Blog informasi seputar dunia pendidikan

Tampilkan postingan dengan label Beasiswa S1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beasiswa S1. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 April 2017

Beasiswa Santri Kembali Dibuka, Ada 270 Kuota

Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) kembali membuka Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Plt Direktur PD Pontren Imam Safei mengatakan bahwa PBSB merupakan salah satu upaya Kemenag memfasilitasi santri pondok pesantren yang ingin melanjutkan kuliah S1.

"Tahun ini, Kemenag menyediakan 270 kouta beasiswa yang akan disebar ke 13 Kampus," ujarnya di Jakarta, Rabu (05/04).

Ketiga belas kampus tersebut adalah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, IPB, UPI Bandung, UIN Sunan Gunung Jati Bandung, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UGM Yogyakarta, UIN Walisongo Semarang, ITS Surabaya, UNAIR Surabaya, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Alaudin Makasar, dan Universitas Cendrawasih Jayapura.

Menurut Imam, sasaran program ini adalah santri yang bersekolah pada tingkat akhir dan lulus pada tahun 2017 di Madrasah Aliyah (MA) naungan pesantren atau santri lulusan pesantren muadalah/pesantren salafiyah dan ijazah paket C yang diselenggarakan oleh pondok pesantren.

Ditempat terpisah, Kasubdit Santri Ainur Rofiq, mengatakan bahwa pendaftaran PBSB dibuka mulai tanggal 10 April - 8 Mei 2017. Sedangkan tes masuknya akan dilaksanankan tanggal 17 - 24 Mei 2017.

"Kami berharap pengelola Pondok Pesantren dapat menginformasikan peluang ini kepada para santrinya," ujar Ainur Rofiq.

PBSB sudah berjalan sejak tahun 2005. Saat itu, Kemenag baru menggandeng 2 perguruan tinggi, yaitu UIN Syarif Hidayatullah dan IPB. Sampai dengan saat ini, PBSB sudah melahirkan ribuan alumni dalam berbagai bidang keahlian, mulai dari kesehatan (dokter), fisikawan, matematika, teknik, dan lainnya.

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai program beasiswa ini dan bagaimana alur pendaftaranya, sila klik pranala berikut:







Share:

Jumat, 17 Maret 2017

Insentif dan BOP untuk Madrasah Diniyah disiapkan oleh Kemenag



Jakarta (Kemenag) --- Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan agama non formal bagi anak usia sekolah. Tidak sedikit siswa sekolah dan madrasah yang juga belajar agama secara non formal di lembaga pendidikan keagamaan yang dikembangkan masyarakat, sepulang mereka dari sekolah.

Kementerian Agama melalui Ditjen Pendidikan Islam terus berupaya memberikan perhatian dan penguatan kelembagaan madrasah diniyah takmiliyah. Untuk tahun 2017 misal, Ditjen Pendidikan Islam telah mengalokasikan anggaran bagi ustadz dan operasional MDT.

"Berdasarkan RKKAL 2017, tahun ini kita akan memberikan insentif bagi para ustad MDT. Sudah teralokasikan anggaran untuk 4.250 guru MDT di pusat dan daerah," ujar Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin.

Selain insentif, lanjut Kamaruddin yang juga Guru Besar UIN Alauddin Makasar ini, Ditjen Pendidikan Islam juga memmberikan bantuan operasional. "BOP untuk MDT tahun 2017 akan diberikan kepada 2.000 lembaga, pusat dan daerah, masing-masing Rp15juta," katanya. 

Kamaruddin Amin mengapresiai perkembangan MDT yang saat ini terus meningkat. Selain sukses menjaga tradisi pembelajaran keagamaan yang sudah sekian lama berlangsung secara turun-menurun, MDT kini juga mengalami sejumlah perkembangan. Hal itu antara lain ditandai dengan mulai berdirinya sejumlah MDT unggulan di setiap kab/kota. Dukungan Pemda juga terus menguat seiring dengan lahirnya perda diniyah di hampir 45% kab/kota yang ada di Indonesia.

Saat ini setidaknya ada 80ribu MDT yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebagian besar atau hampir 70% adalah MDT tingkat awal atau awaliyah. Sisanya tingkat menengah (wustha) dan tinggi (ulya). Sebagian besar dari MDT ini sekarang tergabung dalam Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) yang sudah terbentuk di 28 provinsi.

"Seluruh MDT yang terdaftar di Kemenag, sudah memiliki badan hukum, rekening lembaga, NPWP, serta sertifikat pendidikan dan nomor statistik. Ini menjadi bagian upaya Kemenag dalam melakukan penataan kelembagaan MDT," tandas Kamaruddin Amin. (mkd/mkd)



 

Share:

Senin, 19 Desember 2016

Ujian Nasional (UN) Tetap Dilanjutkan dengan Perbaikan

Presiden Joko Widodo memutuskan Ujian Nasional (UN) tetap dilanjutkan. Keputusan itu diambil Jokowi usai memimpin rapat terbatas yang khusus membahas soal evaluasi UN di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/12).

