Blog informasi seputar dunia pendidikan

Tampilkan postingan dengan label EMIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EMIS. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 November 2020

Aplikasi BOS Kemenag

Aplikasi BOS Kemenag versi 1.0 dikembangkan dalam rangka penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik yang transparan dan akuntable dalam pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah di Lingkungan Madrasah.



Bantuan Operasional Pendidikan Raudlatul Athfal (BOP) dan Bantuan Operasional Sekolah pada Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah dan Madrasah Aliyah Kejuruan (BOS) mempunyai kontribusi penting terhadap peningkatan akses pendidikan di Indonesia. Alokasi anggaran BOP dan BOS yang meningkat dari tahun ke tahun sejak tahun 2005 secara umum belum mampu meningkatkan mutu pendidikan nasional secara signifikan, termasuk di madrasah.


Kementerian Agama sejak tahun 2009 telah melakukan perubahan tujuan, pendekatan dan orientasi program BOP dan BOS yang tidak hanya berorientasi pada perluasan akses, melainkan juga peningkatan mutu pembelajaran di madrasah. Dalam konteks ini, BOP dan BOS diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen efektif untuk peningkatan mutu pembelajaran siswa.


Alur Penggunaan Portal BOS dirumuskan berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6012 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah Pada Madrasah Tahun Anggaran 2020


1. Login Portal BOS Menggunakan Akun Emis Pendis
2. Membuat Perjanjian Kerjasama
3. Mengupload Dokumen Persyaratan dan Ajukan Validasi
4. Mencetak Bukti Tanda Terima Telah Mengupload Dokumen Persyaratan
5. Selesai
6. Madrasah Melaporkan Penggunaan Dana BOS Via Portal BOS
7. Bank Melakukan Verifikasi Dan Mencairkan Dana Bantuan
8. Datang ke Bank Dengan Membawa Dokumen Persyaratan dan Bukti Tanda Terima


Link Download :


Share:

Selasa, 07 Februari 2017

Download Aplikasi Desktop EMIS Semester Genap 2016-2017


Aplikasi Desktop EMIS untuk melakukan validasi data EMIS Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017, biasanya disedikaan di laman emispendis.kemenag.go.id/emis_sdm. Tiap Operator dapat mengunduh aplikasi tersebut untuk kemudian menggunakannya.


Untuk mendownload Aplikasi Desktop EMIS Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017, cukup gampang. Caranya mirip dengan cara mendownload Form Data EMIS, yaitu:


  1. Buka situs EMIS SDM yang beralamat di: http://emispendis.kemenag.go.id/emis_sdm/
  2. Login dengan menggunakan Nama Pengguna (email) dan password akun operator emis sebagaimana yang telah pernah didaftarkan sebelumnya.
  3. Jika tidak bisa login, muncul notifikasi bahwa Nama Pengguna dan Password salah, atau lupa dengan email dan password akun Emis SDM, silakan ikuti langkah-langkah sebagaimana diterangkan di artikel berikut ini: Jika Lupa Password Login EMIS Online
  4. Setelah berhasil login, klik menu "Rupa-rupa" yang terdapat di bagian sebelah kiri.
  5. Klik submenu "Unduh Aplikasi/Dokumen".
  6. Di bagian tengah akan muncul daftar file. Pilih dan klik "Aplikasi Desktop Pendataan MI Semester Genap TP 2016/2017 .
  7. Download dan simpan Aplikasi Desktop Pendataan EMIS tersebut.


 Atau bisa DOWNLOAD APLIKASI DISINI
Share:

Sabtu, 03 Desember 2016

Data EMIS Turut Menentukan Kualitas Perencanaan Program Pendis!

Dalam rangka mewujudkan data EMIS yang valid, Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi Ditjen Pendidikan Islam menggelar kegiatan Validasi dan Verifikasi Data Madrasah dan Pendidikan Keagamaan Islam. Kegiatan ini berlangsung di Batam pada 30 Nopember s.d. 2 Desember 2016. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengelola data EMIS yang meliputi Bidang Pendidikan Madrasah, Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Bidang PAI pada Kanwil Kemenag Propinsi, PINMAS dan Ditjen Pendidikan Islam Pusat.

Dalam kegiatan ini, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Moh. Ishom Yusqi, MA berkesempatan memberikan pengarahan sekaligus membuka kegiatan Validasi dan Verifikasi Data Madrasah dan Pendidikan Keagamaan Islam tersebut pada Rabu (30/11/16). Dalam arahannya, Ishom kembali mengingatkan akan pentingnya data EMIS.

Di hadapan para Kepala Seksi Sistem Informasi dan operator data EMIS yang merupakan garda terdepan dalam pengelolaan data EMIS, Ishom menegaskan 2 (dua) aspek pentingnya data EMIS, yaitu aspek perencanaan dan aspek serapan anggaran.

"Perencanaan tanpa data, seperti mimpi di siang bolong, tanpa data program pendidikan Islam hampa," tutur orang nomor satu di jajaran Sekretariat Ditjen Pendis ini.

Ishom pun menambahkan "Data valid maka perencanaan Pendis solid, akan berdampak pada penganggaran yang akurat. Rentetannya sangat jelas. Penganggaran yang benar, tepat, tidak berlebih, tidak kurang, akan melahirkan pertanggungjawaban yang benar".

Berkaitan dengan serapan anggaran, Ishom mempertanyakan "Kenapa tiap tahun suka sisa banyak anggarannya. Ini siapa yang salah, kalau ini dirunut akan sampai kepada persoalan data".

Sesditjen Pendis mencontohkan terkait besarnya sisa anggaran "Tahun kemarin (2015), sekitar 6 T tidak dapat dicairkan untuk belanja pegawai. Tahun 2016 ada sekitar 5,8 T tidak terserap. Sekarang pun untuk tunjangan profesi 1,3 T belum terserap, padahal sudah menjelang akhir tahun, tinggal beberapa hari lagi".

Senada dengan Sesditjen Pendis, Kepala Kanwil Kemenag Propinsi Kepulauan Riau, Drs. H. Marwin yang hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa data sangat penting, sebab kalau tidak valid maka berpengaruh kegiatan yang lain, contohnya bantuan, berapa jumlah siswanya, jumlah lembaganya, itu harus ada datanya. 

"Apalagi sekarang pendataaan sudah didukung teknologi infomasi, ada telepon, sms, jaringan internet, pokoknya sarana prasarananya sudah lengkap, bandingkan dengan dulu yang hanya pakai surat," ungkap orang nomor satu di lingkungan Kanwil Kemenag Propinsi Kepri ini.

