. Selain itu, Kemendikbud pun dapat merekomendasikan untuk memberhentikan guru, kepala sekolah, pemda, atau yayasan. Tidak hanya itu, langkah tegas juga dapat diambil Kemendikbud seperti, penggabungan untuk sekolah negeri dan penutupan sekolah.




 
Share:

Selasa, 03 Mei 2016

APLIKASI NILAI IJAZAH, SKL & SKKB KELAS 6 MADRASAH IBTIDAIYAH

Assalamu'alaikum.

Bapak / Ibu guru berikut adalah aplikasi penilaian untuk penulisan Ijazah, Surat Keterangan Lulus (SKL) dan Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB) yang biasa digunakan untul Kelas 6 MI sebagai persyaratan kelulusan.

Bapak / Ibu guru tinggal memasukan Data Umum (nama madrasah, nama kamad, alamat madrasah, dll), Data Siswa (No. Induk, NISN, No. Peserta, Nama, dll), Input Nilai, dan lain-lain.

Nilai Ijazah, SKL dan SKKB secara otomatis langsung tertulis di aplikasi ini setelah memasukan Data Umum, Data Siswa, Input Nilai.

Silahkan Daownload Aplikasi Penilaian Kelulusan Dan Penulisan Ijazah, semoga bermanfaat.



DOWNLOAD APLIKAS

Share:

Rabu, 30 Maret 2016

Teknologi Komputer Sebagai Alat Belajar

Anak-anak didik kita sekarang adalah generasi millenium atau generasi digital, yaitu generasi yang telah terbiasa dekat dengan teknologi sejak dini khususnya teknologi komputer bergerak, internet, dan media sosial. Komputer bergerak yang dimaksud adalah komputer jinjing (laptop), sabak elektronik (tablet), dan telepon seluler (ponsel) pintar. Dan dengan semakin jamaknya penggunaan komputer bergerak, internet, dan media sosial dalam kehidupan sehari-hari kita (orang dewasa), akses anak-anak ke teknologi yang sama adalah sebuah keniscayaan yang tak bisa dihindari.

Dampak teknologi, baik yang positif maupun negatif, pada anak-anak didik —khususnya di jenjang pendidikan dasar— masih menjadi perdebatan seru antara para pemerhati dan ahli pendidikan. Sebagian pihak menganjurkan penggunaan teknologi sebagai alat belajar siswa karena mempertimbangkan dampak positifnya, tetapi sebagian pihak yang lain menolaknya karena mempertimbangkan dampak negatifnya. Namun sejatinya, teknologi apa pun pada dasarnya bersifat netral, teknologi tak mengenal baik atau buruk. Dampak baik atau buruknya suatu teknologi tergantung pada bagaimana kita menggunakan atau menerapkan teknologi tersebut.

DAMPAK POSITIF TEKNOLOGI SEBAGAI ALAT BELAJAR
Pihak yang menganjurkan penggunaan teknologi (dalam hal ini yang dimaksud adalah komputer bergerak, internet, dan media sosial) sebagai alat belajar siswa (khususnya pada pendidikan dasar) karena melihat dampak positif yang besar pada teknologi. Beberapa dampak positif yang utama antara lain:
  1. Di masa depan nanti, anak-anak ini akan menjadi pengguna teknologi.
    Ini sebuah hal yang tak bisa ditolak sehingga menghindarkan anak-anak dari teknologi menjadi tak ada gunanya karena teknologi akan ada di sekitar mereka, bahkan sejak sekarang. Dengan memperkenalkan teknologi pada anak-anak sejak usia sekolah, anak-anak dididik untuk memanfaatkan teknologi secara baik dan benar. Misalnya memperkenalkan pemahaman tentang adab berinternet dan media sosial (netiket), kerahasiaan (privacy), keamanan (security), kejahatan maya (cyber crime) sehingga mereka lebih hati-hati dalam penggunaan komputer bergerak, internet, dan media sosial. Membekali anak-anak pemahaman tentang hal-hal tersebut kelak bisa mencegah mereka menjadi korban kejahatan di internet dan media sosial.
     
    Laman pencari internet untuk anak-anak, kiddle.co
             Laman pencari internet untuk anak-anak, kiddle.co
  2. Teknologi membuat proses belajar (dan mengajar) menjadi menyenangkan.
    Kecanggihan komputer memungkinkan proses belajar yang interaktif berbasis multimedia. Itu sebabnya mengapa anak kecil pun sangat tertarik dengan komputer (khususnya sabak dan ponsel pintar). Berbeda dengan pola pendidikan konvensional di kelas dimana anak-anak cenderung menjadi obyek yang dituntut patuh pada guru dan pelajaran, komputer menjadikan anak-anak sebagai subyek yang punya kendali atas dirinya sendiri. Anak-anak bisa memilih akan belajar apa, kapan, dimana, dan bagaimana sesuai dengan yang mereka sukai. Meletakkan anak didik sebagai subyek membuat anak menjadi percaya diri, bebas memenuhi rasa ingin tahunya, dan berani mewujudkan kreatifitasnya.
    .
  3. Internet menyediakan materi belajar yang lebih kaya dan beragam.
    Materi pendidikan konvensional yang terbatas pada informasi dari guru dan buku pelajaran serta metode pembelajaran yang monoton membuat anak didik cepat bosan. Dengan komputer dan internet, materi pendidikan menjadi lebih banyak dan beragam jenisnya. Mulai buku digital warna-warni, simulasi interaktif, video menarik, dan komunikasi dua arah, menjadikan anak didik tak pernah kehabisan bahan untuk dipelajari. Apalagi jika anak didik telah mampu berbahasa Inggris, materi pelajaran akan semakin kaya karena sumber materi bertambah dari negara lain. Keragaman dan kekayaan materi belajar tak membebani anak didik karena semuanya tersedia secara ringkas pada satu perangkat komputer bergerak yang mereka gunakan. Ratusan buku digital, puluhan video dan simulasi, gambar-gambar menarik, catatan pelajaran, dan sebagainya mampu ditampung dalam satu perangkat saja.
     