"Presiden memutuskan Ujian Nasional tetap diadakan," ucap Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dalam konferensi pers yang digelar usai rapat.

Namun begitu, ia memastikan bahwa UN tahun depan akan dijalankan dengan sejumlah perbaikan. Salah satu perbaikan itu, menurut Pramono, dengan peningkatan kapasitas guru sehingga kualitas pendidikan diharapkan ikut meningkat.

​"Harapannya Ujian Nasional ini bisa menjadi patokan​ untuk kemajuan para siswa kita di kemudian hari," ujarnya.​

Lebih lanjut, Pramono mengatakan bahwa laporan dari Programme Internationale for Student Assesment (PISA) menjadi salah satu pertimbangan Presiden sehingga akhirnya memutuskan untuk melanjutkan UN.  ​Dalam laporan yang dikeluarkan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD)​ tersebut, Indonesia disebut mengalami peningkatan prestasi dalam sejumlah bidang ilmu dalam tiga tahun terakhir. Sehingga, pemerintah menyimpulkan bahwa sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia sudah pada jalur yang tepat.​​

​Saat membuka rapat terbatas, ​Presiden menyebut prestasi Indonesia di bidang sains dan tingkat literasi meningkat, berdasarkan laporan PISA​. Meski tak menjelaskan seperti apa peningkatannya, ​Ia​ mengatakan ranking Indonesia dalam laporan tersebut melompat cukup signifikan.

"Kalau tren ini berlanjut, maka diperkirakan tahun 2030 pendidikan di Indonesia akan setara dengan negara-negara di OECD," ujar Jokowi​.

Jokowi cukup bangga dengan pencapaian tersebut karena menurutnya negara-negara lain justru mengalami penurunan skor.


 
Share:

Minggu, 23 Oktober 2016

Hafiz Alquran Mendapatkan Beasiswa Sekolah Pilot Dari Pemkab Banyuwangi

Banyuwangi punya program beasiswa bagi para pelajar dan santri yang bercita-cita menjadi pilot. Syaratnya, calon peserta minimal hafal 15 juz Alquran.

Program beasiswa itu diluncurkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pada hari Santri yang jatuh pada Sabtu (22/10/2016). Dalam menerapkan beasiswa itu, Pemkab menggandeng sekolah pilot Mandiri Utama Flight Academy (MUFA).


Bupati yang akrab disapa Anas itu menyebut pemberian beasiswa merupakan bentuk apresiasi bagi para santri.

"Dengan beasiswa pilot ini, tentu dunia pesantren semakin bangga karena santri juga bisa menjadi pilot. Tunjukkan bahwa santri adalah SDM unggul dan berdaya saing. Ingat, menjadi pilot tidak mudah, mari para santri manfaatkan beasiswa ini," ujar Anas di sela-sela pelaksanaan upacara Hari Santri di Pendopo Kabupaten Banyuwangi.

Teknis pemberian beasiswa, kata Anas, diawali dengan pendaftaran calon peserta didik di Dinas Pendidikan Banyuwangi, Kantor Kementerian Agama Banyuwangi. Syarat lainnya, pendaftar harus mempunyai KTP Banyuwangi.

"Berasal dari keluarga kurang mampu, bersedia mengikuti pendidikan sampai selesai, dan diutamakan yang yatim serta hafal minimal 15 juz Alquran," ujar Anas.

"Seleksi digelar di Banyuwangi dan Jakarta dengan semua biaya seleksi, termasuk transportasi, ditanggung. Saya berharap akhir tahun ini sudah ada santri yang lolos dan awal tahun depan bisa mulai belajar di sekolah pilot," imbuhnya.

Lanjut Anas, pemkab Banyuwangi serius dan memperhatikan perihal pendidikan. Sebelumnya pemkab Banyuwangi telah mengucurkan beasiswa untuk generasi muda, termasuk santri. Total sudah Rp14,4 miliar untuk membiayai 700 mahasiswa asli Banyuwangi yang berkuliah di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Anas menyebut perayaan hari santri harus dimaknai sebagai momentum untuk mengoptimalkan peran dunia pesantren, termasuk meningkatkan kapasitas SDM-nya.

"Para santri sudah tidak boleh minder, karena santri punya peran strategis sejak zaman perjuangan meraih kemerdekaan. Resolusi Jihad yang digaungkan KH Hasyim Asyari adalah bukti nyata kecintaan santri pada bangsa ini. Sistem pendidikan di pesantren juga telah diakui, bahkan oleh para pakar luar negeri, sebagai sistem pendidikan yang ideal," ungkapnya.



Share:

Kamis, 08 September 2016

Lomba Penulisan KIR dan Ceris, Ditutup 04 November 2016

lomba menulis

Dalam rangka menumbuhkembangkan minat, bakat, dan kreativitas siswa dalam bidang menulis dan penelitian tentang Pendidikan Agama Islam (PAI) dan terlebih lagi meningkatkan mutu Pendidikan Agama Islam di sekolah khusunya di SMK (Sekolah Menengah Atas) dan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), maka Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI menggelar 2 perhelatan kreativitas yaitu lomba Penulisan Karya Ilmiah Remaja (KIR) dan Lomba Cerita Islami (Ceris) bagi siswa-siswi SMA/SMK tingkat nasional.