Dalam kesempatan ini, diumumkan para pemenang "EMIS Award" atas capaian kinerja terbaik dalam pendataan EMIS Pendidikan Madrasah dan Pendidikan Keagamaan Islam Tahun Pelajaran 2015/2016. Dari kategori data EMIS Pendidikan Madrasah terpilih Kanwil Kemenag Propinsi Jawa Barat. Untuk kategori data EMIS Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren diraih oleh Kanwil Kemenag Propinsi Sulawesi Utara. Sedangkan dari kategori data EMIS PAI diraih oleh Kanwil Kemenag Propinsi Jawa Barat. Sekretaris Ditjen Pendis dan Kepala Kanwil Kemenag Propinsi Kepulauan Riau berkenan menyerahkan hadiah berupa plakat sebagai wujud apresiasi kepada perwakilan peraih kinerja terbaik tersebut.
 
 
Share:

Kamis, 08 September 2016

Lomba Penulisan KIR dan Ceris, Ditutup 04 November 2016

lomba menulis

Dalam rangka menumbuhkembangkan minat, bakat, dan kreativitas siswa dalam bidang menulis dan penelitian tentang Pendidikan Agama Islam (PAI) dan terlebih lagi meningkatkan mutu Pendidikan Agama Islam di sekolah khusunya di SMK (Sekolah Menengah Atas) dan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), maka Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI menggelar 2 perhelatan kreativitas yaitu lomba Penulisan Karya Ilmiah Remaja (KIR) dan Lomba Cerita Islami (Ceris) bagi siswa-siswi SMA/SMK tingkat nasional.

“Lomba menulis dan bercerita tentang Pendidikan Agama Islam dikalangan pelajar SMK/SMA ini juga bermaksud menumbuhkan sikap bersaing positif, memotivasi untuk berprestasi, mewujudkan religius culture di sekolah, serta memperkuat ukhuwwah Islamiyahbasyariyah dikalangan mereka – wathoniyah dalam bernegara dan berbangsa,” jelas Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin, dalam keterangan tertulisnya (25/04/2016).

Mengenai ketentuan lombanya, panjang tulisan 25 halaman (KIR), 40 Halaman (Ceris), ditulis dalam A4 1,5 spasi, font Times New Roman 12, margin 3-2-2-2. Untuk tema KIR adalah “Generasi Islam yang Ramah” sedangkan Ceris yaitu “Indahnya Keberagaman”. Kemudian karya dikirim ke “Sub Direktorat PAI SMA, Direktorat PAI Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta Pusat 10110”. Untuk Lomba KIR tertuju ke : Panitia Lomba Penulisan Karya Ilmiah Remaja (KIR) Pendidikan Agama Islam Siswa SMA/SMK Tahun 2016. Sedangkan untuk Ceris ke Panitia Lomba Penulisan Cerita Remaja Islam (Ceris) Siswa SMA/SMK Tahun 2016.

Selain dikirim berupa hard copy paling lambat 04 November 2016, soft copy nya dikirim via E-Mail ke kompetisipai@gmail.com. Untuk Ceris bersubject Ceris – Nama Peserta. Untuk KIR bersubject KIR – Nama Peserta. Dalam hard copy –nya juga harus disertakan kartu pelajar, surat pengantar dari sekolah dan nomor telepon yang mudah dihubungi.

Lomba yang tidak dipungut biaya alias gratis ini akan diberikan hadiah bagi para pemenangnya yaitu ; Juara I (17,5juta); Juara II (15,5juta) dan Juara III (13,5juta). Sedangkan Juara Harapan I (11,5juta); Juara Harapan II (9,5juta); dan Juara Harapan III (7,5juta). (@viva_tnu)



Share:

Minggu, 21 Agustus 2016

Integrasi Pendataan EMIS dan Simpatika serta Skema Sinkronisasi Data di Lingkungan Kemenag

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa sistem pendataan secara online maupun offline yang sudah dikembangkan di madrasah selama ini adalah melalui EMIS dan Simpatika. Untuk membangun kebijakan/regulasi berbasis data yang akurat, uptodate dan akuntabel, maka Kementerian Agama telah membangun dan mengembangkan sistem pendataan EMIS maupun Simpatika yang terpadu dan terintegrasi sebagaimana gambar yang ada di bawah ini :



Di samping itu, Simpatika.juga akan terkoneksi dan diintegrasikan dengan berbagai layanan eksternal sebagaimana gambar di bawah ini :



Skema Pengembangan Integrasi/Sinkronisasi Data Eksternal, dimana Simpatika dalam periode mendatang akan menyediakan standar interkoneksi data untuk keperluan integrasi/sinkronisasi data (simetrik/asimetrik) dengan beragam sistem eksternal, seperti : 

  • SIMPATIKA dengan e-PUPNS (PNS PTK) 
  • SIMPATIKA dengan Adminduk (NIK PTK) 
  • SIMPATIKA dengan Ditjen Pajak (NPWP PTK) 
  • SIMPATIKA dengan Mitra Perbankan (Tunjangan PTK) 
  • SIMPATIKA dengan Imigrasi (Paspor PTK) 
  • SIMPATIKA dengan BPJS (Asuransi PTK) 
  • SIMPATIKA dengan BAPENAS (Program Pembangunan PTK) 
  • SIMPATIKA dengan EMIS (Statistik Pendidikan Internal Kemenag) 
  • SIMPATIKA dengan DAPODIK Kemdikbud (Lintas Administrasi PTK) 

Demikian informasi terbaru yang bisa kami bagikan tentang Integrasi Pendataan EMIS dan Simpatika serta Skema Sinkronisasi Data di Lingkungan Kemenag. Semoga bermanfaat dan salam pendataan !!! 


 
Share:

Gelar Akademik S.Pd.I menjadi S.Pd, Sesuai Dengan PMA Nomor 33 Tahun 2016 tanggal 9 Agustus 2016

Baru-baru ini telah diterbitkan PMA Nomor 33 Tahun 2016 tanggal 9 Agustus 2016 tentang Gelar Akademik Perguruan Tinggi Keagamaan. Terbitnya PMA ini merupakan tuntutan terhadap perkembangan lembaga dalam perguruan tinggi keagamaan yang ada, sehingga dipandang perlu untuk mengintegrasikan bidang-bidang keilmuan dan pengaturan mengenai gelar akademik. Gelar Akademik adalah merupakan gelar yang diberikan lulusan pendidikan akademik bidang studi tertentu dari suatu perguruan tinggi yang terdiri dari sarjana, magister dan doktor. 