    Berbagai pilihan aplikasi untuk anak-anak di App Store.
                  Berbagai pilihan aplikasi untuk anak-anak di App Store.
DAMPAK NEGATIF TEKNOLOGI SEBAGAI ALAT BELAJAR
Beberapa dampak negatif utama dari penerapan teknologi komputer begerak, internet, dan media sosial sebagai alat belajar, khususnya di jenjang pendidikan dasar, antara lain:
  1. Anak-anak berpotensi menjadi korban kejahatan dunia maya.
  2. Teknologi mengalihkan fokus anak-anak dari proses belajar mengajar.
  3. Anak-anak kehilangan kemampuan bersosialisasi di dunia nyata.
Namun semua kekhawatiran dampak negatif tersebut bisa dihindari oleh dua hal, yaitu pembatasan dan pengawasan. Sebagaimana penggunaan hal-hal lainnya, penggunaan teknologi pada anak-anak juga harus dibatasi dan diawasi oleh orang tua dan guru. Penggunaan komputer pada anak-anak sebaiknya dibatasi waktunya dan diawasi bagaimana anak memanfaatkannya. Orang tua dan guru dituntut harus bisa mencegah dan menghindarkan anak-anak dari akses yang berpotensi bahaya dan merugikan seperti orang asing, gangguan kesehatan, kekerasan, kejahatan, dan pornografi. Karena itu, penting bagi orang tua dan guru untuk selalu mengawasi saat anak sedang menggunakan komputer. Untuk keamanan akses internet, sebaiknya dipasang juga perangkat keamanan internet di rumah dan sekolah.
Tabel batasan waktu bermain komputer bagi anak-anak berdasarkan usia:

Rentang usia Saran batasan waktu
penggunaan komputer per hari
0 – 2 tahun 0 jam
2 – 6 tahun ≤ 1 jam
6 – 12 tahun ≤ 2 jam
12 – 18 tahun ≤ 3 jam

PROGRAM E-SABAK DARI KEMDIKBUD
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia periode 2014-2019, Anies Baswedan, nampaknya termasuk pihak yang mendukung penggunaan teknologi komputer dalam pendidikan. Ini dibuktikan dengan diluncurkannya program E-Sabak pada Januari 2015 yang lalu. Program E-Sabak adalah program Kemdikbud untuk memberi dukungan penggunaan sabak elektronik (tablet) sebagai salah satu alat belajar (untuk guru dan siswa) dalam pendidikan di Indonesia. Program E-Sabak ini juga mendukung program Kemdikbud sebelumnya yaitu Buku Sekolah Elektronik (BSE). BSE adalah program penyediaan buku ajar sekolah dalam bentuk digital (ebook) yang bisa diunduh secara gratis.

Tampilan laman BSE Kemendikbud di bse.kemdikbud.go.id
                                 Tampilan laman BSE Kemendikbud di bse.kemdikbud.go.id

Selain itu, Kemdikbud juga bekerja sama dengan pihak ketiga untuk penyediaan aplikasi komputer BSE, termasuk untuk sabak digital. Salah satunya adalah aplikasi Buku BSE dari mahoni.com. Dengan aplikasi BSE ini, guru dan siswa bisa mengunduh buku-buku pelajaran yang disediakan BSE langsung ke sabak (atau ke komputer) masing-masing.

Laman informasi aplikasi BSE yang disediakan oleh mahoni.com.
Laman informasi aplikasi BSE yang disediakan oleh mahoni.com.

Namun program E-Sabak ini tentu tak hanya terbatas untuk mendukung program dari Kemdikbud saja. Secara tidak langsung program E-Sabak juga memfasilitasi guru dan siswa untuk menggunakan aplikasi atau layanan pendidikan lain selain dari pemerintah, misalnya layanan SIAP Online dari Telkom Indonesia yang bisa diakses dan digunakan dari perangkat sabak digital.

Program E-Sabak dan BSE adalah program yang bagus dari Kemdikbud dan layak untuk kita dukung bersama. Semoga program ini terus berlanjut dan ditingkatkan menjadi lebih baik demi kemajuan pendidikan Indonesia.


 
Share:

Postingan Populer