“Lomba menulis dan bercerita tentang Pendidikan Agama Islam dikalangan pelajar SMK/SMA ini juga bermaksud menumbuhkan sikap bersaing positif, memotivasi untuk berprestasi, mewujudkan religius culture di sekolah, serta memperkuat ukhuwwah Islamiyahbasyariyah dikalangan mereka – wathoniyah dalam bernegara dan berbangsa,” jelas Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin, dalam keterangan tertulisnya (25/04/2016).

Mengenai ketentuan lombanya, panjang tulisan 25 halaman (KIR), 40 Halaman (Ceris), ditulis dalam A4 1,5 spasi, font Times New Roman 12, margin 3-2-2-2. Untuk tema KIR adalah “Generasi Islam yang Ramah” sedangkan Ceris yaitu “Indahnya Keberagaman”. Kemudian karya dikirim ke “Sub Direktorat PAI SMA, Direktorat PAI Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta Pusat 10110”. Untuk Lomba KIR tertuju ke : Panitia Lomba Penulisan Karya Ilmiah Remaja (KIR) Pendidikan Agama Islam Siswa SMA/SMK Tahun 2016. Sedangkan untuk Ceris ke Panitia Lomba Penulisan Cerita Remaja Islam (Ceris) Siswa SMA/SMK Tahun 2016.

Selain dikirim berupa hard copy paling lambat 04 November 2016, soft copy nya dikirim via E-Mail ke kompetisipai@gmail.com. Untuk Ceris bersubject Ceris – Nama Peserta. Untuk KIR bersubject KIR – Nama Peserta. Dalam hard copy –nya juga harus disertakan kartu pelajar, surat pengantar dari sekolah dan nomor telepon yang mudah dihubungi.

Lomba yang tidak dipungut biaya alias gratis ini akan diberikan hadiah bagi para pemenangnya yaitu ; Juara I (17,5juta); Juara II (15,5juta) dan Juara III (13,5juta). Sedangkan Juara Harapan I (11,5juta); Juara Harapan II (9,5juta); dan Juara Harapan III (7,5juta). (@viva_tnu)



Share:

Senin, 22 Agustus 2016

Cara Ajuan Ijin Belajar (Merubah Staf Menjadi Guru Kembali) Pada SIMPATIKA

Cara melakukan ajuan ijin belajar bagi guru yang kualifikasi pendidikannya belum S1 ini sekaligus merupakan cara merubah PTK yang otomatis menjadi staf kembali lagi menjafi guru. Dengan menjadi guru kembali secara otomatis PTK tersebut dapat diberikan jam mengajar saat mengisikan Jadwal Mengajar Mingguan di Simpatika.

Sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005, kualifikasi pendidikan seorang guru, minimal adalah D4/S1. sehingga bagi guru yang belum D4/S1, oleh Simpatika akan otomatis dirubah menjadi tenaga kependidikan (staf).

Karena menjadi staf, maka guru tersebut tidak akan muncul saat pengisian Jadwal Mengajar Mingguan. Atau dengan kata lain tidak dapat diberikan jam mengajar.

Mulai periode Verval Simpatika Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017, Simpatika meluncurkan fitur baru yakni, Ajuan Ijin Belajar. Baca: Fitur dan Agenda Kegiatan Simpatika Semester 1 Tahun 2016/2017.

Tutorial Cara Melakukan Ajuan Ijin Belajar


Bagaimana cara mengajukan ijin belajar bagi guru yang belum berkualifikasi pendidikan D4/S1?

Cara melakukan ajuan ijin belajar sekaligus merubah kembali staf menjadi guru adalah sebagai berikut:
  1. Login ke akun PTK yang bersangkutan
  2. Akan muncul beberapa notifikasi. salah satunya "Ajuan Ijin Belajar"
  3. Pada notifikasi Ajuan Ijin Belajar, di bagian bawah klik "Ajukan Ijin Belajar"

Ajuan Ijin Belajar

Selesai.

Sampai di sini, status PTK tersebut akan otomatis berubah dari yang semula staf menjadi guru kembali. PTK tersebut pun dapat diberikan jam mengajar pada isian Jadwal Mengajar Mingguan.

Namun, diperlukan langkah lanjutan agar status guru tersebut dapat terus melekat dan tidak berubah kembali menjadi staf.