Apabila menyimak gelar akademik terbaru yang diterbitkan ini, ada beberapa gelar yang mengalami perubahan; khususnya bagi sarjana lulusan Fakultas Tarbiyah yang semula bergelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I), sekarang berubah menjadi Sarjana Pendidikan (S.Pd). Untuk gelar akademik lainnya, silahkan Anda cek sendiri pada preview file yang sudah kami sediakan di bawah. 

Dengan terbitnya PMA nomor 33 tahun 2016 ini, maka PMA nomor 36 Tahun 2009 tentang Penetapan Pembidangan Ilmu dan Gelar Akademik di Lingkungan Perguruan Tinggi Agama serta KMA Nomor 186 Tahun 2014 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi.


Share:

Kamis, 21 Juli 2016

Jadikan Kader Police Care Student, 1.000 Siswa SMA & SMP Direkrut


1.000 Siswa SMA dan SMP di Pamekasan, Madura, dijadikan kader Police Care Student atau siswa pelopor keselamatan lalu lintas. Mereka direkrut dan dilantik bersama di Taman Arek Lancor dihadiri seluruh kepala sekolah dan kepala dinas pendidikan setempat.

"Saya harap kalian mampu menjadi pelopor diantara kawan-kawan sekolah untuk lebih peduli pada keselamatan berlalu lintas. Sebab, dari sekian
kali terjadinya kecelakaan, juga melibatkan siswa dan pelajar sekolah. Jadilah pelopor keselamatan lalu lintas yang trengginas di sekolahmu," pesan Kapolres Pamekasan, AKBP Nowo Hadi Nugroho kepada ribuan siswa, Kamis (21/7/2016).

Acara yang dipusatkan di jantung Kota Pamekasan itu, mendapat perhatian sejumlah pejabat Pemkab Pamekasan. Diantaranya, Kadishub
Mohamad Zakir dan Kasatpol PP Didik.

"Pelajar sekolah menengah, baik menengah pertama maupun menengah atas dan sederajat merupakan elemen penting dalam masyarakat berlalulintas.
Peranan siswa sangat penting membantu polantas untuk mewujudkan masyarakat yang tertib berlalulintas. Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas," tambah kapolres.

Kapolres Pamekasan melakukan dokumen kerjasama dengan kepala dinas pendidikan serta kepala kementerian agama Pamekasan. Kerjasama untuk mewujudkan Kota Pamekasan yang tertib lalu lintas. Utamanya keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar. 



Share:

Rabu, 20 Juli 2016

Skill dan Kreativitas Lengkapi Pendidikan


Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan ke depan pendidikan juga harus dibarengi dengan skill (keterampilan) dan kreativitas. Tujuannya, agar anak Indonesia mampu bersaing dalam kancah global.

"Ada dua praktik pendidikan yang berlaku yaitu yang memberikan skill sekaligus memberikan kreativitas karena persaingan kita ke depan dalam dua hal itu," kata Wapres usai peletakan batu pertama pembangunan gedung pada komplek Pesantren Modern Internasional Dea Malela di Sumbawa, NTB, seperti dilansir Antara, Rabu (21/7/2016).

Wapres mengatakan, tanpa keterampilan maka kita tidak bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Tetapi tanpa kreativitas, tidak akan bisa menghasilkan barang yang lebih baik lagi.

Karena itu yang dibutuhkan adalah masyarakat Indonesia yang kreatif. Dia mencontohkan seperti Amerika yang memiliki kemampuan inovasi yang kuat.

"Sebenarnya di pesantren juga ada metode skill yaitu lewat hafalan atau metode tradisional melalui diskusi dan melahirkan inovasi," katanya.

Dalam kesempatan itu, Wapres juga mengingatkan akan pentingnya kreativitas agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen. Di samping itu, juga diingatkan akan pentingnya kewirausahaan karena terkait dengan tantangan ekonomi.

"Kita butuh santri, tapi kita juga butuh saudagar lebih banyak lagi dari pada santri, karena yang membiayai santri tentunya pengusaha, kalau bukan pengusaha siapa yang bangun pesantren juga siapa yang bayar pajak," katanya.

Dia mencontohkan, Nabi Muhammad SAW yang sebelum menikah sudah berdagang, maka pentingnya untuk berdagang. "Itulah pentingnya kita mendorong keilmuan peradaban dan akhlak agar kemajuan itu harmonis. Saya percaya semangat itu ada di sini dan saya percaya bahwa masa lalu luar biasa, tapi yang lebih penting masa depan dan masa lalu hanya dapat kita lepaskan dengan kreativitas, inovasi dan dasarnya itu adalah keilmuan serta dua hal tadi," pungkasnya.



Share:

Fitur Baru! Verval Satuan Pendidikan via EMIS

Verval Satuan Pendidikan yang sebelumnya hanya memanfaatkan aplikasi berbasis web yang dikelola oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK) Kemdikbud, kini muncul juga di layanan EMIS SDM. Jika sebelumnya melalui situs  vervalsp.data.kemdikbud.go.id, kini menu dan tahapan yang nyaris serupa muncul juga di situs emispendis.kemenag.go.id/emis_sdm.

Namun belum ada konfirmasi resmi tentang layanan Verval Satuan Pendidikan melalui layanan Emis SDM ini. Pun belum ada petunjuk teknis tentang tahapan, tata cara, dan mekanisme dalam mengikuti Verval SP ini.

Menu-Menu dalam Verval SP EMIS SD

Menu-menu yang terdapat dalam Verval Satuan Pendidikan di layanan Emis ini antara lain:

1. Beranda Verval SP, berisikan peta lokasi RA/Madrasah
2. Verval Lembaga, yang terdiri atas:
    - Nama Lama Lembaga beserta status, NSM, kategori geografis, dan kategori wilayah
   - Nama Baru (sesuai nomenklatur baru) Lembaga beserta dengan status, NSM, kategori geografis, dan kategori wilayah
    - Alamat Lembaga

3. Piagam, yang terdiri atas
        - Nama Lembaga
        - Status
        - NSM
        - Nomor Piagam
        - Unggah File Piagam Pendirian (maksimal 200 kb dalam format jpg, png, gif, atau bmp)

4. Ijin Operasional, yang terdiri atas
        - Nama Lembaga
        - Status
        - NSM
        - Nomor Dokumen Ijin Operasional
        - Unggah File Ijin Operasional (maksimal 200 kb dalam format jpg, png, gif, atau bmp)
    
5. SK Akreditasi
        - Nama Lembaga
        - Status
        - NSM
        - Nomor SK Dokumen Akreditasi
        - Unggah File SK Dokumen Akreditas (maksimal 200 kb dalam format jpg, png, gif, atau bmp)
    
6. SK Kemenkumham
        - Nama Lembaga
        - Status
        - NSM
        - Nomor SK Dokumen Kemenkumham
        - Unggah File SK Dokumen Kemenkumham (maksimal 200 kb dalam format jpg, png, gif, atau bmp)
    
7. Konfirmasi

Kapan Verval SP Dimulai?