Langkah-langkah yang dimaksud (untuk mempertahankan statusnya tetap guru) adalah dengan melakukan perubahan data riwayat pendidikan (cetak S12). Tambahkan riwayat pendidikan S1 yang tengah ditempuh. Caranya adalah:
  1. Pada akun PTK yang bersangkutan
  2. Klik menu Pendidikan >> Riwayat Pendidikan
  3. Klik tanda plus (+) di pojok kanan atas
  4. Muncul isian Tambah Riwayat Pendidikan
  5. Isikan kolom-kolom yang tersedia seperti: jenjang pendidikan dll
  6. Khusus untuk kolom tahun lulus, biarkan kosong (karena belum lulus)
  7. Klik tambahkan
  8. Klik Jadikan Permanen
  9. Muncul jendela Pengajuan Perubahan Data
  10. Centang kotak di depan penyataan lalu klik Setuju dan Cetak Ajuan
  11. Muncul Form S12 (Perubahan Data)
  12. Cetak S12 tersebut
  13. Serahkan S12 tersebut ke admin Simpatika Kab/Kota dengan dilampiri Surat Keterangan Sedang Menempuh S1 dari Perguruan Tinggi tempat PTK belajar


 
Share:

Selasa, 26 Juli 2016

Membuat Perpustakaan Rumah

Membaca itu penting sekali untuk perkembangan intelektual dan jiwa anak-anak. Besar kemungkinan semua orang tua setuju. Tapi apakah anggukan setuju tersebut selalu diikuti dengan kegemaran membaca? Belum tentu. Mengapa bisa begitu.

Banyak kemungkinan yang membuat kesadaran pentingnya membaca tidak diikuti dengan kegiatan membaca. Satu di antaranya adalah soal akses terhadap bacaan. Maka dari itu, jika ada seorang anak tidak gemar membaca, jangan langsung dikatakan bahwa ia malas. Tapi bisa jadi karena memang tidak ada bahan bacaan yang harus dibaca.

Selain akses, dalam konteks budaya baca di kalangan anak-anak tergantung pula pada faktor keteladanan. Hanya dari orang tua yang gemar membaca sajalah dapat dijumpai anak-anak yang suka membaca.  Lantas bagaimana caranya menyediakan akses bacaan kepada anak-anak sekaligus memberi keteladanan kepada mereka? Salah satu caranya adalah dengan membuat perpustakaan rumah (home library).

Mendengar kata perpustakaan, jangan Anda bayangkan layaknya perpustakaan umum yang dikelola perguruan tinggi dan pemerintah yang mensyarakatkan adanya jumlah koleksi yang sekian ribu judul, lengkap dengan fasilitas penunjang lainnya. Membuat perpustakaan rumah sangat mudah, tidak memerlukan biaya besar, karena perpustakaan rumah bisa berupa pojok baca atau satu ruang/kamar layaknya kamar tidur yang peruntukkannya untuk membaca.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan bagian mana dari ruang rumah yang akan dijadikan home library. Ada beberpa pilihan, mulai dari ruang tamu, ruang tengah, ruang makan, dan serambi belakang. Saya pribadi lebih memilih ruang makan sebagai ruang baca sekaligus.

Pertimbangannya sederhana, karena kebetulan ruang makan menjadi ruang yang paling sering menjadi tempat kami berkumpul. Jadi sambil makan, kita bisa sambil membaca. Meja dan kursi di ruang makan bisa sekalian dijadikan meja baca.

Langkah kedua, siapkan tempat untuk meletakkan buku. Tidak selalu harus dengan membeli rak buku. Cukup gunakan almari perabot makan yang bermeja rendah, lalu belilah penjepit buku 2-3 pasang yang harganya tak lebih dari Rp 50 ribu, dan Anda sudah bisa memiliki rak buku. Kalau Anda mau repot sedikit, bisa juga Anda  membuat rak buku sederhana dengan membeli papan 4-5 lembar, dengan model kotak berpartisi. 

Langkah ketiga, buat label khusus berupa stiker dari kertas warna yang ditempel di punggung atau jilidan buku. Label tersebut berfungsi untuk menandai kategorisasi bacaan, misalya buku untuk orang tua, buku untuk anak-anak dan lain-lain. Jadi Anda tidak perlu membuat katalogisasi layaknya perpustakaan. Selain ribet, untuk jumlah koleksi buku di bawah 1.000 judul, kita masih bisa dengan mudah mengakses buku tanpa sistem katalogisasi.

Langkah keempat, sepakati jam membaca bersama Anda dengan anak-anak. Jika memungkinkan, Anda bisa mengadakan bedah buku spontan. Anda bisa bercerita kepada buah hati Anda tentang buku yang sedang atau telah selesai Anda baca. Lain waktu, Anda bisa gantian meminta anak-anak untuk menceritakan buku yang mereka baca. Anda bersama anak-anak juga bisa merencanakan (menulis tema atau judul) buku-buku baru apa saja yang akan dibeli pada saat ke toko buku di tiap awal bulan. Dengan demikian anak-anak merasa dilibatkan dalam memperkaya jenis bacaan dan koleksi buku di perpustakaan rumah. Harapannya, rasa cinta mereka kepada aktivitas membaca semakin tinggi.



Share:

Kamis, 21 Juli 2016

Jadwal Pengisian Verval SP di Emis SDM Se Indonesia Hanya 4 Hari !

 
 
Jadwal Verval Satuan Pendidikan EMIS SDM

Untuk Lebih jelasnya Silahkan Download Jadwalnya di SINI

atau baca di blog ini :

Jadwal VervalSP berdasarkan kelompok tersebut adalah:


§  Kelompok 1; Waktu Vervalnya dimulai tanggal 22 Juli 2016 dan berakhir pada 25 Juli 2016. Kelompok ini terdiri atas semua kabupaten/kota di provinsi :
§  Nanggroe Aceh Darussalam
§  Sumatera Utara
§  Sumatera Barat
§  Riau
§  Kelompok 2; Waktu verval dimulai tanggal 26 Juli 2016 dan berakhir pada 29 Juli 2016. Kelompok ini terdiri atas semua kabupaten/kota di provinsi:
§  Jambi
§  Sumatera Selatan
§  Bengkulu
§  Lampung
§  Kepulauan Bangka Belitung
§  Kepulauan Riau
§  DKI Jakarta
§  Kelompok 3; Waktu verval dimulai tanggal 30 Juli 2016 dan berakhir pada 2 Agustus 2016. Kelompok ini terdiri atas semua kabupaten/kota di provinsi :
§  Jawa Barat.
§  Kelompok 4; Waktu verval dimulai tanggal 3 Agustus 2016 dan berakhir pada 7 Agustus 2016. Kelompok ini terdiri atas semua kabupaten/kota di provinsi :
§  Jawa Tengah
§  DI Yogyakarta
§  Kelompok 5; Waktu verval dimulai tanggal 8 Agustus 2016 dan berakhir pada 12 Agustus 2016. Kelompok ini terdiri atas semua kabupaten/kota di provinsi :
§  Jawa Timur
§  Banten
§  Kelompok 6; Waktu verval dimulai tanggal 13 Agustus 2016 dan berakhir pada 17 Agustus 2016. Kelompok ini terdiri atas semua kabupaten/kota di provinsi :
§  Bali
§  Nusa Tenggara Barat
§  Nusa Tenggara Timur
§  Kalimantan Barat
§  Kalimantan Tengah
§  Kalimantan Selatan
§  Kalimantan Timur
§  Kalimantan Utara
§  Sulawesi Utara
§  Sulawesi Tengah
§  Sulawesi Selatan
§  Sulawesi Tenggara
§  Gorontalo
§  Sulawesi Barat
§  Maluku
§  Maluku Utara
§  Papua
§  Papua Barat

Sumber : www.infosekolah87.com

Share:

Rabu, 20 Juli 2016

Karena Kelebihan Berat Badan, Rizki Tak Sanggup Pergi Ke Sekolah


Selain Arya Permana asal Karawang, Jawa Barat, seorang bocah Palembang juga mengalami kondisi serupa. Dia adalah Rizki Rahmat Ramadhon (10).

Rizki juga tidak bisa berangkat ke sekolah karena mengalami kelebihan berat badan. Putra bungsu dari tujuh bersaudara pasangan Edy Hartono (44) dan Salia Sukiro (40) itu, kini dirawat di kamar 1 Paviliun Musi Elok Rumah Sakit Muhammad Husin (RSMH) Palembang.

Bocah kelas VI SDN 43 Talang Ratu, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang, itu dijaga ibu dan tiga saudara perempuannya.

Salia mengatakan, anaknya masuk Unit Gawat Darurat RSMH Palembang setelah disarankan dokter gizi, Selasa (19/7) malam. Sebelumnya, Rizki memang bolak-balik rumah sakit, tetapi tak membuahkan hasil.

"Tadinya mau kami bawa ke RS di Bandung, tempat Arya itu. Alhamdulillah ternyata di Palembang juga bisa merawatnya," ungkap Salia saat ditemui merdeka.com, Rabu (20/7).

Menurut Salia, Rizki terpaksa dirawat lantaran tak sanggup lagi beraktivitas seperti biasa. Untuk berjalan sekitar sepuluh meter saja, nafas Rizki sudah ngos-ngosan, apalagi mau naik turun tangga di sekolahnya.

Begitu ditimbang pada hari pertama perawatan, berat badan Rizki mencapai 119 kilogram dan tinggi badan 145 centimeter. Berat badan itu merupakan tertinggi sejak mengidap obesitas dua tahun lalu.

"Ruang kelasnya ada di lantai dua, mau jalan saja susah, ini mau naik tangga, bisa-bisa jatuh, lebih susah lagi," kata Salia.

Selama masa pengobatan, pihak sekolah memberikan kelonggaran bagi Rizki untuk tidak mengikuti kegiatan belajar secara formal. Namun, sejauh ini belum ada kebijakan untuk mengutus guru pendamping selama dirawat.

"Kata gurunya dirawat dulu, agak pulih nanti baru ada guru privat begitu," pungkasnya.