Meskipun periode Pemutakhiran Data EMIS Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017 telah resmi dimulai berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dengan nomor 2211/DJ.I/Set.I/OT.01.2/07/2016, namun untuk verval SP ini karena merupakan hal yang baru di layanan EMIS, maka tentunya kita perlu menunggu terlebih dahulu instruksi atau juknis pengisiannya yang resmi dikeluarkan oleh Dirjen Pendis ataupun oleh Tim Emis Pusat.



Share:

Cara Memajukan Dunia Pendidikan Di Berbagai Negara

Ujian Nasional (UN) sudah menjadi agenda rutin di dunia pendidikan Indonesia yang diselenggarakan setahun sekali. Para siswa akan mengikuti ujian ini untuk menentukan apakah mereka layak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau tidak. Bahkan sebelumnya, UN menjadi alat ukur sistem kelulusan siswa secara nasional.

Di sisi lain, beberapa negara maju di belahan dunia ini justru melakukan kebalikannya. Negara-negara maju ini tidak memberlakukan ujian nasional karena berbagai macam alasan. Berikut negara-negara maju yang tidak memberlakukan ujian nasional (UN) seperti dilansir cirebontrust.com.

1. Finlandia
Finlandia merupakan negara yang memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia. Tapi anehnya, pemerintah Finlandia tidak menerapkan ujian nasional untuk mengevaluasi para pelajarnya. Justru, mereka menganggap guru yang paling berhak mengevaluasi muridnya, bukan selembar kertas ujian atau pemerintah.

Guru di Finlandia dianggap paling tahu kemampuan muridnya. Oleh karena itu ujian nasional ditiadakan. Tak heran jika guru di Finlandia memiliki gaji tertinggi di dunia.

2. Jerman
Jerman adalah salah satu negara paling maju di daratan Eropa. Namun, pemerintah Jerman juga sama tidak menerapkan ujian nasional.

Sama halnya dengan di Finlandia, pemerintah Jerman mentiadakan ujian nasional karena guru dianggap yang paling tahu kemampuan muridnya. Selain itu, ujian nasional dihapus agar para pelajar bisa berkembang secara optimal dan tidak terbebani oleh soal ujian.

3. Amerika
Negeri Paman Sam ini dikenal banyak melahirkan orang-orang berpengaruh, misalnya saja sang pendiri Microsoft Bill Gates, pendiri Apple Steve Jobs, pendiri Facebook Mark Zuckerberg, dan masih banyak lagi.

Tapi jika melihat lebih ke dalam lagi, rupanya Amerika tidak menerapkan ujian nasional. Sistem pendidikan di Amerika mengharuskan seseorang untuk bisa membuat pekerjaan bukan memenuhi lapangan pekerjaan. Tak heran jika banyak perusahaan Amerika yang sudah menjelit ke berbagai negara di penjuru dunia.

4. Kanada
Kanada menganggap ujian nasional tidak ada sangkut pautnya dengan kemajuan di bidang Teknologi Informasi. Oleh sebab itu, ujian nasional di negara ini ditiadakan. Para siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mereka. Tak hanya berbekal ilmu, tapi diharuskan mempraktikannya di lapangan.



Share:

Sabtu, 16 Juli 2016

Surat Pengantar Pemutakhiran Data EMIS Semester Ganjil 2016/2017

Memasuki Tahun Pelajaran 2016/2017 yang akan segera dimulai pada 18 Juli 2016, pemutakhiran dara EMIS pun agar segera dimulai. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, sebagai penyelenggara EMIS, baru-baru ini mengeluarkan Surat Pengantar Pemutakhiran Data EMIS Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017.

Surat dengan nomor 2211/DJ.I/Set.I/OT.01.2/07/2016 tertanggal 13 Juli 2016 ini ditujukan kepada Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi, Rektor UIN/IAIN, Ketua STAIN, dan Koordinator Kopertais Wilayah I-XIII di seluruh Indonesia. Sesuai dengan pokok surat, melalui surat ini Direktorat Jenderal Pendidikan Islam memberitahukan bahwa akan dimulainya pemutakhiran data Pendidikan Islam periode Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017 melalui sistem pendataan EMIS.

Beberapa point dalam surat yang ditandatangani oleh Sekretaris Dirjen Pendidikan Islam, Prof. Dr. M. Isom Yusqi, M.Ag tersebut antara lain:

1. Pemutakhiran Data EMIS Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017 diberlakukan bagi seluruh entitas pendataan di bawah binaan Dirjen Pendis, yang meliputi:
  1. Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), dan Pengawas Madrasah.
  2. Pondok Pesantren, Madrasah Diniyah Takmiliyah, Lembaga Pendidikan Al Quran (LTQ), Pesantren penyelenggara Program Wajar Dikdas, Satuan pendidikan Diniyah Formal, dan Satuan Pendidikan Muadalah.
  3. Guru PAI pada sekolah dan Pengawas PAI.
  4. Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN)
  5. Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta(PTKIS)

2. Setiap satuan pendidikan, peserta didik, lulusan, dan tenaga kependidikan di bawah binaan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, diwajibkan melakukan pemutakhiran data EMIS Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017 dengan mengisi instrumen pendataan resmi yang dikeluarkan oleh Ditjet Pendis secara lengkap dan akurat.

3. Bagi satuan  pendidikan (RA, MI, MTs, MA, Pondok Pesantren, Diniyah Takmiliyah, LPQ, Diniyah Formal, Muadalah, PTKIN, dan PT KIS), Guru PAIS, Pengawas PAIS, dan Pengawas Madrasah yang tidak melakukan pemutakhiran dara EMIS, tidak akan diakui keberadaannya oleh Kementerian Agama RI. Sehingga secara otomatis tidak berhak untuk memperoleh pelayanan dalam bentuk apapun dari Ditjen Pendis. Hal ini secara otomatis berlaku bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan yang ada di dalamnya.

4. Pemutakhiran Data EMIS Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017 dilaksanakan sejak 13 Juli 2016 sampai dengan 31 Oktober 2016.

5. Instrumen dan aplikasi pendataan EMIS Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017 dapat diunduh pada halaman web http://emispendis.kemenag.go.id/emis_sdm

Bagi satuan pendidikan di bawah binaan Ditjen Pendis, pendataan EMIS bukan barang baru. Meskipun setiap periode hampir bisa dipastikan terdapat pengembangan dan perbaikan, baik dari segi isi instrumen pendataan maupun prosesnya.


Share:

Rabu, 29 Juni 2016

Menerapkan Metode Debat dalam Pembelajaran, Bagaimanakah?

Ilustrasi debat kelompok siswa dalam proses pembelajaran.

Aktivitas pembelajaran berbasis interaksi dan keaktifan siswa harus terus dilakukan oleh guru agar kapasitas kepercayaan diri siswa meningkat. Dalam hal ini, mewujudkan kecerdasan psikomotorik tidak kalah pentingnya dengan kecerdasan kognitif dan afektif. Justru, ketiga kecerdasan yang masuk dalam Taksonomi Benyamin S. Bloom ini dapat ditumbuhkan dalam satu metode saja, yakni metode debat.

Metode debat dalam pembelajaran di sekolah ini tidak seperti debat pada umumnya yang terkesan otot-ototan tanpa memberikan substansi. Tetapi debat untuk keperluan pembelajaran siswa yakni diterapkan dengan sistematis dan terstruktur oleh guru sehingga siswa dapat memahami esensi berdebat. Langkah ini dilakukan agar proses berdebat tidak menonjolkan egoisitas, melainkan intelektualitas dengan berbagai argumen dan data.

Memahami esensi debat juga penting agar terhindar dari yang namanya debat kusir, yaitu debat persoalan sesuatu yang ujung-ujungnya menyerang pribadi dan individu sehingga menimbulkan permusuhan. Rasionalitas debat dapat dipahami melalui filososfi permainan sepak bola. Esensi debat mereka yaitu saling memainkan dan merebut bola dengan berbagai taktik dan teknik yang digunakan sehingga menghasilkan gol. Mereka saling respect tanpa mencederai lawan dengan sengaja. Setelah permainan selesai pun, mereka saling berjabat tangan bahkan kerap kali bertukar jersey satu sama lain walau salah satu tim menderita kekalahan.

Falsafah permainan sepak bola tersebut bisa menjadi pijakan filosofis dalam memaknai debat yang berkualitas sehingga menghasilkan keputusan yang bermanfaat. Karena dalam proses debat sejatinya muncul solusi atau kemungkinan persoalan baru yang dapat dikaji ulang sebagai sebuah penemuan. Semua harus terakumulasi oleh fasilitator debat yaitu guru.

Secara teoritis, Hendrikus (1991) seperti dikutip Sigit Setyawan (2013) menjelaskan bahwa debat secara umum adalah untuk mencapai kemenangan untuk satu pihak. Dalam proses pembelajaran, kemenangan argumentasi oleh siswa dapat ditentukan melalui keputusan guru sebagai juri atau voting oleh orang yang diangap paling sesuai dengan topik bahasan. Namun, perlu dicatat bahwa terma kemenangan di sini bukan berarti mengalahkan yang lain. Karena esensi debat akademis yaitu memunculkan solusi dan menemukan persoalan baru yang perlu dikaji ulang dan diteliti.

Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin debat kurang mendatangkan banyak manfaat. Namun dalam kegiatan belajar mengajar, metode ini dapat digunakan untuk membahas materi, permasalahan, ide-ide, agar siswa dapat memahami atau merumuskan pokok pikiran orang lain maupun dirinya sendiri. Selain itu, metode debat juga dapat digunakan untuk mencari penyelesaian atas suatu masalah agar siswa mengevaluasi, membandingkan, atau mendemonstrasikan kemampuan berpikirnya dalam susunan bahasa yang terstruktur.

Secara teknis, sebelum mengawali debat, guru harus menyiapkan materi atau topik debat. Kemudian guru membagi kelompok yang pro (afirmatif) dan yang kontra (negatif) terhadap topik yang dipilih. Agar proses debat berjalan dengan kondusif, guru harus membuat aturan debat yang tidak boleh dilanggar oleh masing-masing kelompok. Selain itu, guru juga harus memberikan batas waktu masing-masing kelompok untuk memaparkan argumennya, pun demikian dengan tanggapan balik kelompok lainnya.

Dalam proses debat ini, guru juga dapat memberdayakan siswa untuk menjadi pengawas waktu jika waktu yang diberikan telah selesai dengan isyarat tertentu. Terkait dengan peran juri, bisa dilakukan oleh guru sendiri atau guru menunjuk beberapa orang siswa untuk menjadi juri. Distribusi peran dalam proses debat ini juga memberikan pengalaman berharga kepada para siswa sehingga memahami proses yang terjadi.

Langkah terakhir, guru melakukan evaluasi terhadap proses jalannya debat. Tahapan ini penting agar siswa memahami dengan benar setiap proses yang terjadi. Dalam ilmu pedagogik, hal ini termasuk usaha menerapkan konsep learning by doing, belajar sambil melakukan. Kerap kali konsep ini lebih mudah membuat para siswa memahami suatu materi karena mereka terlibat langsung dalam uraian konsep yang dilakukan melalui sebuah praktik. Selamat mencoba!

Oleh Fathoni Ahmad
Penulis adalah Pengajar di STAINU Jakarta.


 
Share:

Selasa, 28 Juni 2016

Kemenag dan USAID Bangun Sinergi Siapkan Calon Guru Profesional



Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menggandengBadan Pembangunan Internasional Amerika (USAID)PRIORITAS untuk meningkatkan mutu penyiapan calon guru profesional di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

“Kami akan mereformasi proses penyiapan calon guru di LPTK PTKIN. Ke depan, lulusan LPTK PTKIN diharapkan lebih siap menjadi guru profesional untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah dan sekolah,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin di sela-sela diskusi dengan para Dekan Tarbiyah UIN/IAIN se-Indonesia untuk mendapat masukan dalam menyusun grand desaign rencana reformasi LPTK PTKIN di Bogor, Rabu, (22/06).

Kamaruddin mengakui masih adanya kesenjangan antara teori dan konten yang diajarkan di kampus dengan praktik di madrasah dan sekolah. Hal ini berakibat adanya penilaian bahwa proses perkuliahan dan pelatihan di kampus kurang relevan, kurang menarik, serta kurang menantang dan mendukung peningkatan mutu pembelajaran.