Share:

Jumat, 10 Juni 2016

PENGUMUMAN REKRUTMEN, SELEKSI, PENEMPATAN PROGRAM SM-3T TINGKAT NASIONAL TAHUN 2016

Akan dibuka rekrutmen, seleksi dan penempatan calon Guru SM-3T Pendidikan Menengah oleh Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pendaftaran dimulai  6 Juni 2016 pukul 07:00 WIB – 4 Juli 2016 pukul 23:59 WIB. Syarat dan Jadwal Rekrutmen, Seleksi dan Penempatan adalah sebagai berikut:



PERSYARATAN PENDAFTARAN
  1. Warga Negara Indonesia dibuktikan dengan KTP / SIM yang masih berlaku.
  2. Sarjana dari program studi kependidikan minimal S-1 lulusan tiga tahun terakhir (2014, 2015, 2016) dari program studi  terakreditasi minimal B yang sesuai dengan kebutuhan mata pelajaran dan atau bidang keahlian yang dibutuhkan; pas foto berwarna, soft copy ijazah dan transkrip nilai di up load bersama borang pendaftaran dari sistem informasi yang ada.
  3. Usia maksimum 27 tahun per 31 Desember 2016.
  4. IPK minimal 3,00; dibuktikan fotokopi transkrip nilai yang telah disahkan (legalisasi).
  5. Berbadan sehat; dibuktikan dengan surat keterangan dokter dari klinik terdaftar / Puskesmas.
  6. Bebas dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza)dibuktikan dengan Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) serta Miras dari pejabat yang berwenang.
  7. Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang dikeluarkan oleh Polres/Polresta.
  8. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti Program SM-3T yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai 6000 rupiah.
  9. Belum pernah mengikuti program SM-3T pada tahun sebelumnya, dan sanggup mengikuti program PPG yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai.
Bukti persyaratan nomor 1) s.d. nomor 9) dibawa pada saat tes wawancara. Pada saat wawancara peserta juga diminta membawa contoh RPP yang dibuat sendiri (berdasar topik tertentu yang dipilih). Khusus lulusan tahun 2016 yang belum memiliki ijazah, dapat menggunakan Surat Keterangan Lulus (SKL) yang ditandatangani dan/atau diketahui Pembantu/Wakil Rektor Bidang Akademik, sedangkan ijazah dan transkrip nilai asli wajib ditunjukkan pada saat wawancara.

NAMA PROGRAM STUDI YANG DIBUTUHKAN

  1. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
  2. Pendidikan Sejarah
  3. Pendidikan Ekonomi
  4. Pendidikan Geografi
  5. Pendidikan IPS
  6. Pendidikan Sosiologi dan Antropologi
  7. Pendidikan Bahasa Indonesia
  8. Pendidikan Bahasa Inggris
  9. Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
  10. Pendidikan Biologi
  11. Pendidikan Matematika
  12. Pendidikan Fisika
  13. Pendidikan Kimia
  14. Pendidikan IPA
  15. Pendidikan Teknik Bangunan
  16. Pendidikan Teknik Mesin
  17. Pendidikan Teknik Otomotif
  18. Pendidikan Teknik Elektro/Ketenagalistrikan
  19. Pendidikan Teknik Elektronika
  20. Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Tata Boga
  21. Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Tata Busana
  22. Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Tata Rias
  23. Pendidikan Luar Biasa
  24. Pendidikan Guru Sekolah Dasar
  25. Pendidikan Guru Anak Usia Dini
  26. Bimbingan dan Konseling
  27. Pendidikan Seni Budaya (Drama, Tari, Musik)
  28. Pendidikan Seni Rupa

JADWAL REKRUTMEN, SELEKSI DAN PENEMPATAN PROGRAM SM-3T TINGKAT NASIONAL TAHUN 2016


 
Share:

Rabu, 01 Juni 2016

Juknis Program Indonesia Pintar Siswa Madrasah Tahun 2016

Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa madrasah diselenggarakan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama RI dalam rangka pemerataan pendidikan dan menurunkan angka anak putus sekolah serta menarik anak untuk mau kembali bersekolah. Sebagai panduan pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) maka Kemenag melalui Dirjen Pendidikan Islam mengeluarkan Keputusan Nomor 1022 TAHUN 2016 tentang Petunjuk Teknis (juknis) Program Indonesia Pintar Untuk Siswa Madrasah yang mengatur secara detil aturan tentang petunjuk perencanaan, pelaksanaan dan monev program tersebut. Keputusan Dirjen Pendidikan Islam tentang PIP ini telah ditetapkan pada tanggal 1 Maret 2016.

Program Indonesia Pintar adalah salah satu program perlindungan sosial nasional (tercantum dalam RPJMN 2015-2019) yang bertujuan untuk :
  1. Meningkatkan angka partisipasi pendidikan dasar dan menengah.
  2. Meningkatkan angka keberlanjutan pendidikan yang ditandai dengan menurunnya angka putus sekolah dan angka melanjutkan.
  3. Menurunnya kesenjangan partisipasi pendidikan antar kelompok masyarakat, terutama antara penduduk kaya dan penduduk miskin, antara penduduk laki-laki dan penduduk perempuan, antara wilayah perkotaan dan perdesaan, dan antar daerah.
  4. Meningkatkan kesiapan siswa pendidikan menengah untuk memasuki pasar kerja atau melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

Sasaran Penerima Manfaat Program Indonesia Pintar :
  1. Peserta didik/siswa pada Madrasah Ibtidaiyah
  2. Peserta didik/siswa pada Madrasah Tsanawiyah, dan
  3. Peserta didik/siswa pada Madrasah Aliyah.