“Ada anggapan yang berlaku di masyarakat, jika kualitas guru menurun, maka yang disalahkan adalah LPTK. Hal ini wajar menjadi keluhan karena kampus sebagai penyelenggara LPTK seringkali tidak senafas dengan inovasi di lapangan yang menekankan praktik,” tuturnya.

Menurut guru besar Universitas Alaudin Makassar itu, program reformasi LPTK Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri ini akan mengambil praktik baik yang sudah dikembangkan USAID PRIORITAS. Ada tiga hal utama yang dikembangkan dalam rangka reformasi LPTK PTKIN tersebut.

Pertama, menyusun grand desaign reformasi LPTK yang akan dimulai pada tahun 2017. Kedua, seluruh dosen Fakultas Tarbiyah akan dilatih memfasilitasi perkuliahan dengan pendekatan yang lebih menekankan pada praktik. Ketiga, mengembangkan madrasah lab mitra LPTK PTKIN untuk menjadi tempat praktik mengajar yang baik bagi mahasiswa.

Kemenag juga tengah menyiapkan 100 madrasah model yang akan menjadi mitra LPTK dalam menyiapkan calon guru profesional. Harapannya, bila mahasiswa praktik mengajar di madrasah yang telah menerapkan pembelajaran yang baik, maka dia memiliki pengalaman mengajar yang baik sehingga nantinya juga akan menjadi guru yang baik. Terutama dengan panduan terbimbing dari dosen pembimbing lapangan dan guru pamong bagi mahasiswa.

Sementara itu, Lynne Hill, Adviser Teaching and Learning USAID PRIORITAS, menyampaikan dukungannya untuk rencana reformasi LPTK PTKIN Kemenag. “Kami sudah bekerja sama dengan LPTK untuk menyiapkan fasilitator yang melatih dosen LPTK, melatih dan mendampingi madrasah mitra LPTK untuk tempat praktik mengajar mahasiswa, dan mengembangkan modul dan buku sumber perkuliahan. Dari langkah ini, kami berharap dapat meningkatkan kualitas perkuliahan penyiapan calon guru di LPTK PTKIN,” kata dia dalam penjelasannya di acara diskusi tersebut.

Ajar Budi Kuncoro, University and Stakeholder Coordination Senior Manager USAID PRIORITAS,menambahkan, sejak tahun 2013 hingga saat ini kemitraan USAID PRIORITAS dan 17 LPTK telah berjalan di delapan provinsi, yaitu: Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat. Termasuk di dalamnya, 7 LPTK PTKIN, yakni: UIN Ar-Raniry Aceh, IAIN Sumatra Utara, UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, IAIN Walisongo Semarang, UIAN Sunan Ampel Surabaya, dan UIN Alaudin Makassar.

Menurut Ajar Budi, ada 289 MI dan MTs mitra yang mendapatkan pelatihan dan pendampingan USAID Prioritas, serta lebih dari 4.000 madrasah melakukan diseminasi pelatihan dengan dana APBD maupun dan BOS.

“Kami telah mengembangkan beberapa program untuk mendukung peningkatan mutu LPTK, di antaranya melalui integrasi LPTK dengan sekolah/madrasah, melatih dosen LPTK dalam meningkatkan kualitas perkuliahan pada lima mapel pokok (IPA, bahasa Inggris, IPS, matematika, dan bahasa Indonesia/Literasi) dan manajemen berbasis sekolah sehingga yang disampaikan dalam perkuliahan relevan dengan kebutuhan pembelajaran dan manajemen di sekolah,” ujarnya.

“Selain itu, meningkatkan kualitas program pendidikan profesi guru (PPG) dan praktik pengalaman lapangan (PPL); serta membuat program penelitian tindakan kelas antara guru dan dosen untuk meningkatkan mutu pembelajaran di kelas,” tambahnya.

Menurut Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) IAIN Pontianak, Lailial Muhlifah, yang menjadi salah seorang peserta, pengembangan madrasah lab atau madrasah mitra LPTK sangat diperlukan untuk mendukung penyiapan calon guru yang berkualitas oleh LPTK PTKIN. “Kita bisa memberikan pengalaman yang baik bagi mahasiswa calon guru, saat praktik mengajar di madrasah lab atau madrasah mitra. Kita perlu menyiapkan hal ini secara baik,” tukasnya.

Sementara Dekan FTK UIN Walisongo, menyebut pentingnya pelatihan praktik pengalaman lapangan (PPL) yang melibatkan dosen pendamping lapangan, guru pamong, dan kepala madrasah sehingga pelaksanaan program PPL untuk mahasiswa dapat optimal dengan pendampingan terbimbing dari dosen dan guru pamong. “Kita bisa mengembangkan seperti pengalaman USAID PRIORITAS,” tukasnya.
 
 
Share:

Jumat, 10 Juni 2016

Hilangkan Cara Mengajar Konvensional

“Masih banyak guru memilih metode pembelajaran gaya jadul, serba menghapalkan. Diperparah dengan latihan soal tiada henti. Cara itu dinilai mematikan kreativitas. Ironisnya, masih banyak negara yang mempraktikkannya; Singapura, Tiongkok, Korea, Polandia, dan Swiss”
(Andreas Schleicher, Direktur Pendidikan dan Keterampilan dan Penasihat Khusus tentang Kebijakan Pendidikan OECD)

Jika murid dituntut di era millenium ini untuk memiliki keterampilan; kolaborasi, komunikasi, dan mencari solusi atas persoalan sebagai bekal bertahan hidup pada abad ini, mestinya guru pun begitu. Sayangnya, masih lebih banyak guru yang masih mempertahankan status quo,  mengajar dengan gaya era 80-an kata Schleicher sebagaimana dituturkan oleh Luki Aulia di halaman KOMPAS (28/03/16).

Dunia sudah berubah. Seharusnya guru memberikan tugas menantang dan memancing keingintahuan sehingga muncul kreativitas inovasi. Tetapi, untuk bisa seperti itu, guru harus luas wawasannya dan kompeten di bidangnya. Ini yang selama ini dilakukan Finlandia dan Jepang

Tidak mudah mendapatkan atau membentuk guru seperti itu, tetapi bukan tidak mungkin. Untuk memastikan guru berkualitas, langkah awalnya bisa dari menarik minat lulusan atau orang-orang terbaik agar mau menekuni profesi guru. Jika profesi guru dianggap menantang, bergengsi, atau punya masa depan maka para calon guru yang bagus nan berkualitas akan berdatangan

Guru dituntut tak hanya lihai mengajar, tetapi juga lihai memfasilitasi dan mendorong potensi setiap anak didiknya. Jadi, guru pastinya tidak kemudian berarti memberi tugas lalu murid ditinggalkan begitu saja tanpa bimbingan. Pelaksanaan Kurikulum 2013 (K-13) ini kerap disederhanakan sebagai metode pembelajaran aktif dan mandiri. Murid disuruh cari bahan sendiri, diskusi sendiri, dan kerjakan sendiri. Bak kelas otopilot.
Problem guru yang belum tercerahkan dengan teknik fasilitasi ini, tak jarang menganggap menyulitkan dan menyusahkan. Sebagian guru beralasan kesulitan memfasilitasi anak didiknya karena sudah ribet dengan tugas mengajar, menilai, dan tugas administratif lainnya. Dan ini adalah keluhan akan tingginya tuntutan kepada guru saat ini.

Oleh karena itu, pemerintah dengan K-13-nya, harus diingatkan agar jangan hanya membicarakan kebutuhan dan keterampilan pedagogi guru, tetapi lebih banyak pada konten kebijakan pendidikan yang harus disampaikan guru. Guru yang kreatif sekalipun sering terkekang dengan kurikulum dan silabus dari pemerintah yang masih menekankan pada kemampuan dasar, seperti matematika atau sains.

Guru Kreatif
Guru Kreatif


Sekolah dan guru tak kaku mengikuti kurikulum saja. Harus fleksibel beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pasalnya, anak sekarang harus menguasai keterampilan yang menekankan pada praktik, tak hanya teori. Sekolah harus bisa menjamin anak didik hingga tidak menjadi beban negara. Mereka harus siap masuk atau menciptakan lapangan pekerjaan.

Oleh karena itu, tugas dan tanggung jawab guru kian tak mudah dan profesi guru tidak bisa lagi diisi SDM ala kadarnya. Tetapi, ini tidak berarti semua guru begitu. Banyak juga guru yang sudah baik kualitasnya, bahkan berprestasi, karena menghasilkan praktik-praktik terbaik, tetapi kinerja mereka kerap tidak tersorot karena mereka bekerja dalam sunyi.

Keterkaitannya dengan dunia kerja dengan K-13, beberapa sumber menyebutkan bahwa  di Amerika saja, selama 20 tahun terakhir, lebih dibutuhkan SDM yang memiliki keterampilan kognitif dan interpersonal. Para ekonom dunia juga mengingatkan bahwa dunia membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya mampu menganalisis masalah sendirian, tetapi juga mampu mengomunikasikan temuannya kepada orang lain di mana pun orang itu berada.

Melihat tren dunia, kualitas guru harus ditingkatkan. Pelatihan berkelanjutan wajib hukumnya diikuti pendampingan tiada akhir. Guru-guru yang dinilai sudah baik harus dikloning sebanyak-banyaknya dengan cara berbagi pengalaman dan praktik terbaik kepada sesama guru



Share:

Selasa, 24 Mei 2016

HANYA INFO...!!! Juknis Pemberian Subsidi Tunjangan Fungsional Bagi Guru GBPNS Tahun 2016

Tujuan pemberian Subsidi Tunjangan Fungsional bagi Guru RA/Madrasah Bukan Pegawai Negeri Sipil tahun 2016 adalah untuk meningkatkan :
  1. Kualitas proses belajar-mengajar dan prestasi belajar peserta didik di Madrasah
  2. Motivasi dan kinerja guru dalam melaksanakan tugasnya, dan
  3. Kesejahteraan Guru RA/Madrasah Bukan PNS.
Sasaran / penerima STF-GBPNS tahun 2016 adalah guru dengan kriteria atau persyaratan sebagai berikut :

- Umum
  • Berstatus sebagai guru RA/Madrasah.
  • Bukan PNS/CPNS pada Kementrian Agama atau instansi lain. 
- Khusus
  • Aktif mengajar di RA, MI, MTs atau MA dan terdaftar di program SIMPATIKA.
  • Memiliki Nomor PTK Kementrian Agama (NPK) dan/atau NUPTK
  • Berstatus sebagai GURU TETAP pada satuan pendidikan yang memiliki izin pendirian dari Kementrian Agama (negeri dan swasta)
  • Bukan penerima bantuan sejenis yang dananya bersumber dari DIPA Kementrian Agama. Guru RA/Madrasah yang menjadi penerima bantuan Tunjangan Profesi atau bantuan Tunjangan Khusus tetap dapat menjadi penerima tunjangan fungsional jika memenuhi persyaratan yang diatur dalam petunjuk teknis ini dan dananya tersedia
Demikian Info Juknis Pemberian STF-GBPNS Tahun 2016. Semoga bermanfaat

DOWNLOAD JUKNIS PEMBERIAN STF-GBPNS TAHUN 2016

Sumber : madrasah.kemenag.go.id

 
Share:

Jumat, 06 Mei 2016

MI. NURUL FALAH CIATER MENERIMA PESERTA DIDIK BARU TA. 2016/2017


MADRASAH IBTIDAIYAH NURUL FALAH CIATER MENERIMA PESERTA DIDIK BARU TAHUN 2016/2017


VISI
Terwujudnya Sumber Daya Manusia Yang Cerdas, Terampil, Mandiri dan Berakhlak Mulia serta Mengenal IPTEK Berlandaskan IMTAQ.

MISI 
Membina Siswa Yang Berprestasi Pada Kecerdasan, Keterampilan, Mandiri, Membekali Diri Dengan Akhlak Mulia Mempunyai Kualitas Di Bidang IPTEK dan IMTAQ.