DOWNLOAD JUKNIS PROGRAM INDONESIA PINTAR (PIP) TAHUN 2016


Sumber : Berbagai Sumber

Share:

Selasa, 24 Mei 2016

HANYA INFO...!!! Juknis Pemberian Subsidi Tunjangan Fungsional Bagi Guru GBPNS Tahun 2016

Tujuan pemberian Subsidi Tunjangan Fungsional bagi Guru RA/Madrasah Bukan Pegawai Negeri Sipil tahun 2016 adalah untuk meningkatkan :
  1. Kualitas proses belajar-mengajar dan prestasi belajar peserta didik di Madrasah
  2. Motivasi dan kinerja guru dalam melaksanakan tugasnya, dan
  3. Kesejahteraan Guru RA/Madrasah Bukan PNS.
Sasaran / penerima STF-GBPNS tahun 2016 adalah guru dengan kriteria atau persyaratan sebagai berikut :

- Umum
  • Berstatus sebagai guru RA/Madrasah.
  • Bukan PNS/CPNS pada Kementrian Agama atau instansi lain. 
- Khusus
  • Aktif mengajar di RA, MI, MTs atau MA dan terdaftar di program SIMPATIKA.
  • Memiliki Nomor PTK Kementrian Agama (NPK) dan/atau NUPTK
  • Berstatus sebagai GURU TETAP pada satuan pendidikan yang memiliki izin pendirian dari Kementrian Agama (negeri dan swasta)
  • Bukan penerima bantuan sejenis yang dananya bersumber dari DIPA Kementrian Agama. Guru RA/Madrasah yang menjadi penerima bantuan Tunjangan Profesi atau bantuan Tunjangan Khusus tetap dapat menjadi penerima tunjangan fungsional jika memenuhi persyaratan yang diatur dalam petunjuk teknis ini dan dananya tersedia
Demikian Info Juknis Pemberian STF-GBPNS Tahun 2016. Semoga bermanfaat

DOWNLOAD JUKNIS PEMBERIAN STF-GBPNS TAHUN 2016

Sumber : madrasah.kemenag.go.id

 
Share:

Rabu, 18 Mei 2016

Ikuti Kompetisi Guru, Kepala dan Pengawas Madrasah Berprestasi 2016

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Dengan ini diberitahukan bahwa Diraktorat Jendral Pendidikan Islam melalui Direktorat Pendidikan Madrasah akan menyelenggarakan Kompetisi Guru, Kepala, dan Pengawas Madrasah Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2016. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan apresiasi dan motivasi kepada pendidikan dan tenaga kependidikan dalam binaan Direktorat Pendidikan Madrasah yang telah secara terus menerus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, kinerja dan prestasinya dalam rangka meningkatkan mutu RA/Madrasah dan mutu lulusannya.

Pembinaan apresiasi terhadap peserta yang memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan akan dilakukan langsung oleh Bapak Menteri Agama pada saat upacara Hari Amal Bakti Kementrian Agama tanggal 3 Januari 2017 di Jakarta. Pedoman pelaksanaan kegiatan ini selengkapnya sebagaimana terlampir ...



Share:

Jumat, 06 Mei 2016

MI. NURUL FALAH CIATER MENERIMA PESERTA DIDIK BARU TA. 2016/2017


MADRASAH IBTIDAIYAH NURUL FALAH CIATER MENERIMA PESERTA DIDIK BARU TAHUN 2016/2017


VISI
Terwujudnya Sumber Daya Manusia Yang Cerdas, Terampil, Mandiri dan Berakhlak Mulia serta Mengenal IPTEK Berlandaskan IMTAQ.

MISI 
Membina Siswa Yang Berprestasi Pada Kecerdasan, Keterampilan, Mandiri, Membekali Diri Dengan Akhlak Mulia Mempunyai Kualitas Di Bidang IPTEK dan IMTAQ.


FASILITAS
  1. Ada 11 Ruang Kelas Yang Nyaman & Layak Sebagai Ruang Utama Dalam Proses Pembelajaran
  2. Lokasi Strategis & Dapat Dijangkau oleh Kendaraan
  3. Sarana Peribadatan Berupa Masjid Yang Terletak Dalam Lingkungan Madrasah
  4. Tenaga Pendidik Yang Profesional Dengan Jenjang Pendidikan Rata-rata S1
  5. Laboratorium Komputer
  6. Perpustakaan
  7. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
  8. Koperasi Sekolah
  9. Peralatan Marawis
  10. Toilet
  11. Dan Lain-lain  