FASILITAS
  1. Ada 11 Ruang Kelas Yang Nyaman & Layak Sebagai Ruang Utama Dalam Proses Pembelajaran
  2. Lokasi Strategis & Dapat Dijangkau oleh Kendaraan
  3. Sarana Peribadatan Berupa Masjid Yang Terletak Dalam Lingkungan Madrasah
  4. Tenaga Pendidik Yang Profesional Dengan Jenjang Pendidikan Rata-rata S1
  5. Laboratorium Komputer
  6. Perpustakaan
  7. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
  8. Koperasi Sekolah
  9. Peralatan Marawis
  10. Toilet
  11. Dan Lain-lain  

PRESTASI
  1. Juara Umum Tingkat Temu Penggalang I Kecamatan Serpong & Serpong Utara Kota Tangerang Selatan Tahun 2013
  2. Juara Umum Tingkat Penggalang Akra V Kota Tangerang Selatan Tahun 2014
  3. Juara Umum Tingkat Penggalang Akra VI Kota Tangerang Selatan Tahun 2015
  4. Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Indonesia Putri Madrasah Ibtidaiyah (AKSIOMA) Tk. Kota Tangerang Selatan Tahun 2015
  5. Juara 2 Matematika MI (KSM) Tk. Kota Tangerang Selatan Tahun 2015
  6. Juara 1 Karate Putra & Putri (Sirkuit Karate Antar Dojo) Se-Kota Tangerang Selatan Tahun 2016
  7. Juara 2 Karate Putra & Putri (Sirkuit Karate Antar Dojo) Se-Kota Tangerang Selatan Tahun 2016
  8. Juara 3 Karate Putra & Putri (Sirkuit Karate Antar Dojo) Se-Kota Tangerang Selatan Tahun 2016

EKSTRAKURIKULER
  • Pramuka
  • Karate
  • Futsal
  • Marawis

Sarat Pendaftaran :
- Mengisi Formulir Pendaftaran
- Foto Copy Surat Kenal Lahir / Akte Kelahiran
- Foto Copy Ijazah RA / TK
- Foto Copy Kartu Keluarga
- Pas Photo Ukr. 3 x 4 = 2 Lembar

INFO LEBIH LANJUT :
08571503766 (KHATIB, S.Ag)
081399184241 (ANDI, S.Pd.I)
082114295817 (NADIH, S.Pd.I)
085782296694(HAYATUN, S.Pd.I)
085883331336(SYAHRONI, S.Pd)

Share:

Selasa, 03 Mei 2016

APLIKASI NILAI IJAZAH, SKL & SKKB KELAS 6 MADRASAH IBTIDAIYAH

Assalamu'alaikum.

Bapak / Ibu guru berikut adalah aplikasi penilaian untuk penulisan Ijazah, Surat Keterangan Lulus (SKL) dan Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB) yang biasa digunakan untul Kelas 6 MI sebagai persyaratan kelulusan.

Bapak / Ibu guru tinggal memasukan Data Umum (nama madrasah, nama kamad, alamat madrasah, dll), Data Siswa (No. Induk, NISN, No. Peserta, Nama, dll), Input Nilai, dan lain-lain.

Nilai Ijazah, SKL dan SKKB secara otomatis langsung tertulis di aplikasi ini setelah memasukan Data Umum, Data Siswa, Input Nilai.

Silahkan Daownload Aplikasi Penilaian Kelulusan Dan Penulisan Ijazah, semoga bermanfaat.



DOWNLOAD APLIKAS

Share:

Sabtu, 30 April 2016

SK NRG Tahun 2015


Berikut kami bagikan informasi tentang SK Penetapan Nomor Registrasi Guru (NRG) yang mengikuti PLPG tahun 2015.

Silahkan Download SK NRG Tahun 2015 :

DOWNLOAD SK NRG TAHUN 2015
DOWNLOAD LAMPIRAN SK NRG TAHUN 2015

 
Share:

Jumat, 26 Februari 2016

[SIMPATIKA] ALIH TUGAS TAMBAHAN

Sesuai peraturan pada KMA nomor 103 Tahun 2015 , maka PTK yang memilik tugas tambahan maka akan memperoleh penambahan jumlah jam mengajarnya. Untuk itu, silakan lakukan prosedur Alih Tugas Tambahan agar PTK yang memiliki Tugas Tambahan dapat tercatat JJMnya pada sistem SIMPATIKA KEMENAG.  Berikut panduan Alih Tugas Tambahan yang dilakukan oleh Admin/Operator Sekolah :
  1. Login sebagai operator sekolah pada http://simpatika.kemenag.go.id/ LOGIN PTK-ADMIN
  2. Pada dasbor layanan akun, pilih layanan SIMPATIKA SEKOLAH. simpatika sekolah
  3. Selanjutnya pada dasbor operator pilih menu Pendidik & Tenaga Kependidikan >> Direktori PTK >> Tugas Tambahan >> Daftar Pejabat Sekolah klik daftar pejabat sekolah
  4. Selanjuntya, pada halaman Daftar Tugas Tambahan, klik tombol [+] seperti pada gambar dibawah ini.klik tombol plus
  5. Pada daftar PTK yang muncul, pilih PTK yang akan diset tugas tambahannya.pilih ptk
  6. Silakan isi data dan jabatan tugas tambahan PTK tersebut sesuai dengan SK Pengangkatannya, jika telah sesuai klik Simpan.
    isi data tugas tambahan
  7. Aplikasi berhasil menyimpan data Pengajuan Tugas Tambahan PTK. Terkait kebutuhan arsip, Anda dapat melakukan Cetak Surat Tanda Bukti Pengajuan Tugas Tambahan dengan klik tombol Cetak.  Selanjutnya Anda wajib menyerahkan surat tersebut ke Kantor Kemenag setempat untuk diajukan Persetujuan Alih Tugas Tambahan oleh Admin/Operator Mapenda Kota/Kabupaten. s30a
Catatan : 
  1. Ulangi langkah diatas untuk menset tugas tambahan guru lainnya.
  2. Sesuai KMA no 103 Tahun 2015, jika rombel <9 hanya bisa mengangkat maksimal 3 wakil kepala sekolah , dan >= 9 rombel bisa mengangkat maksimal 4 wakil kepala sekolah.
  3. Sesuai KMA no 103 Tahun 2015 kepala perpustakaan hanya bisa diangkat 1 orang.
  4. Untuk Guru Piket, Ko-Kurikuler, Ekstra Kurikuler, penambahan jam tambahan melalui prosedur edit ekuivalensi, klik disini untuk melihat panduannya.
  5. Untuk perhitungan jam tambahan sebagai wali kelas, melalui prosedur set wali kelas, klik disini untuk melihat panduannya
Share:

Rabu, 24 Februari 2016

Cek NISN Peserta Didik Kelas Akhir 2015/2016 di Emis SDM

Bagi peserta didik kelas akhir yang tidak punya NISN, silahkan cek http://emispendis.kemenag.go.id/emis_sdm di bagian "Rupa-rupa". Klik dan dibawah ada pilihan NISN (Kelas Akhir 15/16). Disana akan tercantum nama dan NISN BARU untuk peserta didik TINGKAT AKHIR YANG BELUM MEMPUNYAI NISN.

LINK :
http://emispendis.kemenag.go.id/emis_sdm
Share:

Postingan Populer