PRESTASI
  1. Juara Umum Tingkat Temu Penggalang I Kecamatan Serpong & Serpong Utara Kota Tangerang Selatan Tahun 2013
  2. Juara Umum Tingkat Penggalang Akra V Kota Tangerang Selatan Tahun 2014
  3. Juara Umum Tingkat Penggalang Akra VI Kota Tangerang Selatan Tahun 2015
  4. Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Indonesia Putri Madrasah Ibtidaiyah (AKSIOMA) Tk. Kota Tangerang Selatan Tahun 2015
  5. Juara 2 Matematika MI (KSM) Tk. Kota Tangerang Selatan Tahun 2015
  6. Juara 1 Karate Putra & Putri (Sirkuit Karate Antar Dojo) Se-Kota Tangerang Selatan Tahun 2016
  7. Juara 2 Karate Putra & Putri (Sirkuit Karate Antar Dojo) Se-Kota Tangerang Selatan Tahun 2016
  8. Juara 3 Karate Putra & Putri (Sirkuit Karate Antar Dojo) Se-Kota Tangerang Selatan Tahun 2016

EKSTRAKURIKULER
  • Pramuka
  • Karate
  • Futsal
  • Marawis

Sarat Pendaftaran :
- Mengisi Formulir Pendaftaran
- Foto Copy Surat Kenal Lahir / Akte Kelahiran
- Foto Copy Ijazah RA / TK
- Foto Copy Kartu Keluarga
- Pas Photo Ukr. 3 x 4 = 2 Lembar

INFO LEBIH LANJUT :
08571503766 (KHATIB, S.Ag)
081399184241 (ANDI, S.Pd.I)
082114295817 (NADIH, S.Pd.I)
085782296694(HAYATUN, S.Pd.I)
085883331336(SYAHRONI, S.Pd)

Share:

Minggu, 01 Mei 2016

Upayakan Tambahan Anggaran, Penuhi Sarpras Madrasah



Yogyakarta—(madrasah.kemenag.go.id). Usaha-usaha untuk penambahan anggaran untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan madrasah senantiasa terus-menerus dilakukan oleh Direktorat Pendidikan Madrasah.

“Saat ini sudah muncul kesadaran bersama, mulai dari BAPPENAS sampai anggota dewan di DPR terkait pentingnya tambahan anggaran untuk pendidikan agama khususnya madrasah,” ujar Direktur Pendidikan Madrasah, M. Nur Kholis Setiawan. Pernyataan ini diungkapkan saat membuka acara Workshop Pengembangan Laboratorium PAI Madrasah yang dilaksanakan pada 21-23 April 2016 di Indies Heritage Hotel Yogyakarta.

Direktorat Pendidikan Madrasah bersama DPD RI saat ini sedang membahas skema anggaran pendidikan melalui APBD. Bersama Panja Pendidikan Islam Komisi VIII, Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri dan Direktorat Pendidikan Madrasah membedah permasalahan yang menghambat pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk sarana prasarana madrasah yang dirasa masih belum berjalan dengan baik. Pemerintah daerah diharapkan dapat ikut terlibat bertanggungjawab  dalam APBD yang mereka miliki melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) maka mudah mudahan dapat meningkatkan pemenuhan sarpras madrasah sesuai SPM.

“Kami berharap, hasil-hasil rapat dengan DPR dan Kementerian Dalam Negeri bisa menjawab persoalan kekurangan anggaran dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana di madrasah. Targetnya adalah pemenuhan SPM. Kami duduk bersama untuk mencari jalan keluar atas hambatan-hambatan prinsipil terkait ketimpangan anggaran yang masih belum berpihak kepada pendidikan madrasah,” tamban Nur Kholis.

Berdasarkan data postur anggaran pendidikan nasional, anggaran Pendidikan Islam yang terkucur ke madrasah mulai dari PAUD sampai menengah hanya 18,6 triliyun.  Sementara anggaran untuk pendidikan sekolah lebih dari 300 triliyun.

Dengan penuh optimis, Direktur Pendidikan Madrasah menyakini bahwa kedepan secara bertahap akan ada pemenuhan sarpras madrasah melalui penambahan anggaran untuk pendidikan madrasah.
 
 
Share:

Sabtu, 30 April 2016

SK NRG Tahun 2015


Berikut kami bagikan informasi tentang SK Penetapan Nomor Registrasi Guru (NRG) yang mengikuti PLPG tahun 2015.

Silahkan Download SK NRG Tahun 2015 :

DOWNLOAD SK NRG TAHUN 2015
DOWNLOAD LAMPIRAN SK NRG TAHUN 2015

 
Share:

Selasa, 12 April 2016

Data Perguruan Tinggi di Luar Negeri (Untuk Beasiswa S1)



Sehubungan dengan pengumuman seleksi beasiswa prestasi sarjana (S1) di luar negeri tahun akademik 2016/2017 Nomor : 448/DT..I.I/4/HM.01/03/2016 tanggal 28 Maret 2016, dengan ini kami sampaikan data-data perguruan tinggi pilihan yang telah terakreditasi di luar negeri





Sumber : madrasah.kemenag.go.id


Share:

Postingan Populer